JAUHKAN ANAK DARI TV DENGAN AKTIVITAS SERU
| JAUHKAN ANAK DARI TV DENGAN AKTIVITAS SERU |
Televisi seringkali menjadi solusi
pengalih perhatian si kecil saat Bunda sedang sibuk melakukan aktivitas lain
seperti mencuci atau memasak. Cukup mendudukkan anak, beri dia remote, dan biarkan ia memilih saluran kesukaannya maka
untuk sejenak Anda akan terbebas dari kewajiban mengawasinya. Sang buah hati
pun terdiam mengawasi layar kaca dan tidak lagi rewel mengganggu kesibukan
Ibunya. Padahal, tahukah Bunda bahwa bahaya menonton televisi dapat membatasi kemampuan anak dalam berpikir
serta berimajinasi?
Duduk di depan layar kaca, si kecil
akan terbiasa sebagai penonton saja dan perlahan-lahan daya imajinasinya akan
jauh berkurang. Aduh, padahal imajinasi dan daya pikir dapat membantu perkembangan otak serta kreativitas anak. Terlebih kalau Anda lengah dan membiarkan anak menonton tayangan TV yang
tidak sesuai untuk usia si kecil, bisa-bisa ia akan terpengaruh oleh gaya
bicara dan kosa kata para pemain di layar kaca tanpa Bunda sadari.
Cara Agar Anak Tidak Kecanduan Menonton TV
Lalu, bagaimana donk solusinya? Kapan
para Ibu punya waktu memasak di dapur untuk hidangan keluarga? Hmm, jadi Ibu
rumah tangga memang bukan hal yang mudah. Sudah merupakan keterampilan wajib
bagi para Ibu untuk dapat mengerjakan berbagai hal sekaligus secara efisien.
Salah satunya adalah dengan mengajak anak bermain bersama Anda di dapur. Yup,
sembari memasak, Bunda juga dapat membuat si kecil bersenang-senang, loh! Mari
simak trik mengajak anak bermain di dapur yang khusus dirangkum untuk para Bunda tercinta. Dapur adalah tempat yang menyenangkan. Ada banyak
sekali bahan-bahan di dalam laci atau rak penyimpanan yang dapat memancing rasa
ingin tahu sang buah hati. Meskipun dapur Bunda sempit, cara-cara berikut ini
tetap bisa diaplikasikan, kok. Ingat ya untuk selalu menjauhkan si kecil dari
api dan percikan minyak di kompor. Let's have fun, moms!
1. Main corong yuk!
Punya corong yang
biasa dipakai untuk menyalurkan minyak agar tidak tumpah? Nah, corong ini bisa
juga lho menjadi media menyenangkan bagi anak untuk bermain bersama Bunda di
dapur. Cukup dudukkan si kecil di atas meja dan letakkan dua bak kecil serta
beberapa butir beras atau kacang-kacangan aneka warna di depannya. Suruh ia
memindahkan butir beras atau kacang dari satu bak ke bak lainnya dengan
menggunakan corong sera sendok. Ide
ini juga didukung oleh Kathy Kenworthy, seorang pengajar di Broadway
Children's School Oakland, California.
Selain menyenangkan, aktifitas ini akan membuat anak sibuk berpikir tentang
benda-benda di hadapannya. Selagi ia berkonsentrasi, maka Bunda pun dapat
kembali melanjutkan memasak. Namun Kenworthy mengingatkan agar Bunda tetap
harus mengawasi sang buah hati karena ada beberapa anak yang gemar memasukkan
biji-bijian ke dalam hidung dan telinganya. Demi menghindari bahaya tersumbat
atau tertelan biji-bijian, Bunda juga boleh kok menggantinya dengan sesuatu
yang dapat dimakan seperti biji coklat kecil-kecil aneka warna.
2. Biarkan dia mengeksplorasi isi
lemari dapur
Biasanya para Ibu merasa gundah saat
melihat anaknya bermain-main di dapur. Memang sih ada banyak benda tajam yang
dapat membahayan si kecil. Tapi kalau Bunda sudah menyembunyikan pisau atau
meletakannya jauh dari jangkauan tangan anak, maka dapur dapat menjadi karena
bermain super menyenangkan lho! Ada
banyak hal di dalam lemari penyimpanan dapur yang dapat memancing kinerja otak
serta imajinasi sang buah hati. Biarkan ia sibuk menelaah fungsi dari mixer,
juicer, atau piring-piring plastik yang Anda tata cantik di dalam lemari.
Mungkin si kecil malah akan mengambil piring dan mulai menyusun sayuran di
atasnya karena ia ingin meniru aktivitas sang Bunda.
3. Bermain kategori
Taruh berbagai macam buah-buahan,
sayuran, atau peralatan makan (jauhkan benda tajam ya Bun!) di atas meja dan
suruh anak Anda menyusunnya berdasarkan kategori. Misalnya, suruh ia membagi
dalam kelompok warna atau kegunaan. Misalnya, kelompok warna merah tersusun
dari tomat, mangkok plastik berwarna merah, serta paprika merah. Selain
memerlukan konsentrasi, permainan ini akan mengajarkan anak kemampuan menyusun
serta mengkategorikan benda-benda. Menurut Kenworthy, mengelompokkan sesuatu
adalah salah satu cara anak mengeksporasi dunia.
4. Mari berakting!
Menurut Jerome L.Singer, wakil
direktur Family Television Research and Consultation
Center dari Universitas Yale, mengajak
anak bermain drama di dapur akan membuatnya merasa senang. Berakting tak hanya
memberi kesempatan bagi anak untuk berimajinasi, namun hasil penelitian juga
mengungkapkan bahwa role playing dapat membuat anak lebih bahagia. Misalnya saja, Bunda dapat berpura-pura bahwa dapur
rumah adalah restoran favorit si kecil. Kenakan celemek manis di tubuh anak dan
dudukkan ia di kursi dan meja khusus bersama teman-teman bonekanya. Hal ini
akan membuat sang buah hati merasa seperti tamu dan tertarik berada di dapur
mengawasi Anda memasak hingga selesai. Atau, bisa juga membuat drama seakan-akan
Bunda akan mengajak si kecil piknik keluar rumah. Sediakan wadah kecil dan
suuruh ia menaruh makanan-makanan apa saja yang akan ia bawa saat piknik.
5. Koki cilik, yuk bantu Bunda
memasak?
Daripada bersusah payah melakukan
usaha untuk mengalihkan perhatian anak, kenapa tidak menyuruhnya membantu
aktivitas memasak Anda saja? Tidak ada salahnya kok memberi dia tugas-tugas
ringan semacam mencuci sayuran, menata sayuran di piring, mengaduk, hingga
memberi takaran bumbu seusai dengan anjuran Anda. Biasanya anak kecil akan
merasa senang saat diserahi tanggung jawan selayaknya orang dewasa. Jangan lupa
untuk selalu menjauhkan anak dari benda-benda berbahaya di dapur seperti pisau
atau minyak panas.
6. Playfull
bread
Punya roti sisa sarapan tadi pagi?
Kenapa tidak biarkan saja si kecil berkreasi menghias roti-roti tersebut? Cukup
berikan dia potongan-potongan tomat, selada, keju, atau meses berwarna-warni
dan biarkan anak berimajinasi. Biasanya, sang buah hati akan membuat kreasi
gambar wajah tersenyum atau inisial namanya sendiri. Supaya lebih seru, Bunda
bisa menyuruh si kecil membuat roti khusus untuk hadiah sang ayah saat pulang
kerja nanti. Tak hanya menyenangkan, aktivitas ini juga dapat menjadi sarana
mengatakan rasa sayang kita pada anggota keluarga yang lain. Spread
the love, kids!
7. Bercerita
Kenworthy mendukung para Ibu untuk menceritakan dongeng menggunakan peralatan-peralatan yang ada di dapur.
Misalnya, sendok Anda imajinasikan sebagai dayung kapal sedangkan potongan
sayur di dalam panci adalah ikan-ikannya. Misi Anda adalah membawa isi panci ke
dunia baru yakni mangkok sup di atas meja. Dukung anak Anda agar berimajinasi
dan mengatakn cerita versinya sendiri. Kenworthy
berpendapat bahwa bercerita sangat membantu dalam proses perkembangan berbahasa anak. Ia akan belajar banyak kosa kata baru, mengorganisir pikirannya, serta
berani mengungkapkan ide-idenya di depan Anda. Berkomunikasi akan turut
meningkatkan rasa percaya diri si kecil serta mendekatkan ia pada Bunda. Itu dia beberapa aktivitas yang dapat Anda lakukan
bersama anak di dapur. So, memasak
jadi lebih seru bukan!

No comments:
Post a Comment