MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Monday, February 20, 2017

Faktor penentu pertumbuhan bayi

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bayi kurus adalah kondisi di mana bayi lahir dengan berat badan rendah (kurang dari 2500 gram). Suatu studi mengungkapkan bahwa lebih dari 20 juta bayi di seluruh dunia lahir dengan kondisi kurus, dan jumlah kasus bayi kurus di Indonesia masih tergolong tinggi. Bagaimana bisa terjadi?? Apa penyebabnya??

1. Usia ibu saat hamil
Usia ibu saat hamil mampu menggambarkan kondisi kesiapan sistem reproduksinya untuk menanggung beban tambahan dalam tubuhnya (berat si janin). Jika dilihat dari sisi psikologis,  usia ibu hamil yang cukup (usia 20-35 tahun) akan lebih memperhatikan perawatan yang harus dilakukan agar melahirkan bayi yang sehat.

2. Pendidikan ibu
Meskipun berpengaruh secara tidak langsung, namun sering kali semakin tinggi tingkat pendidikan seorang calon ibu, semakin banyak informasi yang akan didapatkan untuk mempersiapkan kehamilannya agar kelak melahirkan bayi yang sehat.


3. Usia kehamilan saat melahirkan (prematur)
Dijelaskan dalam Nutrition Policy Paper, usia kehamilan yang kurang dari 37 minggu meningkatan potensi penyebab bayi kurus. Hal ini dikarenakan semakin pendek usia kehamilan seorang ibu, maka semakin singkat masa pertumbuhan janin tersebut dalam kandungan. Sehingga menyebabkan janin tumbuh kurang sempurna.

4. Status gizi ibu
Suatu penelitian di Jawa Barat mengungkapkan bahwa ibu hamil dengan Lingkar Lengan Atas (sering kali dijadikan indikator gizi seseorang) kurang dari 23,5 cm berisiko 2 kali lebih besar untuk melahirkan bayi kurus, jika dibandingkan dengan ibu hamil yang Lingkar Lengan Atasnya lebih dari 23,5 cm (batas normal). Hal tersebut juga berlaku untuk ibu sebelum hamil. Penelitian lain mengungkapkan bahwa ibu dengan Lingkar Lengan Atas yang kurang dari batas normal sebelum hamil, berisiko 4 kali lebih besar akan melahirkan bayi kurus.

5. Jenis kelamin. Suatu penelitian di Sri Lanka mengungkapkan bahwa berat badan bayi laki-laki 58 gram lebih berat ketimbang berat badan bayi perempuan. Beberapa kali hal ini mulai tampak pada kehamilan berusia 24 minggu.

Apa bahayanya kalau bayi kurus?
Berat bayi lahir adalah fase yang penting bagi seorang bayi. Fase ini merupakan faktor penentu pertumbuhannya selanjutnya. Secara tidak langsung, kondisi bayi saat lahir kurus akan berdampak sebagai berikut:

1. Apabila tidak meninggal pada awal kelahiran, bayi kurus akan memiliki risiko tumbuh dan berkembang lebih lambat dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan berat badan normal.
2. Seseorang dengan riwayat bayi kurus akan mempunyai faktor risiko tinggi untuk terjadinya hipertensi, penyakit jantung dan diabetes setelah mencapai usia 40 tahun.
3. Bayi kurus mempunyai daya tahan tubuh yang rendah, sehingga mudah terkena infeksi dan berisiko 17 kali lebih tinggi dari bayi normal untuk meninggal sebelum usia 1 tahun.
4. Tingkat kecerdasan bayi kurus akan lebih rendah karena adanya gangguan pada tumbuh kembang otak sejak dalam kandungan.

Apa yang dapat dilakukan jika ibu berpotensi memiliki bayi kurus?
Guna menghindari risiko pada kehamilan dan persalinan, seorang ibu diwajibkan untuk melakukan kunjungan antenatal (antenatal care) secara lengkap dan berkualitas sebanyak minimal 4 kali, serta memeriksakan diri ke dokter minimal 1 kali untuk mendeteksi ada tidaknya kelainan medis lain. Hal-hal tersebut juga tentu berlaku bagi ibu yang berpotensi akan melahirkan bayi kurus. Kunjungan-kunjungan tersebut antara lain terdiri dari:

1. Kunjungan sebelum minggu ke-16 minimal sebanyak 1 kali
2. Kunjungan antara minggu ke 24-28 minimal sebanyak 1 kali
3. Kunjungan antara minggu ke 30-32 minimal sebanyak 1 kali

4. Kunjungan antara minggu ke 36-38 minimal sebanyak 1 kali.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas