![]() |
| Memilih Mainan Anak-Anak Sebagai Sarana Bermain dan Belajar |
Memilih Mainan Anak-Anak Sebagai Sarana Bermain dan Belajar
Mainan
anak-anak merupakan media yang digunakan untuk
menghibur diri ketika tidak ada interaksi yang dilakukan dengan orang lain.
Anak-anak sangat senang diperhatikan oleh orang tua, kakak, saudara ataupun
orang-orang yang ada disekitarnya. Maka tidak heran jika anak kecil sangat suka
apabila ada orang yang mengajaknya berinteraksi walaupun anak tersebut belum
sepenuhnya mengerti apa yang sedang dilakukannya. Interaksi dengan orang
tua maupun orang lain yang ada disekitarnya adalah hiburan yang didapatkan oleh
anak-anak.
Interaksi
ini terjadi dalam bentuk pembicaraan, permainan, atau hanya sebatas senyuman.
Interaksi yang dilakukan akan membuat anak-anak merasa bahagia dan nyaman
dengan apa yang sedang dilakukannya. Pada dasarnya, apa yang dibutuhkan oleh
anak-anak adalah rasa aman dan nyaman untuk melakukan berbagai hal yang disukai
tanpa harus merasa khawatir akan adanya ancaman ataupun gangguan dari orang
lain. Jadi tidak heran jika anak-anak sering menangis atau marah jika ada yang
mengganggu ketika sedang melakukan interaksi dengan orang lain atau sekedar
bermain dengan benda-benda yang ada disekitarnya.
Sebagian
besar masa anak-anak umumnya dilakukan dengan bermain dengan teman-teman sebayanya
atau dengan mainan anak-anak yang
tersedia. Masa anak-anak adalah masa awal pertumbuhan dan perkembangan sistem
motorik anak. Sistem motorik anak terbentuk dari apa yang dilakukan anak sejak
kecil. Permainan yang dilakukan oleh anak-anak secara tidak langsung akan
mempengaruhi kemampuan motorik anak karena dari permainan yang dilakukan itulah
logika dan cara berpikir anak akan terbentuk. Semakin rumit permainan yang
dilakukan, maka akan semakin terasah kemampuan motorik anak. Hal ini bisa
dilihat dari anak yang suka bermain cenderung akan lebih mudah mengatasi
masalah dari pada anak yang jarang bermain.
Dari
permainan yang dilakukan, anak akan menemukan masalah dan solusi yang bisa
diterapkan pada kehidupannya nanti. Dalam hal ini, teman sebaya dan mainannya
sangat mempengaruhi perkembangan sistem motorik anak. Bahkan sebenarnya mainan
anak-anak tidak pernah lepas dari kehidupan anak. Walaupun anak-anak sering
menghabiskan sebagian besar waktunya untuk pergi bermain dengan teman-teman
sebaya atau teman-teman yang ada di lingkungan tempat tinggalnya, mereka tetap
membutuhkan mainan untuk melengkapi kegiatan bermainnya. Banyak anak-anak yang
memiliki berbagai jenis mainan karena mereka memiliki imajinasi yang
berbeda-beda terhadap berbagai jenis mainan yang dimilikinya.
Orang
tua adalah orang yang paling bertanggungjawab terhadap mainan anak-anak. Orang
tua harus memberikan pengawasan kepada anaknya agar dapat bermain sewajarnya
sehingga tidak merugikan orang lain. Dan sudah menjadi kewajiban pula orang tua
memberikan mainan anak-anak sebagai hiburan dan media untuk menyalurkan bakat
dan imajinasinya. Bagi Bunda yang ingin membelikan anak mainan, sebaiknya perlu
memperhatikan beberapa hal berikut ini agar mainan dapat memberikan manfaat
bagi anak tercinta:
1.
