| Manfaat dan peran penting Ayah bagi proses tumbuh kembang anak laki - laki |
Manfaat dan peran penting Ayah bagi proses tumbuh kembang anak laki - laki
Selain berperan sebagai kepala
keluarga, seorang ayah adalah sosok ideal teladan di mata anak - anaknya. Kita
semua mengetahui bahwa adalah hal yang penting bagi anak - anak untuk
mendapatkan pengasuhan yang tepat dari ayah mereka sejak lahir. Hal ini
merupakan awal yang baik karena sosok ayah diperlukan anak dalam hal finansial,
psikologis, emosional dan dalam hal - hal lainnya.
Terkadang karena kesibukan bekerja
seharian, atau berhari - hari tanpa pulang karena tugas kantor ke luar kota
menyebabkan banyak ayah yang nyaris tidak pernah bertemu dengan anak - anaknya.
Semuanya dibebankan ke istri atau ibu dari anak - anak, karena ayah punya
kesibukan dengan dunianya sendiri. Sosok
ayah tidak cukup apabila hanya sekedar
menunjukkan minat terhadap perkembangan yang terjadi pada anak, tapi diharapkan
untuk aktif terlibat dalam proses membesarkan anak. Jika tidak ada belaian sayang
dari sang ayah, kata - kata tegas, dan contoh perbuatan - perbuatan yang bisa
dijadikan teladan dalam bersikap bisa menjadikan anak liar dan tidak memiliki
aturan.
Bila ini terjadi dan dibiarkan maka
anak - anak yang dibesarkan tanpa kasih sayang seorang ayah kelak akan tumbuh
menjadi pribadi yang bermasalah. Menurut beberapa survey yang dilakukan jika
tidak ada sosok ayah dalam proses perkembangan seorang anak kemungkinan dapat
menyebabkan anak tersebut tidak berbuat baik di sekolah, terjerumus dalam
penggunaan obat - obatan terlarang atau narkoba, terlibat dalam kegiatan
kriminal dam memiliki perilaku kasar.
Sangat disayangkan karena ada cukup
banyak orang tua (para ayah) yang menganggap sepele perlunya kebersamaan dengan
anak - anak mereka. Bila kenakalan anak - anak semakin parah barulah para ayah
tersebut sadar. Meskipun begitu, banyak ayah yang terkadang tidak mau mengakui
kesalahan mereka, tetap saja selalu anak yang disalahkan. Padahal alasan utama
anak menjadi pribadi yang bermasalah bukan tidak mungkin adalah karena
kurangnya perhatian dari ayah mereka.
Jika Anda adalah seorang ayah yang
tidak banyak meluangkan waktu dengan anak laki - laki Anda sebaiknya baca lebih
lanjut artikel ini. Berusahalah untuk menjadi ayah yang lebih baik bagi anak
Anda. Anak - anak yang merasa dicintai biasanya memiliki ikatan khusus yang
begitu erat dengan orang tua mereka dan tumbuh menjadi orang yang percaya diri.
- Mendidik anak untuk mandiri
Dari sejak dulu sampai sekarang,
pada umumnya ayah memiliki peran lebih besar sebagai sumber daya keuangan bagi
keluarga. walaupun tidak dipungkiri pula bahwa di era yang modern ini cukup
banyak keluarga dimana suami dan istri bekerja. Hal ini karena kalau hanya
mengandalkan dari satu sumber penghasilan saja tidak akan cukup untuk memenuhi
biaya kehidupan sehari - hari.
Untuk itu peran ayah dalam mendidik
anak laki - lakinya yang kelak akan menjadi kepala keluarga / sumber daya uang
utama (untuk keluarganya) di masa depan sangatlah penting. Sejak kecil
sebaiknya seorang ayah mendidik anaknya untuk mandiri khususnya dalam hal
finansial. Hal ini bisa Anda lakukan misalnya dengan mengajarkan anak menabung
dan tidak berlaku sebagai "mesin ATM" bagi anak. Anak harus memahami
bahwa anak bisa mendapatkan uang dari hasil kerja keras yang dilakukannya. Bila
sejak kecil Anda selalu membantu atau memanjakan anak dengan mudah memberikan
uang, itu sama artinya Anda tidak mendidiknya untuk mandiri.
- Menunjukkan sikap menghormati
lawan jenis
Dalam sebuah keluarga harus terjadi
keseimbangan dalam hal saling menghormati dan menghargai antara seorang suami
dan istri. Contoh perbuatan baik ini akan memiliki efek yang sehat pada
perkembangan anak - anak. Anak laki - laki pada umumnya menjadikan ayah mereka
sebagai sosok ideal yang patut untuk dicontoh.
Ayah yang kasar, suka melakukan
kekerasan dalam rumah tangga dan suka berselingkuh tentu saja bukanlah contoh
baik bagi anak - anaknya. Apabila anak sering melihat hal ini dan menganghap
sebagai hal yang wajar, maka anak laki - laki Anda bisa berpikir bahwa dia
kelak boleh melakukan kekerasan pada istrinya, atau berselingkuh seperti yang
dilakukan ayahnya pada ibunya.
Jadi secara tidak langsung perilaku
ayah yang menunjukkan rasa sayang dan hormat kepada ibu, dijadikan anak sebagai
contoh yang harus dilakukan dalam memperlakukan wanita / lawan jenisnya. Bukan
hanya setia dan hormat kepada istri atau ibu si anak, tapi ayah harus juga
menunjukkan sikap menghormati pada wanita lainnya di dalam dan luar keluarga.

No comments:
Post a Comment