MEMILIH MAINAN YANG
AMAN UNTUK SI KECIL
![]() |
| MEMILIH MAINAN YANG AMAN UNTUK SI KECIL-PASIR KINETIK |
Mainan memang jadi benda yang
menyenangkan bagi anak, tapi bila tidak berhati-hati mainan bisa jadi bahaya
yang mengancam. Ada lebih dari 250.000 cedera disebabkan karena mainan. Dari
keseluruhan jumlah ini, sekitar sepertiganya melibatkan anak di bawah usia 5
tahun.
Tips Memilih Mainan yang Aman untuk
Anak
Agar anak tetap aman, ikuti panduan
berikut dalam memilih mainan:
1. Pilih mainan
sesuai usia. Kebanyakan mainan memiliki stiker yang
menunjukkan usia yang direkomendasikan, ini bisa digunakan sebagai rujukan
dalam proses pemilihan. Bersikap realistis ya Bun tentang kemampuan anak dan
tingkat kematangannya ketika memilih mainan. Mainan yang memiliki bagian kecil,
misalnya, tidak akan cocok untuk anak usia di bawah 4 tahun, bahkan beberapa
anak usia 6 tahun belum bisa memainkannya. Bila anak usia 3 tahun masih
memasukkan benda ke mulut, tunggu lebih lama untuk memberinya mainan dengan
bagian yang kecil.
2. Pilih mainan
yang dibuat dengan baik. Mainan bekas dari kerabat atau
saudara kandung, atau mainan yang dibeli di toko barang bekas bisa jadi sudah
usang dan kadang berbahaya. Periksa semua mainan si kecil, yang baru maupun
bekas, perhatikan bagian kancing, baterai, pita, mata, butiran dan komponen
plastik yang bisa mudah terkunyah atau terlepas. Pastikan ekor pada boneka
binatang dan jahitan pada tubuhnya cukup kuat. Bagian boneka lain harus
menempel dengan aman. Pastikan tidak ada bagian pinggir berbahaya dan cat tidak
mengelupas.
3. Hingga anak
berusia 3 tahun, komponen mainan harus lebih besar dari mulutnya untuk mencegah
kemungkinan tersedak. Untuk menentukan apakah mainan
memiliki risiko tersedak, sesuaikan dengan lubang pada gulungan tissu toilet.
Bila mainan atau komponennya bisa masuk ke bagian silindernya, berarti tidak
aman.
4. Pastikan
anak siap secara fisik. Misalnya,
banyak orang tua yang p memberikan sepeda satu ukuran lebih besar agar tidak
perlu membeli sepeda baru di tahun berikutnya. Taktik ini bisa memicu cedera
serius bila anak tidak memiliki kemampuan fisik untuk mengontrol sepeda yang
lebih besar.
5. Hindari
balon. Balon mungkin jadi bagian dekorasi yang disukai
anak tapi lateks pada balon jadi bahaya tersedak pada anak. Ketika termakan,
bagian balon bisa menyumbat jalan udara dan anak tidak bisa bernafas.
6. Jangan pilih
mainan yang berat. Apakah anak akan terluka bila mainan
jatuh di atas tubuhnya? Jika ya, jangan pilih mainan itu.
7. Jangan pilih
mainan dengan panjang kabel lebih dari 12 inci. Kabel juga
bisa dengan mudah membelit leher anak dan menyebabkan tercekik. Ketika bayi
sudah bisa memanjat dengan tangan dan lututnya, pindahkan mainan gantung dari
tempat tidurnya. Berhati-hati juga dengan mainan si kakak, misalnya mainan
dapur mini yang dilengkapi telepon yang memiliki kabel dan berpotensi
bahaya.
8. Hindari mainan
dengan magnet kecil. Magnet ukuran kecil sering digunakan
pada mainan dan bisa terlepas lalu tertelan oleh anak. Dua atau lebih magnet
yang tertelan (atau magnet dan benda logam lainnya) bisa saling menarik di
dinding usus, memelintir usus dan menyebabkan lubang, sumbatan, infeksi atau
kondisi lebih parah bila tidak diketahui dan diatasi dengan baik.
9. Waspadai
mainan beracun. Meski mainan terlihat aman, Anda perlu pastikan
tidak terbuat dari bahan kimia yang bisa membahayakan anak. Phthalates,
digunakan untuk membuat plastik lebih fleksibel dan tahan lama, dan bahan kimia
ini ditemukan di banyak mainan. Cadmium, timbal, merkuri,
dan arsenik jadi bahan kimia lain yang bisa Anda temukan pada mainan mulai dari
boneka yang lembut hingga action figure.
