MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Monday, February 6, 2017

Hukuman dan Hadiah bagi Anak

Dalam psikologi pendidikan, untuk mendidik dan menumbuhkan motivasi belajar anak bisa dengan cara memberikan Reward dan Punishment yang bersifat edukatif.
Hukuman dan Hadiah bagi Anak

Apa reward dan punishment yang bersifat edukatif yang tidak membuat anak tertekan dan justru bisa membuat anak berkembang?

Reward (memberikan hadiah kepada anak jika anak mencapai sesuatu yang diharapkan)
Hadiah yang diberikan sebagai motivasi anak adalah hadiah yang memang disenangi/ diinginkan oleh anak. Jadi Bunda harus cermat dalam memilih hadiah untuk prestasi yang telah dicapai anak. Dalam memilih hadiah untuk memacu prestasi anak, hendaknya Bunda beracuan pada beberapa hal, diantaranya:


1.Apa yang menjadi hobi anak-anak
2.Apa yang menjadi tren dikalangan anak-anak. Pilihlah tren-tren yang tidak membuat anak malas
3.Pilihlah hadiah yang dapat sekaligus sebagai media belajar untuk anak diluar pelajaran sekolah
4.Berikan hadiah sesuai perkembangan zaman yang dialami anak, agar anak tidak menjadi anak tertinggal
Dalam hal ini sebaiknya hadiah yang diberikan tidak berupa materi dengan harga mahal yang tidak sesuai dengan keadaan ekonomi Bunda. Karena jika Bunda memberikan materi maka makin lama makin meningkat nilai materinya dan jika itu pada suatu saat tidak terpenuhi bisa menjadi media anak untuk mengancam orang tua, menjadikan anak malas dan manja.
Contoh reward yang dianjurkan : Support secara edukatif dan kegiatan bersama keluarga. Ketika anak mendapat nilai tinggi di sekolah maka beri anak pujian dan motivasi/ support untuk tetap bisa mempertahankan prestasinya. Sebagai hadiah bisa juga mengajaknya jalan-jalan bersama keluaga, misalnya rekreasi, makan di restorant, dll.
Punisment (memberikan hukuman yang bersifat edukatif "mendidik" pada anak agar tidak mengulangi kesalahannya)
Dalam hal ini ketika anak melakukan kesalahan maka jangan langsung dimarahi, karena hal ini bisa menyebakan anak tertekan, secara pikologis. Oleh sebab itu berilah pengertiandan menasehati anak dengan baik ketika anak melakukan kesalahan itu dengan tutur kata yang lembut, meskipun Anda sebagai orang tua merasa kesal, karena anak Anda juga masih dalam tahap perkembangan sehingga si anak masih dalam tahap belajar. Jika dimarahi terus, bisa membuat perkembangan psikis anak jadi tidak optimal.

Contohnya : Ketika anak memecahkan gelas, maka jangan langsung memarahi dan menyalahkannya karena itu bisa menyebabkan anak takut dan tertekan. Dan jangan mengancam anak atau berkata kasar  "Kamu itu bodoh, kok bisa - bisanya memecahkan gelas (sambil memukuli anak)". Hal seperti ini bisa menyebabkan ketakutan pada anak. Sebaiknya dekati anak bagaimana bisa terjadi dengan kata - kata halus. Ketika si anak tidak mau menjawab, jangan dimarahi. Sebagai hukuman, mintalah anak untuk mengambil sapu dan cikrak untuk membersihkan pecahan gelas tadi. Setelah anak mengambilkan, Bunda yang membersihkan karena pecahan gelas ini berbahaya, apalagi anak Bunda masih kecil.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas