LINDUNGI ANAK DARI PELECEHAN DAN KEJAHATAN SEKSUAL
Maraknya kasus pelecehan terhadap
anak-anak yang dilakukan di sekolah atau keluarga dekat, memang sangat
mengejutkan. Tapi para orang tua tidak bisa membatasi lingkungan bermain dan
bereksplorasi anak, apalagi sampai menghambat proses belajar yang baik bagi
tumbuh kembang dan perkembangan kemampuan kognitifnya.
Salah satu tindakan protektif yang
bisa dilakukan adalah mengajarkan Underwear Rule kepada anak, agar terhindar
dari pelecehan. Simak penjelasannya berikut ini ya.
1. Pengertian Underwear Rule: Aturan ini
adalah panduan sederhana untuk membantu orang tua menjelaskan kepada anak-anak,
di mana orang lain tidak seharusnya mencoba menyentuh mereka, bagaimana bereaksi,
dan cara-cara mencari bantuan. Underwear Rule mempunyai beberapa aspek penting
yang harus diajarkan pada tahapan usia anak-anak sedini mungkin.
2. Tubuhmu Adalah Milikmu: Anak-anak
harus diajarkan bahwa tubuh mereka adalah milik pribadi dan tidak ada yang bisa
menyentuhnya tanpa ijin. Bersikaplah terbuka sejak dini dan gunakan nama-nama
yang benar untuk menyebut organ intim dan bagian lain dari tubuh, agar anak
memahami perilaku apa yang tidak diperbolehkan. Selain itu, ajarkan untuk
berani berkata “tidak” dengan tegas serta menjauh dari situasi yang tidak aman.
Beritahukan hal tidak nyaman tersebut pada orang dewasa yang bisa dipercaya,
baik itu orang tua, guru, maupun keluarga dekat.
3. Sentuhan Baik dan Buruk: Terkadang anak
tidak menyadari mana sentuhan yang baik atau buruk. Didik ia bahwa tidak baik
jika orang lain menyentuh atau melihat bagian pribadi atau sebaliknya. Bukalah
komunikasi selebar-lebarnya dan bicarakan dengan kata-kata yang mudah
dimengerti agar anak memahaminya dengan jelas.
4. Rahasia Baik dan Buruk: Kerahasiaan
adalah taktik utama yang digunakan pelaku pelecehan. Oleh sebab itu, penting
mengajarkan perbedaan rahasia baik dan buruk untuk menciptakan rasa percaya
diri. Yakinkan anak bahwa setiap hal yang membuatnya merasa cemas, tidak
nyaman, takut, dan sedih dapat diceritakan pada Bunda maupun Ayah.
5. Cegah dan Lindungi: Pencegahan dan
perlindungan merupakan tanggung jawab orang dewasa. Pastikan anak-anak beralih
ke orang tua atau orang dewasa yang dipercaya jika merasa malu, bersalah, dan
takut akibat pelecehan yang diterimanya. Dukung stimulasinya untuk berani
mencari bantuan dan melaporkan kejadian tersebut.

No comments:
Post a Comment