MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Thursday, February 16, 2017

9 PERMAINAN INI BISA MENGEKSPLOR PERKEMBANGAN ANAK LO, BUND.

Di usia 1 tahun, anak mulai menyerap ragam kata dan meniru bunyi-bunyian. Agar kemampuan anak berkembang optimal, Bunda harus rajin memberinya stimulus melalui beragam permainan yang mengajarkannya gerakan mendorong atau menarik, melatih kemampuan imajinasi, berkenalan dengan kegiatan sehari-hari, serta memperkenalkan beberapa bunyi. Untuk menghindari rasa bosan anak kala bermain, ada baiknya Bunda mengeluarkan 4-5 macam mainan dalam sehari. Seminggu sekali, gantilah mainan itu dengan jenis berbeda. Tak perlu mainan yang mahal atau canggih, yang penting ia senang memainkannya dan mainan itu melatih berbagai aspek penting untuk perkembangannya. Seperti:
1.    Mengenal Warna: Setelah menginjak usia 1 tahun, Bunda bisa memperkenalkan anak tentang nama-nama warna. Perkenalkan satu per satu warna, agar ia tak bingung. “Ini merah, ini biru, yang itu hijau.” Bila ia sudah paham satu warna, baru ajarkan warna lain. Agar Bunda tahu anak sudah paham warna yang dimaksud, ujilah dengan benda yang ada di rumah. Misalnya, minta anak untuk mengambilkan apel merah di meja makan atau baju berwarna merah. Kalau mengambil dengan benar, berarti sudah saatnya ia diajarkan warna lain. Lebih baik, perkenalkan ia pada warna-warna dasar terlebih dahulu, ya Bunda.

2.    Membedakan Suara: Permainan membedakan suara juga bisa lakukan bersama anak. Rekam atau tiru berbagai suara binatang dan benda-benda di sekeliling. Minta anak menebak suara dari rekaman tadi. Ini amat baik untuk melatih aspek kognisinya. Bisa pula Bunda meminta anak membedakan suara dengan cara memukulkan sendok ke kaleng lalu ke gelas. Atau gunakan tepukan tangan. Misalnya bunyi 2 tepukan dan 3 tepukan. Nah, ia akan belajar membedakan suara.
3.    Mengenal Alam: Bunda sebaiknya juga mengenalkan anak dengan alam. Mengenal binatang asli di kebun binatang, daun-daun sungguhan, dan lainnya. Dari sanalah kosakata anak akan bertambah. Ia pun bisa mengembangkan imajinasinya setelah melihat beragam hewan, tumbuhan, dan lingkungan baru.
4.    Bermain Pasir: Jika Bunda memiliki rumah yang berada di pinggir laut, permainan bisa dilakukan di dengan pasir pantai. Namun bila tempat tinggal Bunda di tengah kota, seperti apartemen, sediakanlah gunungan kecil pasir. Lalu taruh pasir itu di bak aka pa atau kotak kayu khusus. Dengan media ini, anak bisa belajar menulis di atas pasir dengan jemari kecilnya.
5.    Bermain Jari: Menjelang usia dua tahun, Bunda bisa melatih anak keterampilan memainkan jarinya. Dengan cara ini, motorik anak akan terlatih. Bunda dapat menggambar wajah pada ibu jari anak. Lalu ia bermain peran, seperti sandiwara boneka. Bunda bisa pula menggunakan boneka tangan dengan beragam model, seperti hewan atau manusia. Permainan ini bisa melatih bahasa dan imajinasinya.
6.    Bermain puzzle: Puzzle sederhana, yang terdiri dari beberapa aka pa saja, amat cocok untuk anak. Untuk awalan, pilihlah aka pa gambar yang berdesain sederhana dan berwarna-warni cerah. Selain melatih motorik halus, puzzle juga melatih kognisinya. Bunda pun tidak harus membeli kepingan gambar, tapi bisa membuatnya sendiri. Ambil gambar warna-warni dari majalah, gunting menjadi beberapa bagian, aka p potongan gambar di atas karton. Murah tapi sarat manfaat, bukan?
7.    Meronce atau merangkai: Bunda, merangkai atau meronce bukan hanya kegiatan orang dewasa saja. Anak juga bisa Bunda ajarkan cara meronce, misalnya merangkai gelang atau kalung. Gunakan benang besar, seperti benang kasur atau benang wol besar, yang kemudian diberi warna atau aka -manik aneka warna. Selanjutnya minta anak merangkai kelosan tersebut berdasarkan urutan warna yang dikehendaki. Saat memasukkan benang ke dalam kelosan dan menyusunnya berdasar urutan warna, sesungguhnya ia tengah berlatih menggunakan motorik halus sekaligus daya aka .
8.    Mengenal Aneka Benda: Mengenalkan macam-macam benda, entah itu binatang, peralatan rumah, atau sayuran, juga menambah perbendaharaan kata anak. Misalnya dengan cara melihat-lihat gambar di buku atau mengajak anak mencuci sayuran. Ketika mencuci sayur atau buah-buahan, anak dapat melakukan aktivitas fisik;  sambil belajar.
Bermain Lego & BalokLego atau balok juga bisa diperkenalkan pada anak. Mungkin ia hanya akan menyusun ke atas, ke samping, atau melempar-lempar saja. Di usia ini, anak memang sedang senang-senangnya bermain kasar. Misalnya sudah disusun tinggi, dirobohkan kembali. Buat anak, hal itu amat menyenangkan. Sebetulnya, dari situ pula anak belajar, bahwa jika benda bersusun dijatuhkan, yang tadinya berada di atas sekarang menjadi terpencar.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas