KECELAKAAN YANG SERING TERJADI PADA ANAK
![]() |
| KECELAKAAN YANG SERING TERJADI PADA ANAK |
Saat anak bertumbuh, ia akan
mengeksplor apapun yang ada di rumah atau ketika Anda membawanya pergi ke luar
rumah. Jadi sangatlah penting untuk memastikan keamanan si kecil. Salah satu
caranya adalah dengan memahami kecelakaan yang biasa terjadi pada anak kecil.
Jika anak Bunda lagi senang-senangnya berlarian atau merangkak, kemungkinan
terjadinya kecelakaan akan makin besar lagi. Tentu, ketika Bunda punya balita
yang lagi senang bereksplorasi kadang sulit menghindari kecelakaan ini ya Bun.
Tapi ada berberapa langkah untuk mencegahnya kok, jadi Anda bisa bersiap untuk
apa yang akan terjadi.
Kasus-Kasus Kecelakaan Pada Anak
Tahukah Anda? Jumlah kecelakaan
terbesar terjadi di ruang makan dan ruang tamu, tapi kecelakaan paling serius
terjadi di dapur dan tangga. Setiap tahun lebih dari 67.000 anak mengalami
kecelakaan di dapur dan 43.000 diantaranya terjadi pada anak berusia di bawah 4
tahun. Anak di bawah usia 4 tahun paling banyak
mengalami kecelakaan di rumah dan anak laki-laki lebih besar kemungkinan
mengalami kecelakaan dibanding anak perempuan. Anak yang umurnya sudah lebih
besar tidak terlalu beresiko mengalami patah tulang dibanding anak yang lebih
kecil. Anak yang lebih kecil memiliki persentase lebih tinggi mengalami luka
bakar dan melepuh, keracunan, dan masalah pencernaan.
Sering kali anak memiliki minat yang
sangat tinggi terhadap lingkungannya. Mereka memiliki persepsi terbatas tentang
lingkungan karena kurangnya pengalaman atau perkembangan. Anak kecil yang suka
menunjukkan kemampuan yang ia miliki punya lebih besar resiko mengalami
kecelakaan. Berikut ini beberapa kecelakaan yang biasanya sering terjadi pada
anak:
Terjatuh
Anak kecil pasti sering terjatuh dan
ini biasanya terjadi di rumah. Jenis kecelakaan ini ternyata memiliki porsi
sampai 44 persen dari keseluruhan kecelakaan yang terjadi pada anak. Kebanyakan
anak terjatuh karena terpeleset, konsekuensi paling serius ketika anak terjatuh
dari tempat yang agak tinggi, misalnya jatuh dari highchair, tempat tidur, atau
di tangga. Untuk menghindari
kecelakaan ini, pastikan Anda menempatkan pagar di atas dan bawah tangga.
Jangan biarkan ada benda di tangga karena bisa terinjak dan menyebabkan anak
terjatuh.
Luka Bakar Dan Melepuh
Minuman panas menyebabkan lepuhan
pada anak di bawah usia 5 tahun. Kulit anak lebih sensitif dibanding orang
dewasa. Jadi jika ia terkena minuman panas yang mungkin sudah dibuat dari 15
menit yang lalu, tetap bisa membuat kulitnya melepuh. Jadi, jangan pegang
minuman panas saat sedang menggendong anak ya Bun. Serta letakkan minuman panas
jauh dari pinggir meja agar tidak bisa digapai oleh si kecil. Air panas yang digunakan saat mandi juga menyebabkan
banyak kejadian kecelakaan pada anak. Kalau di rumah Anda ada keran air panas
dan dingin, nyalakanlah keran air dingin lebih dulu dan selalu tes suhu air
mandi anak dengan siku sebelum membiarkan anak masuk ke bak mandi.
Anak-anak yang mengalami kecelakaan
lepuhan ini biasanya terjadi ketika anak masuk ke kamar mandi sebelum orangtua
mempersiapkannya, anak bermain dengan keran air panas atau ia membungkuk di
kamar mandi untuk mengambil mainan dan terjatuh. Untuk menghindarinya, tetaplah
bersama anak sepanjang waktu ketika mandi untuk memastikan keamanannya
sekaligus memberikan quality time terbaik untuk si kecil. Kejadian meleupuh ini juga bisa terjadi saat anak juga
mengalami luka bakar. Ini biasanya terjadi saat balita main-main dengan api,
setrika, pelurus rambut, rokok, dan korek api. Jadi jauhkan semua benda ini
dari anak ya Bun. Jauhkan anak kecil dari dapur dan pastikan pegangan
penggorengan tidak diarahkan ke pinggir kompor agar anak tidak tertarik untuk
mengambilnya.
Keracunan
Kalau keracunan biasanya terjadi saat
anak bermain-main dengan obat, produk rumah tangga, dan kosmetik. Beberapa zat
beracun bisa menyebabkan balita kesulitan bernafas jadi selalu segera cari
bantuan medis saat anak keracunan. Pastikan Bunda menyimpan obat dan bahan
kimia berbahaya jauh dari penglihatan dan jangkauan anak, lebih baik di lemari
yang terkunci. Bunda harus waspada kalau ada lemari yang letaknya di bawah
tempat cuci piring. Lemari itu biasanya berisi sabun cuci piring dan produk
pembersih berbahaya lainnya. Lemari itu biasanya gampang sekali dijangkau oleh
balita, jadi selalu kunci bagian tersebut.
