MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Wednesday, February 22, 2017

Cara Mengajak Anak Menggosok Gigi

Gosok Gigi, Kegiatan Rutin Yang Bisa Mengembangkan Otak Anak
Pada usia 3 tahun, anak tidak hanya mengalami penambahan tinggi dan berat badan. Mereka juga mengalami perkembangan sel-sel otak yang sangat pesat. Dengan berkembangnya sel otak, kemampuan anak mengendalikan gerakannya pun semakin baik.

Di tahap ini, ada dua jenis gerakan yang mulai dikuasai anak. Yang pertama adalah gerakan motorik kasar yang melibatkan otot-otot besar, seperti memanjat, menyeimbangkan diri, berlari, meloncat, mendorong, menarik, menangkap. Gerakan kedua adalah motorik halus yang melibatkan otot-otot kecil, misalnya mengancingkan baju, menarik retsleting, menggunting, menggambar, mewarnai, atau membentuk tanah liat.
Untuk melatih serta mengembangkan kemampuan kedua gerakan itu, Bunda bisa memperkenalkan anak dengan kegiatan harian. Salah satu contohnya adalah kebiasaan menggosok gigi. Dengan melatih kebiasaan sehari-hari, berarti akan membuat anak lebih memusatkan perhatian lebih lama terhadap sesuatu, sehingga otak menjadi lebih berkembang dan fungsinya lebih maksimal.


Menurut dr Suraj Gupta dalam bukunya, Panduan Perawatan Anak, membiasakan kegiatan menggosok gigi tidak perlu menunggu anak berusia di atas dua tahun. Bunda bisa melakukannya sejak dini. Dengan begitu, anak tidak asing dengan kegiatan menjaga kebersihan gigi dan mulutnya.
Apa saja yang harus Bunda lakukan untuk membuat anak rutin melakukan kebiasaan penting ini?

1. Memilih Peralatan Sendiri
Sebagai langkah awal, biarkan anak memilih sikat dan pasta gigi yang disukai. Biasanya sikat gigi untuk anak-anak berwarna-warni, pasta giginya pun tersedia dalam bermacam rasa. Dengan memilih sikat dan pasta gigi sendiri, kegiatan menggosok gigi akan menyenangkan bagi anak. Tentunya Bunda juga memberikan rekomendasi sikat gigi yang baik untuk anak-anak, yaitu yang berbulu halus dengan gagang cukup kuat dan lebar.

2. Melakukannya Bersama-Sama
Anak tentu merasa lebih senang melakukan kegiatan bersama-sama, baik dengan Bunda ataupun Ayah. Karena itu, ajaklah anak menggosok gigi bersama, setiap malam sebelum tidur. Bahkan, Bunda dapat menjadikan malam hari sebagai waktu untuk menggosok gigi bersama seluruh anggota keluarga. Sehingga bisa menciptakan kedekatan antara anak dan keluarga.

3. Memberi Contoh
Banyak kebiasaan sehari-hari yang dianggap hal baru bagi Anak. Tugas Bunda dan Ayah adalah memberi contoh dalam melakukan hal tersebut. Bila sedang menggosok gigi, berikan contoh cara menggosok gigi yang baik. Bunda tidak perlu memaksa anak mahir menggosok gigi saat itu juga. Apalagi pada usia 3 tahun, kemampuan motorik halus anak belum berkembang sempurna. Jadi, biarkan anak mengikuti gerakan menggosok gigi, sesuai kemampuannya.

4. Tidak Terlalu Mempermasalahkan Teknik
Menanamkan kebiasaan sehari-hari membutuhkan perhatian khusus. Anak tentu saja tidak langsung bisa menjalankan rutinitas ini. Perlu waktu untuk membuatnya terbiasa. Oleh karena itu, Bunda tidak perlu mempermasalahkan teknik terlebih dahulu. Biarkan anak mengerti dahulu tentang kebiasaan penting ini. Mengenai teknik, Bunda bisa mengajarkan secara bertahap. Kalau di awal sudah diharuskan menggosok gigi dengan teknik yang benar, anak malah akan malas melakukannya.

5. Memuji Hasilnya
Jika sudah melakukan kebiasaan ini bersama-sama, memberi contoh, dan mengajarkan anak melakukannya sendiri, Bunda harus memberi penghargaan. Pujilah hasil yang sudah dilakukan oleh anak. Katakan bahwa giginya sudah lebih bersih setelah digosok. Jadi, di lain kesempatan, anak akan lebih bersemangat saat menggosok gigi.

6. Lakukan Dalam Suasana Menyenangkan

Tips ampuh dalam mengajarkan sesuatu pada usia batita adalah dengan melakukannya dalam suasana menyenangkan. Ciptakan suasana seolah-olah kegiatan ini adalah sebuah permainan. Bunda bisa membuat permainan saling membubuhkan pasta gigi. Dengan demikian, Anak tahu bahwa menggosok gigi harus menggunakan pasta gigi. Selain itu, anak akan senang melakukannya, karena merasa seperti sedang bermain.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas