Kemampuan bicara anak berkembang
pesat saat memasuki usia satu tahun. Celotehan perlahan berubah menjadi
kata-kata yang jelas. Lalu ia berusaha merangkai kalimat. Hingga akhirnya anak
bisa berkomunikasi dengan lancar. Karena itu, Bunda harus terus mengasah
keterampilan bahasa anak untuk mendukungnya dalam mengekspresikan keinginan.
Bunda bisa menggunakan media buku
komik untuk menstimulasi kemampuan bicara anak usia satu tahun. Paduan cerita
dan gambar komik yang menarik membuat anak betah mendengarkan kisah yang Bunda
bacakan. Dia juga dapat memetik pelajaran yang tersirat dari komik tersebut.
Untuk membuat anak semakin memahami
isi cerita, maka Bunda harus memilih komik yang tepat. Islami Maulid Alam dalam
karya tulis berjudul Perancangan Cergam Cerita Rakyat Memecah Matahari,
mengutip pernyataan Kritikus Literatur anak-anak Perry Nodelman yang menyatakan
bahwa buku anak yang baik adalah buku bergambar yang dikemas dalam bentuk
penyampaian cerita yang khusus. Maka, buku anak hendaknya punya kriteria
sebagai berikut.
-
Isinya relevan
-
Memiliki penampilan fisik yang
menarik, menghibur, dan mudah diingat
-
Ilustrasi yang menarik
-
Warna dan bentuk ukuran tulisan yang
tepat
-
Menimbulkan motivasi untuk membaca
serta mengembangkan daya imajinasi
-
Membuat rasa ingin tahu dan
mengembangkan sikap positif
Bagaimana Bunda bisa tahu anak
menyimak cerita komik yang baru saja dibaca? Lakukan saja tes kecil dengan
menanyakan nama dan sifat tokoh dalam kisah tersebut. Jika kemampuan bahasanya
sudah berkembang, Bunda bisa memintanya menceritakan kembali. Bercerita dapat
menumbuhkan daya tangkap, imajinasi, fantasi, rasa senang serta memperhalus
budi pekerti.
Bunda juga bisa mengajak anak
kembali menceritakan isi komik dengan boneka tangan. Menurut dokter Enny
Zubaidah pada buku Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini, pertunjukkan
boneka yang disertai cerita dapat mengembangkan daya imajinasi dan gagasan anak
melalui bahasa. Cara ini merupakan salah satu teknik atau cara mengajari anak
bicara yang bisa diterapkan kepada Anak. Selain itu, juga
mengajarkan anak berkonsentrasi dan mampu berbicara kepada orang lain yang
menjadi penonton.
Selain menggunakan cerita dari
komik, pertunjukan boneka bisa menggunakan cerita yang Bunda dan ia ciptakan.
Misalnya kisah belanja di pasar, bertamu atau sekolah. Dalam cerita itu, anak
bisa menjadi aktor utama. Sehingga ia akan mulai berimajinasi dengan
membayangkan dan menirukan suara boneka yang dipegang. Ia juga menjadi bebas
mengemukakan masalah yang ada di pikirannya. Enny menyarankan boneka sebagai
cara melatih anak bicara dan menumbuhkan imajinasi anak, karena:
1.
Pertunjukan boneka menggunakan
bahasa universal. Jika anak tidak menguasai bahasa yang digunakan pada
sandiwara, setidaknya ia dapat memahami dari gerakannya.
2.
Pertunjukan boneka mengajarkan kerja
sama dengan orang lain. Sebab jalan ceritanya boneka satu harus berinteraksi
dengan boneka lainnya.
3.
Pertunjukkan boneka mampu
mengintergrasikan kurikulum dari semua mata pelajaran di sekolah atau kelompok
bermain. Jika puppet ini dimainkan oleh Bunda, anak tidak
hanya menguasai literasinya, namun juga dapat memperoleh banyak hal dari sajian
yang sudah dikemas.

No comments:
Post a Comment