Proses
persalinan tentu saja merupakan proses yang sangat berharga bagi bunda dan buah
hati. Karena itu, bunda pasti mempersiapkan persalinan dengan sebaik-baiknya,
termasuk memilih metode persalinan yang tepat dan baik bagi buah hati. Oiyaa bunda..
Belakangan ini muncul sebuah tren metode melahirkan baru dalam masyarakat yang
disebut dengan metode lotus atau lotus birth.
Lotus birth adalah metode persalinan di mana setelah
bayi lahir, tali pusat bayi sengaja tidak dipotong untuk mempertahankan
hubungan plasenta dengan bayi. Tali pusat ini dibiarkan hingga terlepas sendiri
secara alami dari pusar bayi. Waktunya dapat bervariasi, namun berkisar antara
tiga hingga sepuluh hari, bergantung pada kelembaban udara.
Praktik lotus
birth sendiri jarang dilakukan di rumah sakit. Biasanya metode ini didapatkan di
rumah bersalin atau klinik. Setelah dilahirkan, biasanya plasenta akan
ditempatkan pada wadah yang bersih dan diberikan rempah-rempah atau minyak dari
bunga setiap 24 jam untuk mencegah plasenta berbau dan agar plasenta cepat
kering.
Saat memandikan
bayi, plasenta juga dibersihkan lalu dikeringkan. Mengurus bayi yang lahir
dengan metode ini mungkin memberikan tantangan tersendiri, karena jika bunda
ingin memindahkan bayi maka bunda harus memindahkan plasentanya juga.
Kenapa banyak bunda memilih lotus birth?
Metode lotus
birth menerapkan konsep alamiah yang mempercayai bahwa plasenta sudah menjadi
bagian dari bayi selama 9 bulan. Jika organ ini dipotong secara tiba-tiba
seperti pada proses persalinan biasa, maka hal ini akan menimbulkan stress pada
bayi. Oleh karena itu, dengan membiarkan tali pusat terlepas dengan sendirinya,
maka bunda telah membiarkan buah hatinya terlahir ke dunia secara alami dan
beradaptasi secara perlahan terhadap dunia luar. Selain itu, bunda juga bisa
memberikan kesempatan kepada bayi untuk mengambil seluruh manfaat yang ada pada
plasenta secara maksimal.
Apa manfaat dan risiko lotus birth?
Penelitian
beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa menunda memotong tali pusat dapat
memberikan keuntungan bagi bayi, terutama bagi bayi prematur. Menunda memotong
tali pusat selama tiga menit dapat memberikan bayi lebih banyak asupan nutrisi,
terutama zat besi, sehingga menurunkan risiko terjadinya anemia. Namun,
membiarkan tali pusat lebih lama lagi menempel pada bayi tidak memberikan
keuntungan apa pun, karena setelah lahir, maka plasenta yang telah keluar dari
tubuh ibu tidak memiliki fungsi lagi.
Beberapa ahli
juga menyatakan bahwa membiarkan tali pusat terlepas dengan sendirinya bukannya
tidak memberikan risiko pada bayi. Royal College of Obstetricians and
Gynecologists (RCOG) menyatakan bahwa membiarkan tali pusat selama beberapa
waktu setelah bayi dilahirkan dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada
plasenta, yang dapat menyebar ke bayi melalui tali pusat.
Plasenta pada
dasarnya rentan mengalami infeksi karena mengandung darah. Setelah proses
melahirkan, sirkulasi pada plasenta pun berhenti, dan dapat dikatakan bahwa
plasenta tersebut hanyalah jaringan yang sudah mati. Selain itu, transfer darah
yang terlalu lama dari plasenta ke bayi juga akan meningkatkan risiko kuning
pada bayi akibat kadar bilirubin yang tinggi.
Jadi, apakah perlu melahirkan dengan lotus birth?
Kembali lagi pilihan
berada di tangan bunda. Lotus birth memang dipercaya memiliki manfaatnya
sendiri, namun pastikan bunda mengetahui secara pasti konsekuensi dan risiko
dari metode ini. Jika bunda ragu, berkonsultasilah pada dokter untuk
mendiskusikan hal ini.

No comments:
Post a Comment