Intinya nihh Bunda, Anda sebagai pembeli harus jeli saat memilih mainan untuk anak, tidak hanya tentang keamanannya tapi juga kualitas bahan dan senyawa racun yang ada di dalamnya. Jadi selain secara teratur memonitor mainan anak di rumah, Anda perlu perhatikan kualitas bahan dari mainan yang dimiliki anak. Kini mulai banyak pabrik mainan organik yang memproduksi mainan yang bebas racun untuk anak. Bila ragu, langsung hubungi pabrik pembuat dan tanyakan bahan apa yang mereka gunakan. Baca label pada mainan dan ajukan pertanyaan tentang di mana dan bagaimana mainan dibuat.
Tips tambahan untuk menemukan mainan yang aman:
1.
Beli mainan dari kain atau kayu
alami, bukan plastik. Bila ingin membeli teether, cari
yang bebas BPA dan phthalates (kain
yang beku jadi teether alami yang baik untuk anak).
2.
Hindari mainan yang terbuat dari
plastik PVC, yang sering mengandung timbal dan phthalates.
3.
Jangan biarkan anak bermain
perhiasan dan kosmetik.
4.
Gunakan kembali benda di rumah
sebagai mainan (gelas takar, mangkok stainless, atau kotak
kardus). Berkreasilah dalam menggunakannya di rumah sebagai mainan untuk anak.
5.
Beli mainan sederhana dengan
kualitas bagus yang mendorong permainan imajinatif seperti
balok kayu atau buku.
Setelah membeli mainan yang aman, penting untuk memastikan anak tahu cara memainkannya. Cara terbaik adalah dengan mengawasi saat ia bermain. Bermain bersama anak berarti mengajarkannya bagaimana bermain sambil bersenang-senang. Orang tua perlu:
1. Mengajarkan
anak membereskan mainan.
2.
Memeriksa mainan untuk memastikan
tidak ada yang rusak.
3.
Membuang mainan yang rusak atau
segera memperbaikinya.
4. Menyimpan
mainan yang digunakan di luar ruangan ketika tidak digunakan agar tidak
terpapar hujan atau panas.
Pastikan juga mainan tetap dalam kondisi bersih. Beberapa mainan plastik bisa mudah dibersihkan tapi baca arahan pabrik lebih dulu. Pilihan lain dengan mencampur sabun antibakteri atau deterjen pencuci piring dengan air panas dalam botol semprot lalu gunakan untuk membersihkan mainan dan bilas setelahnya. Banyak benda bukan mainan yang disukai anak. Jadi, penting untuk menjauhkan anak dari:
1. Kembang api
- Korek api
- Gunting yang tajam
Oh iya Bunda, tidak banyak orang yang serius menanggapi peringatan racun
pada mainan anak. Tidak seperti bahaya yang jelas ada pada kembang api atau
bahan pembersih beracun, komponen racun pada mainan anak tersembunyi di balik
warna boneka yang indah, cahaya lampu yang terang, dan suara nyaring dari
mainan remote control.
Zat-Zat Bahaya Yang Tersembunyi
Dalam Mainan Anak
Timbal, logam, serta partikel berukuran kecil mudah masuk ke tubuh anak.
Bahan kimia dan logam ini mudah mencemari anak ketika masuk ke mulut,
pencemaran juga bisa melalui tangan. Anak kecil memiliki organ yang sedang
berkembang yang rentan pada bahaya timbal dan senyawa kimia lain. Anak kecil
menyerap racun ini lebih cepat dibanding orang dewasa. Di antara logam dan bahan kimia berbahaya pada mainan
adalah phthalates yang jadi agen pelunak yang ditemukan pada produk vinyl.
Phthalates biasa ditemukan pada PVC, karenanya sebagian negara kini melarang
penggunaan PVC pada produk anak.
Bahan kimia lain yang perlu diwaspadai adalah senyawa karbon sintetis
bisphenol A atau BPA. BPA digunakan pada banyak komponen untuk membuat botol
susu, bertindak sebagai estrogen dan bisa menyebabkan efek negatif pada tubuh
ketik terserap dalam jumlah besar. Beberapa
negara seperti Kanada dan Uni Eropa memilih untuk melarang penggunaan bahan
kimia ini, sedang negara lain seperti Amerika masih mempelajari efeknya pada
anak kecil.


No comments:
Post a Comment