Pilih Mainan
Anak-Anak Yang Tidak Berbahaya
Fungsi dari mainan anak-anak adalah untuk memberikan
hiburan sekaligus sebagai media untuk mengekspresikan diri. Dengan pertimbangan
inilah Bunda harus teliti sebelum membelikan mainan untuk anak-anak. Mainan
yang baik adalah mainan yang tidak berbahaya dan tidak memiliki potensi yang
membahayakan. Banyak sekali jenis mainan anak-anak yang dijual di toko mainan
anak, jadi Bunda harus turut memilihkan mainan yang tidak berbahaya. Mainan
yang tidak berbahaya adalah mainan yang terbuat dari bahan yang aman, tidak
mengandung unsur-unsur kimia yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan
anak. Mainan yang terbuat dari bahan berbahaya seperti bahan yang mengandung
unsur kimia, berisi cairan berbahaya atau racun, dan bahan yang mudah terbakar
sangat berbahaya bagi anak-anak yang belum mengerti sepenuhnya tentang
barang-barang yang berbahaya disekitarnya. Anak-anak tumbuh dengan rasa ingin
tahu yang sangat tinggi.
Anak-anak sering melakukan berbagai eksperimen dengan
mainan yang dimilikinya. Banyak sekali kasus anak yang hampir meregang nyawa akibat
mainan yang dimilikinya. Hal ini karena tingginya tingkat rasa ingin tahu
anak dan rendahnya tingkat kualitas mainan anak. Anak-anak sering melempar,
menggosok, bahkan menggigit mainan yang dimilikinya. Mainan anak yang baik
adalah mainan yang tahan terhadap perbuatan yang sering dilakukan oleh anak
yang sering memaksakan sesuatu. Pilih mainan anak yang terbuat dari bahan
berkualitas tinggi seperti tidak mengandung unsur kimia yang membahayakan,
tidak mudah terbakar, tidak memiliki aluran listrik bertegangan tinggi,
memiliki bentuk yang tidak tajam dan tahan lama. Walaupun memiliki harga yang
relatif lebih mahal dari pada mainan biasa, namun faktor keselamatan anak
menjadi prioritas yang harus diutamakan. Bunda harus memberikan fasilitas
mainan anak yang tidak berbahaya dan berpotensi untuk mencederai anak.
2. Pilih Yang Bisa Menunjang Minat dan
Bakatnya
Mainan anak-anak memiliki berbagai jenis pilihan yang
ditawarkan. Sebagai orang tua, Bunda harus mengetahui bakat dan minat yang ada
di dalam diri anak sebelum memutuskan untuk membeli mainan anak. Bakat dan
minat anak bisa dilihat sejak anak berumur 3 sampai 7 tahun. Dari berbagai
kebiasaan yang sering dilakukan oleh anak, Bunda sudah bisa mulai memetakan apa
yang menjadi minat dan bakat yang sesuai dengan anak karena mainan anak sangat
berpengaruh terhadap bakat dan minat yang dimiliki oleh anak. Banyak
orang-orang dengan nama besar memiliki kemampuan luar biasa karena keahliannya
terasah oleh permainan yang sering dilakukan sejak kecil.
Permainan yang dilakukan secara tidak langsung telah
mengasah kemampuannya dalam sebuah bidang yang memang sudah menjadi
kesukaannya. Untuk itulah Bunda pun perlu untuk menganalisa apa yang menjadi
minat dan bakat anak. Jika Bunda sudah mengetahui kemampuan, minat dan bakat
anak maka mainan anak dapat disesuaikan dengan apa yang menjadi kesukaan anak.
Jika anak menyukai hal-hal yang berkaitan dengan seni, tidak ada salahnya untuk
memberikan mainan yang bisa mengasah bakatnya dalam dunia seni. Walaupun anak
tidak memiliki bakat di dunia seni, dengan minat yang dimilikinya anak dapat
mengasah kemampuannya dan akhirnya benar-benar menemukan bakat terpendem di
dalam dirinya. Tentunya ini akan menjadi sarana belajar yang efektif bagi anak
karena jika anak menyukai mainan yang dimiliki maka kegiatan belajar bisa
berjalan secara alami tanpa adanya paksaan untuk melakukan. Dengan demikian
anak juga dapat menghargai mainan yang Bunda berikan dengan cara merawat dan
menggunakannya sebaik mungkin. Ada sebuah keterikatan antara anak dan mainannya
sehingga secara tidak langsung Bunda sudah mengajarkannya untuk merawat
sesuatu. Hal ini tentunya berbeda jika Bunda memberikan mainan yang tidak
sesuai dengan bakat dan minatnya. Anak akan cenderung berbuat seenaknya sendiri
terhadap mainan yang dimilikinya dengan merusak atau bahkan tidak menggunakan
mainan yang telah diberikan.
