![]() |
| MENYEHATKAN OTAK ANAK MELALUI PERBAIKAN POLA MAKAN |
MENYEHATKAN OTAK ANAK
MELALUI PERBAIKAN POLA MAKAN
Di usia 1 tahun, si
Kecil sudah bisa menyantap beragam menu. Bukan hanya makanan pokok, tapi juga
beragam camilan. Bahkan beberapa anak lebih memilih camilan atau susu,
ketimbang makan besar. Menurut ahli nutrisi, dokter Saptawati Bardosono, Bunda
boleh saja memberikan camilan dan susu kepadanya. Tapi tidak bisa membuat kedua
sajian itu sebagai pengganti makanan pokok.
"Dalam sehari,
anak harus menyantap beragam makanan. Dengan pola, tiga kali makan besar, dua
kali
camilan, dan dua kali minum susu," ujar dokter Saptawati.
"Jadwal makan si Kecil juga harus berjarak. Sebaiknya camilan atau susu
diberikan 2-2,5 jam sebelum makan agar perut tidak kenyang ketika tiba jam
makan."
Sementara Ika Prasetya
Aning dan Yohanes Kristianto menulis dalam buku Jurnal Parenting, si
Kecil perlu mendapatkan asupan yang mendukung tumbuh kembang otak. Pola makan
ini disebut dengan istilah The Brainy Diet yang melibatkan
enam sumber gizi esensial, yaitu:
·
Karbohidrat
Karbohidrat merupakan
“bahan bakar” untuk otak. Karena untuk bisa berpikir dan bekerja normal, otak
memerlukan glukosa yang ada dalam karbohidrat. Bunda bisa menyajikan sarapan
untuk si Kecil dengan memberikan karbohidrat kompleks seperti: nasi (ada
baiknya nasi merah), mie, kentang, pasta, bubur ayam, oatmeal, dan sereal.
Tentunya dengan porsi yang pas baginya.
Karbohidrat kompleks
ini memiliki rantai yang lebih panjang. Sehingga proses mencernanya lambat dan
pelepasan glukosa atau energi dalam darah pun dilakukan secara bertahap
sehingga lebih lama. Karena itu, si Kecil tetap memiliki cadangan energi lebih
banyak untuk beraktivitas sepanjang hari.
·
Folat
Folat adalah jenis
vitamin B yang berfungsi sebagai nutrisi otak anak agar cerdas dan membantu
sistem susunan saraf bekerja dengan baik. Kekurangan folat bisa menyebabkan
perbagai masalah dalam perkembangan syaraf otak si Kecil. Bahkan kebutuhan
asupan folat harus dipenuhi Bunda sejak ia masih dalam kandungan. Karena itu,
pastikan Bunda selalu memberikan jenis makanan sehat bervariasi yang kaya akan
folat. Seperti: melon, pisang, jus jeruk, stroberi, lemon, bayam, asparagus,
kacang kering, kacang polong, sereal, dan nasi.
·
Lemak
Lemak merupakan “si
penyusun” otak. Dalam buku The Baby Book, Martha Sears dan
William Sears menuliskan bila 60% susunan otak manusia terdiri dari lemak.
Tahukah Bunda, minyak ikan memiliki manfaat bagi perkembangan otak sebab
berfungsi untuk menghubungkan sinyal antar sel, juga memperbaiki serta
mengganti sel-sel otak yang rusak. Bunda bisa mendapatkan omega-3 dari ikan
sarden, salmon, tuna putih, dan makarel.
·
Protein
Protein berfungsi
untuk daya ingat dan konsentrasi. Karbohidrat merupakan sumber energi, namun
seiring dengan padatnya aktivitas si Kecil, karbohidrat yang diserap tubuh akan
semakin berkurang sehingga menyebabkan ia kehilangan konsentrasi. Untuk itulah,
dia membutuhkan sumber protein agar tetap bisa berkonsentrasi.
Penuhi kebutuhan
protein si Kecil sebagai bahan baku untuk pertumbuhan zat kimia di dalam otak
yang berfungsi untuk mengendalikan daya piker kritis, ingatan, dan fokusnya.
Karena itu Bunda harus perhatikan porsi makan anak dengan seporsi makanan sehat
lengkap karbohidrat dan protein, yang bisa didapatkan dari kacang-kacangan,
telur, daging, dan susu.
·
Zat Besi
Zat besi berguna untuk
rentang perhatian. Si Kecil butuh cukup zat besi untuk menghasilkan hemoglobin
atau sel darah merah yang berguna mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh,
termasuk otak. Selain itu, zat besi memiliki efek khusus bagi neurotransmitter,
yang berfungsi mengatur rentang daya perhatian otak. Kurang zat besi berakibat
kurang baik pada area otak yang berperan dalam pembentukan perilaku dan
kemampuan kognitif. Untuk sumber zat besi ini, Bunda memperoleh dari gandum,
sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan, daging, ungags, dan sereal pasta.
·
Air
Air berfungsi untuk
menjernihkan pikiran. Bunda. Karena itu hati-hati bila si Kecil terkena
dehidrasi. Sebab ia bisa mengalami pusing dan kelelahan akut, sehingga bisa
merusak daya konsentrasi dan proses belajarnya. Dalam sehari, sebaiknya Bunda
membiasakannya minum air putih 5-6 gelas perhari. Tambah porsi minum air bila
ia lebih banyak beraktivitas di luar ruangan. Pilihlah air putih atau jus buah
murni untuk dia, ya Bunda. Hindari minuman bersoda karena akan membuatnya terkena
dehidrasi.


No comments:
Post a Comment