Obesitas (kegemukan) pada anak adalah kondisi
dimana terjadi penumpukan lemak yang berlebihan di bawah kulit atau jaringan
lainnya di dalam tubuh anak yang diakibatkan karena jumlah kalori masuk lebih
besar dari pada jumlah kalori yang dikeluarkan oleh tubuh anak. Biasanya
obesitas pada anak terjadi saat anak umur 2 (dua) sampai dengan saat ia berumur
19 tahun. Beberapa penyebab obesitas:
![]() |
| Cara menghitung berat badan ideal anak |
1.
Faktor keturunan. Bila kedua orang
tuanya menderita obesitas, anak juga dapat beresiko mengalami obesitas.
2.
Tidak tercukupinya Air Susu Ibu
(ASI) saat sang masih balita hingga berumur 2 tahun.
3.
Kurangnya aktivitas atau gerak saat
masa pertumbuhan berlangsung. Hal ini berarti anak tidak hanya banyak menghabiskan
aktivitas dengan duduk, diam di rumah atau sekedar bermain game saja.
4.
Anak terlalu sering mengkonsumsi
makanan cepat saji (fastfood) atau soft drink yang mengandung lemak dan
gula yang tinggi yang mengakibatkan lemak terus bertambah dan mengendap dalam
tubuh sang anak. Oleh karena itu, peranan orang tua dalam mengontrol penyebab
utama timbulnya obesitas pada anak ini sangat lah diperlukan mulai dari
kelahiran sampai masa pertumbuhan dari sang anak itu sendiri.
Nahh.. demikian sedikit informasi mengenai
penyebab obesitas. Lalu bagaimana pencegahannya??
1.
Selalu memberikan Air Susu Ibu (ASI)
atau ASI eksklusif sejak lahir hingga 6 bulan dan kemudian melanjutkannya
hingga anak berusia 2 tahun. Anak yang diberi ASI eksklusif dan ASI dalam jagka
waktu yang lebih lama memiliki risiko obesitas yang lebih rendah dibandingkan
anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif dan hanya mendapatkan ASI dengan
waktu singkat.
2.
Mengontrol pola makan sang anak
dengan mengurangi makanan mengandung lemak dan kalori tinggi. Untuk itu
mengatur gizi sehat sang anak adalah salah satu cara mencegah terjadinya
obesitas pada sang anak itu sendiri.
3.
Merangsang dan sedikit memberikan
kebebasan aktivitas pada sang anak, untuk melakukan aktivitas aktif agar
mendukung terjadinya pembakaran lemak pada anak.
4.
Mengurangi untuk memberikan
makanan cepat saji (fastfood) dan selalu membiasakan agar anak setiap pagi
selalu sarapan dirumah daripada jajan diluar rumah
5.
Melatih dan membiasakan sang untuk
melakukan puasa sesuai dengan umur dan kemampuan fisik anak. Hal ini
dimaksudkan untuk melatih sang anak merasakan lapar dan menghindari masuknya
asupan makanan secara terus menerus tanpa adanya penolakan dari sang anak itu
sendiri.
Ngomong-ngomong soal Obesitas, apakah Bunda
tau?? Berat badan ideal pada bayi atau balita dapat dihitung dimana sesuaikan
juga jenis kelamin, anak laki-laki dan perempuan berbeda. Menurut WHO yang
disebut berat badan ideal untuk usia 3 bulan adalah yang masuk dalam range 5,1
kg - 8,0 kg dan untuk anak 3 tahun adalah 11,4 kg - 18 kg.
Adapun cara menghitung berat badan ideal bayi adalah:
1.
Untuk anak dibawah 12 bulan : BBI
= (n : 2) + 4 atau (umur (bln) : 2 ) + 4
2.
Untuk anak 1-10 thn : BBI = (2 x
n) + 8 atau (2 x umur (thn)) + 8
Yang perlu diperhatikan dalam menghitung adalah:
Anak balita usia 2 tahun 10 bulan, berarti
ditulis dengan n = 2,10 dan selanjutnya dikali dengan 2 (sebagaimana rumus
2n) jadi hasilnya adalah 4,20. Hasil ini jangan langsung ditambah
dengan 8, karena 4,20 diartikan 4 tahun 20 bulan, 20 bulan artinya 1
tahun 8 bulan, jadi 4 + 1,8 = 5.8. kemudian baru ditambah dengan 8.
Maka Berat badan Idealnya adalah 13,8 kg.


No comments:
Post a Comment