MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Tuesday, February 28, 2017

Proses dan tahapan melahirkan bayi secara normal

Melahirkan normal adalah cita-cita semua bunda yang sedang mengandung. Namun seringkali bagi bunda yang sedang hamil anak pertama, melahirkan normal tanpa operasi caesar mungkin terasa menakutkan. Ketika usia kandungan sudah dekat dengan waktu persalinan, bunda dan orang sekeliling akan bersiap-siap menunggu waktu kontraksi terjadi sebagai tanda akan datangnya waktu kelahiran bayi.
Pada saat menuju kelahiran, tubuh akan secara alami memberi jalan keluar untuk bayi lahir. Otot-otot di sekitar jalan keluarnya bayi merenggang sehingga bayi dapat melewatinya.

Tahap-tahap yang terjadi saat melahirkan normal:
Tahap pertama
Selama kehamilan, serviks (leher rahim atau saluran tempat jalan keluarnya bayi dari rahim menuju vagina) dalam kondisi tertutup dan dipenuhi oleh lendir (mukus) untuk melindunginya dari infeksi. Pada tahap pertama persalinan, kontraksi membuat serviks terbuka secara bertahap. Serviks mulai melentur sehingga dapat terbuka dan melebar sampai 10 cm. Tahap ini merupakan tahap yang paling panjang dari persalinan. Dapat berlangsung selama beberapa jam bahkan hari sebelum bunda menjalani persalinan.


Fase di mana serviks mulai terbuka ini disebut dengan fase laten. Pada fase laten, bunda akan merasa kontraksi dan kadang juga tidak. Pada fase ini sebaiknya bunda makan dan minum untuk mempersiapkan energi yang akan dipakai selama proses persalinan. Jika persalinan mulai pada malam hari, sebaiknya bunda tenang dan tetap rileks. Jika bisa, gunakan waktu untuk tidur. Dan jika persalinan baru dimulai saat siang hari, cobalah untuk tetap aktif. Bergerak aktif akan membantu bayi turun ke bawah rahim dan juga membantu serviks untuk melebar.

Tahap kedua
Tahap kedua persalinan ini berlangsung dari serviks terbuka sampai bayi lahir. Ketika serviks sudah terbuka sepenuhnya, bayi akan bergerak mendorong tubuhnya ke jalan lahir menuju vagina, tempat keluarnya bayi saat lahir. Bunda harus mengejan untuk mendorong bayi bunda dan mungkin akan terasa seperti bunda ingin buang air besar. Bunda akan merasa ada tekanan dari kepala bayi mendorong tubuhnya. Hal ini membuat bunda kontraksi dan ingin mengejan. Rasakan tubuh bunda dan biarkan tubuh mengejan sebagai respon terhadap dorongan bayi. Tarik napas di antara waktu mengejan.

Bayi akan bergerak mendorong tubuhnya hingga ke vagina. Kadang mungkin di akhir kontraksi,  perjalanan bayi untuk keluar tidak berjalan mulus. Tapi jangan patah semangat yaa bunda.. Selama bunda merasakan bayi bergerak mendorong tubuhnya, bunda dan bayi  akan baik-baik saja. Teruskan perjuangan untuk mendorong bayi dan tarik napas di antaranya untuk membantu bayi keluar dari tubuh bunda. Jika ini adalah pertama kalinya bunda melahirkan, tahap ini bisa berlangsung sampai dengan 3 jam. Tetapi jika bunda sudah merasakan melahirkan sebelumnya, ini akan berlangsung kurang dari 2 jam.

Ketika kepala bayi bunda sudah mulai menyentuh vagina, dokter akan melihat kepala bayi dan meminta bunda untuk berhenti mendorong dan mengambil napas. Hal ini membantu memberikan waktu pada otot perineum (otot di antara vagina dan anus) untuk merenggang, sehingga bunda melahirkan dengan perlahan.
Terkadang, dokter akan melakukan episiotomi untuk mempercepat jalannya kelahiran. Episiotomi adalah bedah kecil di mana kulit dan otot perineum disayat untuk memperlebar vagina sehingga memudahkan jalan keluarnya bayi saat lahir. Bunda akan disuntik lokal supaya tidak merasakan sakitnya. Setelah bayi lahir, sayatan ini akan dijahit kembali.

Tahap ketiga
Tahap ketiga terjadi setelah bayi lahir, ketika uterus berkontraksi setelah proses melahirkan dan plasenta keluar melalui vagina. Terdapat dua cara pada tahap ketiga ini, yaitu cara aktif di mana membutuhkan tindakan medis untuk mempercepat proses ini terjadi, dan yang kedua adalah cara fisiologis ketika tahap ini terjadi secara alami dan bunda tidak membutuhkan tindakan untuk proses ini.

Pada cara aktif, bunda akan disuntik untuk membuat plasenta keluar. Cara ini membantu untuk mengurangi kehilangan darah, tetapi menyebabkan efek samping karena memakai obat. Bunda tidak perlu mengejan karena obat akan merangsang kontraksi dan dokter akan menarik plasenta keluar secara perlahan.

Pada cara alami, Bunda akan berkontraksi lagi tetapi kontraksi terjadi lebih lemah karena rahim bunda turun. Plasenta secara bertahap akan memisahkan diri dari dinding uterus (dinding rahim), dan bunda akan terdorong untuk mengejan lagi. Kemudian plasenta akan keluar melalui vagina.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas