MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Friday, February 10, 2017

Mengoptimalkan perkembangan motorik halus anak

Perkembangan motorik halus sudah diawali sejak dini saat bayi mulai dapat memegang dan meraba. Ketrampilan motorik halus dipengaruhi oleh kematangan otot dan kematangan saraf. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa sesederhanapun setiap gerakan yang dilakukan anak merupakan hasil interaksi yang kompleks dari berbagai bagian tubuh dan sistem yang dikontrol oleh otak. Motorik halus ini nampak begitu pesat perkembangannya setelah usia 3 tahun (masing-masing anak tidak selalu sama laju perkembangannya). Biasanya kemampuan ini akan nampak nyata apabila anak sudah menguasai sebagian besar gerak motorik kasar.

Walaupun perkembangan motorik halus berkembang sejalan dengan perkembangan saraf dan otot, namun perkembangan motorik halus ini tidak serta merta bisa terjadi begitu saja, tanpa ada proses pembelajaran dan latihan. Di sinilah peran kita sebagai bunda sangat menentukan , karena bunda dapat menciptakan lingkungan dan suasana yang dapat merangsang tumbuhnya ketrampilan motorik halus ini.


Beberapa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus:
1. Kesiapan anak untuk belajar baik secara fisik dan psikologis, disini anak harus disiapkan untuk fokus. Hal yang dapat dilakukan bunda adalah sebelum berlatih melalui bermain, ajaklah anak untuk mengenali suatu latihan dan proses belajarnya, misal dengan kata: "Angel, bunda punya permainan di atas meja, mari kita lihat", dll. Dengan demikian anak akan tahu kalau dia akan bermain sesuatu hal, sehingga mereka akan menyiapkan fisik dan mentalnya.

2. Kesempatan berlatih.
Dalam hal ini, sangat besar peranan orang tua, karena orang tua harus menyiapkan waktu luang dan memberi kesempatan anak untuk mempunyai kebebasan. Berilah kepercayaan kepada anak. Misalnya dengan perkataan: "Angel, bunda lihat kamu sudah memegang kuasnya, coba sekarang kamu oleskan di kertasnya". Banyak anak yang tidak mendapat kesempatan ini karena orang tua terlalu protektif, sehingga kesempatan berlatih tertutup karena orang tua terlalu sayang sehingga takut anak cedera seperti tertusuk dsb, takut rumah nya kotor, dll.

3. Orang tua memberikan contoh yang benar.
Peran bunda sangatlah besar dalam memberi contoh, di sini bunda harus memberi contoh yang benar dan jangan lupa komunikasikan dengan anak menggunakan bahasa yang sederhana dan diucapkan  dengan bahasa yang benar. Misalnya bunda memberi contoh makan: "Angel, mari kita makan bersama-sama” kemudian sendoklah makanan dan makanannya dimasukkan ke mulut, kunyah dan telan. Ulangi contoh ini berulang-ulang sehingga anak mampu memahami konsep  cara makan.

4. Respon positif dan motivasi.
Respon positi sangat berarti bagi anak, respon positif diberikan kepada anak saat dia mampu melakukan latihan dengan baik. misalnya: "Iya Angel, teruskan mencari mainannya. Ayo buka kotaknya dan coba temukan mainannya” dll.

5. Setiap ketrampilan harus dipelajari dengan khusus.
Setiap kemampuan motorik halus memerlukan kemampuan koordinasi otot-otot kecil dan kematangan syaraf tersendiri, seperti memegang pensil berbeda dengan kemampuan memegang sendok atau memegang gunting. Maka bunda wajib melatih satu ketrampilan motorik halus secara khusus.

6. Cara mempelajari ketrampilan motorik halus harus satu demi satu. Di sini kesabaran bunda dituntut, jangan sampai anak dibuat bingung karena diperkenalkan beberapa ketrampilan sekaligus. Bunda harus melatih ketrampilan satu demi satu, sehingga anak akan fokus dan mendapatkan pemahaman mengenai kemampuan tersebut dan mahir melakukan ketrampilan tersebut sebelum berpindah ke ketrampilan yang lain.


Perkembangan motorik halus juga bisa digunakan sebagai salah satu deteksi taraf kecerdasan anak, khususnya di awal usia anak dan di tahun-tahun pertama, ketika anak belum bisa diajak berkomunikasi secara verbal.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas