Di usia 1
tahun, anak mulai menyerap ragam kata dan meniru bunyi-bunyian. Agar kemampuan
anak berkembang optimal, Bunda harus rajin memberinya stimulus melalui beragam
permainan yang mengajarkannya gerakan mendorong atau menarik, melatih kemampuan
imajinasi, berkenalan dengan kegiatan sehari-hari, serta memperkenalkan
beberapa bunyi. Untuk menghindari rasa bosan anak kala bermain, ada baiknya
Bunda mengeluarkan 4-5 macam mainan dalam sehari. Seminggu sekali, gantilah
mainan itu dengan jenis berbeda. Tak perlu mainan yang mahal atau canggih, yang
penting ia senang memainkannya dan mainan itu melatih berbagai aspek penting
untuk perkembangannya. Seperti:
1.
Mengenal Warna:
Setelah menginjak usia 1 tahun, Bunda bisa memperkenalkan anak tentang
nama-nama warna. Perkenalkan satu per satu warna, agar ia tak bingung. “Ini
merah, ini biru, yang itu hijau.” Bila ia sudah paham satu warna, baru ajarkan
warna lain. Agar Bunda tahu anak sudah paham warna yang dimaksud, ujilah dengan
benda yang ada di rumah. Misalnya, minta anak untuk mengambilkan apel merah di
meja makan atau baju berwarna merah. Kalau mengambil dengan benar, berarti
sudah saatnya ia diajarkan warna lain. Lebih baik, perkenalkan ia pada
warna-warna dasar terlebih dahulu, ya Bunda.
2.
Membedakan Suara: Permainan membedakan suara juga bisa lakukan bersama anak. Rekam atau
tiru berbagai suara binatang dan benda-benda di sekeliling. Minta anak menebak
suara dari rekaman tadi. Ini amat baik untuk melatih aspek kognisinya. Bisa
pula Bunda meminta anak membedakan suara dengan cara memukulkan sendok ke
kaleng lalu ke gelas. Atau gunakan tepukan tangan. Misalnya bunyi 2 tepukan dan
3 tepukan. Nah, ia akan belajar membedakan suara.
3.
Mengenal Alam:
Bunda sebaiknya juga mengenalkan anak dengan alam. Mengenal binatang asli di
kebun binatang, daun-daun sungguhan, dan lainnya. Dari sanalah kosakata anak
akan bertambah. Ia pun bisa mengembangkan imajinasinya setelah melihat beragam
hewan, tumbuhan, dan lingkungan baru.
4.
Bermain Pasir:
Jika Bunda memiliki rumah yang berada di pinggir laut, permainan bisa dilakukan
di dengan pasir pantai. Namun bila tempat tinggal Bunda di tengah kota, seperti
apartemen, sediakanlah gunungan kecil pasir. Lalu taruh pasir itu di bak aka pa
atau kotak kayu khusus. Dengan media ini, anak bisa belajar menulis di atas
pasir dengan jemari kecilnya.
5.
Bermain Jari: Menjelang
usia dua tahun, Bunda bisa melatih anak keterampilan memainkan jarinya. Dengan
cara ini, motorik anak akan terlatih. Bunda dapat menggambar wajah pada ibu
jari anak. Lalu ia bermain peran, seperti sandiwara boneka. Bunda bisa pula
menggunakan boneka tangan dengan beragam model, seperti hewan atau manusia.
Permainan ini bisa melatih bahasa dan imajinasinya.
6.
Bermain puzzle:
Puzzle sederhana, yang terdiri dari beberapa aka pa saja, amat cocok untuk
anak. Untuk awalan, pilihlah aka pa gambar yang berdesain sederhana dan
berwarna-warni cerah. Selain melatih motorik halus, puzzle juga melatih
kognisinya. Bunda pun tidak harus membeli kepingan gambar, tapi bisa membuatnya
sendiri. Ambil gambar warna-warni dari majalah, gunting menjadi beberapa
bagian, aka p potongan gambar di atas karton. Murah tapi sarat manfaat, bukan?
7.
Meronce atau merangkai: Bunda, merangkai atau meronce bukan hanya kegiatan orang
dewasa saja. Anak juga bisa Bunda ajarkan cara meronce, misalnya merangkai
gelang atau kalung. Gunakan benang besar, seperti benang kasur atau benang wol
besar, yang kemudian diberi warna atau aka -manik aneka warna. Selanjutnya
minta anak merangkai kelosan tersebut berdasarkan urutan warna yang
dikehendaki. Saat memasukkan benang ke dalam kelosan dan menyusunnya berdasar
urutan warna, sesungguhnya ia tengah berlatih menggunakan motorik halus
sekaligus daya aka .
8.
Mengenal Aneka Benda: Mengenalkan macam-macam benda, entah itu binatang, peralatan rumah,
atau sayuran, juga menambah perbendaharaan kata anak. Misalnya dengan cara
melihat-lihat gambar di buku atau mengajak anak mencuci sayuran. Ketika mencuci
sayur atau buah-buahan, anak dapat melakukan aktivitas fisik; sambil belajar.
Bermain Lego & BalokLego atau balok juga bisa diperkenalkan pada
anak. Mungkin ia hanya akan menyusun ke atas, ke samping, atau melempar-lempar
saja. Di usia ini, anak memang sedang senang-senangnya bermain kasar. Misalnya
sudah disusun tinggi, dirobohkan kembali. Buat anak, hal itu amat menyenangkan.
Sebetulnya, dari situ pula anak belajar, bahwa jika benda bersusun dijatuhkan,
yang tadinya berada di atas sekarang menjadi terpencar.

No comments:
Post a Comment