Bunda juga harus hati-hati dengan sabun cuci piring atau deterjen cair karena bagi anak kecil itu semua terlihat seperti minuman manis. Awasi pula tanaman Anda, karena anak suka menarik daun dan bunganya. Jauhkan daun yang beracun atau yang bisa mengiritasi kulit dari jangkauan anak.
Bunda juga harus hati-hati dengan sabun cuci piring atau deterjen cair karena bagi anak kecil itu semua terlihat seperti minuman manis. Awasi pula tanaman Anda, karena anak suka menarik daun dan bunganya. Jauhkan daun yang beracun atau yang bisa mengiritasi kulit dari jangkauan anak.
Tercekik Dan Tersedak
Anak bisa menelan, menghirup, atau
tersedak benda berukuran kecil seperti mainan kecil, kacang, dan kelereng. Bayi
dan balita paling beresiko tersedak karena mereka suka mengamati hal di sekitarnya
dengan memasukkan benda ke mulut, jadi pilihlah mainan yang sesuai usia anak. Jauhkan binatang, terutama kucing, dari kamar tidur
bayi dan gunakan jaring pelindung pada stroller bayi jika perlu. Walaupun
binatang peliharaan Anda sangat penyayang, si kecil bisa beresiko kehabisan
nafas bila ada kucing berbaring di atas tubuhnya.
Tercekik Tali Tirai
Tali tirai memiliki resiko pada anak
kecil. Tali tirai harus jauh dari jangkauan anak atau lebih baik pasang tirai
tanpa tali. Penelitian mengindikasikan kebanyakan kecelakaan kematian yang
melibatkan tali tirai terjadi di kamar tidur dan terjadi pada anak antara
16 hingga 36 bulan. Balita usia ini banyak bergerak tapi kepala mereka masih
lebih berat dibanding tubuh mereka dan kontrol otot belum sepenuhnya
berkembang, yang membuat mereka tidak bisa membebaskan diri ketika terjerat. Untuk
mengurangi resiko ini, jangan gantung tas di mana kepala anak bisa masuk ke
dalamnya. Jangan tempatkan tempat tidur atau highchair di dekat jendela dan
jika memakai tirai yang ada talinya, pastikan ukuran talinya pendek.
Tenggelam
Anak bisa tenggelam di ketinggian air
kurang dari 3 cm jadi si kecil harus selalu berada di pengawasan orang dewasa
ketika berada di dalam atau di dekat air. Jangan pernah tinggalkan anak di bak
mandi tanpa pengawasan, meski sebentar dan ada si kakak bersamanya. Jangan
biarkan mangkok atau ember tanpa tutup berisi air bergeletakan di sekitar
rumah. Dan kalau Bunda punya kolam plastik untuk anak, sebaiknya kosongkan dan
dijauhkan ketika tidak digunakan. Bila ada kolam untuk hiasa taman, berikan
pagar di sekelilingnya dan waspadalah jika Bunda mengajak anak berkunjug ke
rumah orang lain yang juga memiliki kolam di tamannya.
Cedera Di Hidung Anak
Cedera di hidung disebabkan saat anak
terjatuh di permukaan yang keras, terkena benda yang dilempar orang lain, atau
tidak sengaja ditinju atau ditendang anak lain.
Goresan Dan Cakaran
Goresan dan cakaran disebabkan kuku
yang panjang (bisa milik bayi atau milik anak lain), hewan peliharaan, atau
benda tajam seperti pisau, batu, kaca serta benda pecah-belah, dan pinggir
perabot yang tajam.
Terkilir
Terkilir terjadi akibat anak jatuh
saat bermain karena terlalu bersemangat. Anak lebih mungkin mengalami patah
tulang dibanding orang dewasa karena tulang mereka memiliki area lunak di dekat
tiap tulang yang disebut growth plates. Jadi selalu waspada ya Bun.
Tempat- Tempat Yang Rawan Terjadi
Kecelakaan pada Anak
Bunda, jangan lupa juga memperhatikan
juga beberapa tempat berikut:
1.
Tempat tidur bayi, yang bisa membuat
jari balita terjepit, tercekik akibat mainan bertali atau berpita, dan tersedak
karena selimut dan bantal. Pagar di tempat tidur bayi bisa menjerat leher
dan bumper yang digunakan di box bayi sering dihubungkan sebagai penyebab SIDS
(sindrom kematian mendadak pada bayi).
2.
Mobil dengan pemasangan car seat
yang tidak tepat, atau ketika anak tanpa sengaja tertinggal di mobil yang
terkunci yang bisa menyebabkan anak kepanasan.
3.
Jendela, dimana anak bisa terjatuh
atau tercekik oleh tali gorden.
4.
Kamar mandi, yang jadi tempat paling
sering di mana anak terpeleset di permukaan yang basah, terbentur, dan tergores
oleh alat cukur. Bayi bisa juga tenggelam di air dengan kedalaman satu inci,
jadi selalu waspada ketika anak di bak mandi dan pastikan anak tidak bisa
menjangkau toilet kecuali dalam pengawasan Anda.


No comments:
Post a Comment