![]() |
| Tahapan Usia Perkembangan Si Kecil |
Bagi
si kecil bermain bukan hanya untuk menghabiskan waktu luang saja, permainan
yang sesuai dengan tahapan usia dapat memupuk dan melatih kemampuan gerak, intelektual, dan sosialnya. Jenis mainan yang tepat juga dapat
membantu si kecil mengembangkan kemampuan mengespresikan diri, koordinasi
antara otak, mata, gerak anggota badan, melatih kreativitas, dan daya
imajinasinya.Oleh karenanya memilih jenis permainan yang tepat sangatlah
penting. Dalam memilih jenis mainan, selain faktor sesuai usia dan tahap
perkembangan mereka, faktor keamanan juga harus diperhatikan. Pilih jenis yang
berlabel ‘Non toxic’ atau menggunakan komponen yang tidak beracun.
Memilih
mainan yang tepat bagi si kecil
Dewasa
ini sudah banyak mainan berlabel edukatif di pasaran baik yang buatan lokal
maupun impor dari luar negeri. Mainan edukatif yang baik tidak hanya sesuai
dengan tahap perkembangan si buah hati naumun juga dapat dimainkan dengan
banyak cara sehingga dapat merangsang perkembangan fisik, mental, dan
intelektual si anak dengan baik.
Hindari
memberikan jenis mainan yang yang jauh lebih tinggi dari usia perkembangannya
karena dapat membuat si kecil cepat frustrasi pada saat tidak bisa
menyelesaikan permainanya, hindari pula memberikan mainan yang lebih rendah
dari usia perkembanganya karena mereka akan menjadi cepat bosan dengan
mainannya.
Anak
usia balita cenderung memerlukan variasi dalam hal permainan, berikan
alternatif mainan seperti bola, atau krayon. Mainan yang baik tidak dinilai
dengan harga yang mahal, mainan yang murah atau bahkan buatan ayah bunda
sendiri bisa saja membuat si kecil asik bermain. Selain mainan yang dibelikan
ayah bunda, mereka juga senang bermain dengan peralatan disekitar rumah
termasuk alat dapur, pintu, dan lemari. Pastikan semua benda yang dimainkan si
kecil tidak berbahaya, jangan berikan akses pada alat dapur yang tajam, dapat
menimbulkan resiko tersedak, atau terbakar.
Tahapan
usia dan permainan yang cocok untuk si kecil
1. Usia 15-18 bulan. Di usia ini si kecil mulai
mengesplorasi lingkunganya, rasa keingintahuannya sangat besar dan selalu
mencoba mempelajari hal baru setiap ada kesempatan. Berikan sekotak peralatan
dapur yang aman untuk di acak-acak, atau buku warna bergambar binatang, krayon,
kotak makanan, dan permainan teka-teki sederhana. Mainan yang mendorong
kemampuan berjalan seperti mainan yang bisa didorong atau ditarik bagus juga
diberikan pada mereka. Hati-hati dengan benda kecil seperti krayon dan koin, di
usianya, mereka senang memasukan benda-benda kemulutnya.
2. Usia 2 tahun. Di usia ini kemampuan berjalan si
kecil sudah semakin baik. Dengan kemampuan berjalanya dia akan mengeksplor
bagian-bagian rumah, hilir mudik ke berbagai ruangan. Berikan mainan yang dapat
ditendang atau dilempar seperti bola. Mainan balok yang dapat di susun, krayon
dan kertas untuk corat-coret bagus juga diberikan pada mereka. Sebagai
alternatif, ayah bunda dapat pula memberikan mainan yang dilengkapi dengan
lagu-lagu anak, mainan perkakas tukang, telefon, dan peralatan minum teh.
3. Usia 3 tahun. Di usia ini kontrol terhadap mata
dan gerakan tangan sudah jauh membaik. Buku bergambar, mainan konstruksi,
mainan lilin yang bisa dibentuk, menyusun puzzle, cat air, dan bermain pasir
dapat mempertajam koordinasi gerak dan kreatifitas mereka.
4. Usia 3,5 sampai 4 tahun. Di usia ini koordinasi gerak
tubuh, tangan, mata, dan kemampuan bersosialisasi mereka sudah jauh membaik. Si
kecil sudah dapat mengendarai sepeda roda tiga, mobil-mobilan dan memanjat
arena bermain. Daya imajinasinya yang sudah berkembang membuat si kecil senang
berkhayal dan berperan sebagai orang dewasa.
Jika kita sebagai orang tua mampu memberikan
permainan atau stimulus yang sesuai dengan tahapan perkembangannya, anak akan
mengalami fase perkembangan yang hebat dan siap untuk mendapatkan fase
selanjutnya yang lebih hebat.


No comments:
Post a Comment