3. Pilih Mainan Edukatif
Dalam dunia anak ada berbagai jenis mainan yang
memiliki berbagai fungsi. Walaupun pada dasarnya mainan anak-anak ditujukan
sebagai media hiburan, namun masih banyak berbagai jenis mainan anak yang
memiliki fungsi selain sebagai media hiburan. Banyak sekali berbagai jenis
mainan anak yang juga memberikan nilai edukasi kepada anak-anak. Mainan ini
tentunya sangat direkomendasikan bagi orang tua yang akan membeli mainan baru
untuk anaknya. Selain menyenangkan, mainan edukasi juga dapat memberikan
pengetahuan kepada anak. Mainan yang bersifat edukatif bisa mengasah kemampuan
otak anak. Mainan ini bisa menjadi solusi bagi orang tua yang memiliki anak
yang suka sekali bermain dari pada belajar. Beberapa jenis mainan anak-anak
yang edukatif seperti Lego, Jenga, Flash Card,
Puzzle dapat membantu memberikan pelajaran yang
berbeda kepada anak. Jenis mainan tersebut selain dapat memberikan edukasi,
juga dapat merangsang kreativitas dan imajinasi anak. Dengan bermain dengan
mainan yang memiliki nilai edukasi, anak tidak hanya mendapatkan hiburan tetapi
juga menemukan masalah yang harus diatasi dengan mencari solusi yang tepat.
Dengan demikian anak akan merasa tertantang dan akhirnya dengan dukungan dari
rasa ingin tahu yang dimiliki secara tidak langsung anak sudah dapat menemukan
solusi dan memecahkan permasalahan kecil yang ditemui dalam kehidupannya.
Dengan memberi mainan yang edukatif maka kemampuan otak anak akan lebih cepat
berkembang. Mainan edukatif pun tidak hanya sebatas dengan mainan yang dapat
mengasah kreativitas dan imajinasi anak. Mainan edukatif lain seperti Monopoli
dapat membantu anak untuk mengatur dan mengelola apa yang dimilikinya. Jenis
mainan edukatif seperti ini secara tidak langsung memberikan pelajaran bagi
anak bagaimana mengelola sesuatu dan mengasah kemampuan untuk berpikir ke
depan. Kemampuan manajemen anak akan diuji dalam mainan seperti ini. Dan yang
tidak kalah penting, jenis mainan seperti ini dapat memberikan pelajaran mengenai
kejujuran dan kekalahan. Anak akan bisa belajar untuk menerima kekalahan dalam
sebuah permainan dan menjunjung tinggi arti sportivitas dengan bermain dengan
jujur dan sesuai aturan.
4. Sesuaikan Mainan Dengan Umur Anak
Anak-anak
selalu mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Dengan demikian, kebutuhan dan
kemampuan anak pun selalu meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai orang tua
harus jeli dalam memberikan mainan kepada anak-anak. Mainan yang baik adalah
mainan yang sesuai dengan umur anak. Mainan balita tentu sangat berbeda dengan
mainan anak-anak karena kemampuan dan kebutuhan antara balita dan anak-anak pun
berbeda. Orang tua harus memberikan mainan yang tepat kepada anak sesuai dengan
umur anak. Sebenarnya dalam setiap mainan anak selalu ada label peringatan yang
berisi aturan pakai dan juga ketentuan umur anak yang diperbolekan untuk
menggunakan mainan tersebut. Memberikan mainan yang sesuai dengan umur anak
ditujukan demi keselamatan anak. Balita tentu tidak diperbolehkan untuk bermain
dengan mainan anak yang lebih tua dari usianya karena dapat membahayakan balita
itu sendiri. Bentuk, bahan, volume dan kondisi mainan anak-anak berbeda satu
sama lain karena telah disesuaikan agar keselamatan anak terjamin. Selain itu,
fungsi mainan pun berbeda. Selain ditujukan untuk hiburan, mainan anak-anak
memiliki kerumitan yang lebih kompleks karena berfungsi untuk meningkatkan
kreativitas dan sistem motorik. Sedangkan mainan balita cenderung ditujukan
untuk menghibur balita agar indera pendengaran, penglihatan dan penciuman dapat
terus terasah dan peka terhadap kondisi disekitar. Ini menjadi pertimbangan
penting sebelum membeli mainan anak-anak.


No comments:
Post a Comment