Hello Bunda..
Masih sering
menemui anak berusia di atas 4 tahun yang masih mengompol kalo tidur di makam
hari?
Bagaimana cara
menanggulanginya?
Mengompol
dibedakan menjadi 2 yaitu mengompol yang terus menerus dan dulunya sudah tidak
mengompol tetapi tiba-tiba mengompol lagi. Di sini kita perlu memperhatikan di
kelompok manakah anak kita termasuk di dalamnya, karena penyebab dan penanganannya
tentu saja berbeda.
1. Mengompol yang terus menerus
Mengompol sejak
lahir berkelanjutan sampai dengan anak berusia di atas 4 tahun. Mengompol ini disebabkan
karena telambatnya mekanisme kontrol buang air kecil dan juga disebabkan oleh
kegagalan maupun ketidak konsistenan orang tua dalam melatih kemampuan anak
dalam menahan dan membuang air kecil. Berdasarkan kasus-kasus yang sering saya
terima dan amati adalah karena:
a. Orang tua
tidak tega membangunkan anaknya di malam hari, karena takut anak terkurangi
waktu tidurnya.
b. Orang tua
terlalu lama membiasakan anak memakai pampers sehingga anak berfikir kalo
kepingin buang air kecil , langsung aja kencing di pampers . Dalam hal ini anak
tidak akan terlatih untuk menahan air seninya, dan juga tidak terlatih untuk
mengkomunikasikan keinginan untuk buang air kecil kepada bunda atau orang
dewasa lain.
c. Orang tua
kurang sabar dan kurang konsisten melatih, sehingga anak mendapat pemahaman
bahwa latihan ini sebenarnya tidak diperlukan, dan anak berlatih mengambil yang
paling gampang dilakukan. dll.
2. Mengompol tidak berlangsung terus menerus.
Mengompol muncul
lagi setelah anak tidak mengompol minimal selama 3 bulan. Mengompol dalam
klasifikasi ini sering disebabkan oleh adanya stress atau krisis emosional yang
menyebabkan anak merasa cemas. Penyebab bisa bermacam-macam, misalnya:
a. Kelahiran
adik. dalam hal ini anak merasa tersisihkan, sudah tidak disayang lagi ataupun tidak ada perhatian lagi dari orang tua.
b. Sakit
ssehingga anak merasa tidak nyaman.
c. Pindah rumah,
biasanya anak merasa kehilangan teman-teman lamanya, dsb.
d. Masuk
sekolah, merasa tidak bebas, dahulu di rumah menjadi pusat perhatian dan
cenderung apa keinginannya dituruti sekarang ada aturan , juga merasa tidak
aman karena ada teman yang baik atau yang tidak baik, dll.
e. Konflik, baik
dengan saudara, teman, orang tua atau orang lain yang mengganggu emosi anak.
f. Masalah di
anatara orang tua, anak merasa tidak aman karena pertengkaran orang tua , dll
Langkah - langkah yang bisa kita lakukan untuk
pencegahan:
1. Jangan
mengabaikan dan juga jangan terlalu
keras dalam melatih proses menahan dan membuang air kecil. Karena kalau terlalu
keras misal dengan membentak atau mengancam seperti: "Ibu tidak menemani
kamu kalau tidak kencing sekarang", dll) akan membuat anak cemas dan ini
akan tidak akan membantu memperbaiki keadaan.
2. Latihan
menahan dan membuang air kecil lebih baik dilakukan saat anak berusia 18 bulan,
di mana di usia tersebut anak sudah dapat menahan air seni selama 2 jam. Anak
secara teratur diajak ke kamar mandi, sehingga anak akan mendapatkan pemahaman
bahwa bila mereka ingin buang air kecil
, mereka akan melakukannya di kamar mandi.
Lalu.. Apabila Anak sudah telanjur mengompol , apa
yang harus dilakukan:
Di sini yang
diperlukan adalah ketenangan dan kesabaran bunda. Langkah-langkah yang perlu dilakukan
adalah sebagai berikut:
1. Membatasi
minum anak setelah jam 6 sore.
2. Mengajak dan
melatih anak ke kamar mandi dan buang air kecil sebelum tidur. Lakukan ini
secara rutin dan konsisten sehingga anak mempunyai kebiasaan kencing terlebih
dahulu sebelum tidur.
3. Memperhatikan
pola mengompol di malam hari, misalnya setelah 3 jam tidur anak mengompol, maka
bunda akan membangunkan anak setelah anak 2,5 jam tidur dan mengajaknya ke
kamar mandi untuk melakukan buang air kecil. Kemudian biarkan anak meneruskan
tidurnya. Lama kelamaan anak akan bangun sendiri untuk kencing di malam hari tanpa
harus dibangunkan . Yang perlu diperhatikan adalah kesabaran, ketelatenan,
kesediaan berkorban tenaga dan terganggunya waktu tidur bunda, serta sikap yang
lemah lembut dan bahasa yang halus, misal: "Reva, ayo bangun sayang, kita
kencing dulu yuk". dll.
4. Beri pujian
bila anak berhasil tidak mengompol.
5. Khusus untuk
anak yang mengompol karena adanya stress, maka bunda seyogyanya melakukan
terlebih dahulu proses penurunan stress anak dengan mengajak berbicara atau
bercerita selama 10-15 menit sebelum tidur. hal ini diperlukan agar anak merasa
aman , nyaman dan yakin kalau bunda
memperhatikannya, maka tidurnya akan tenang.
Apabila hal-hal di atas sudah dilakukan namun belum
berhasil, maka bunda perlu melakukan beberapa hal:
1.Memberikan
hukuman, Hal ini dapat kita lakukan apabila anak sudah sekolah, hukuman di sini
tentunya bukan dilihat dari beratnya, tetapi latihan bertanggung jawab terhadap
akibat dari kebiasaannya mengompol. dan pemberian hukuman juga dilakukan dengan
pemberian pengertian kepada anak dan dilakukan dengan intonasi biasa dan
pemilihan kata yang tepat dan tetap menumbuhkan motivasi. Misalnya: "Reva,
ayuk kita mengangkat sprei tempat tidur Reva dan bantu Bunda menjemur kasurnya
ya", biasanya anak akan bertanya
mengapa perlu dibereskan, maka bunda perlu menjawab "karena semalam Reva
mengompol kalau tidak dibereskan nanti malam kasurnya masih basah dan Reva
tidak bisa tidur di atas kasur basah" dll.
2.Apabila dengan
berbagai cara tidak bisa menurunkan kebiasaan mengompol, bunda bisa mengajak buah
hati tercinta ke psikolog untuk mengatasi gangguan psikologis atau ke urolog
untuk bantuan medis.

No comments:
Post a Comment