![]() |
| Jenis Penyakit yang Rentan Menyerang Anak |
Kali
ini kita akan membahas bagian akhir dari artikel yang berjudul 50 penyakit yang
rentan menyerang anak. Artikel ini merupakan bagian akhir dari jenis-jenis
penyakit yang telah dibahas sebelumnya. Ayah, bunda, apakah sang buah hati
sudah termasuk anak yang sehat? Apakah dari beberapa penyakit yang telah
dijelaskan sebelumnya ada tanda-tanda yang terjadi pada buah hati kita? Jika
iya, sebaiknya lakukan pencegahan dan pengobatan dini agar tidak terjadi
sesuatu yang buruk.
Berikut
adalah lanjutan dari jenis-jenis penyakit yang rentan menyarang anak:
31. Gangguan kulit hidradenitis: Gangguan
kulit yang biasanya muncul dengan gejala kulit memerah dan adanya benjolan
kecil di kulit yang diduga akibat dari tekanan dan adanya keringat secara
intens. Namun hidradenitis juga ditemukan pada anak yang gemar bermain game
komputer ataupun game konsol. Bermain selama berjam-jam dalam sehari, tentu
membuatnya menggenggam controller, berulang-ulang menekan tombol, dan mungkin
berkeringat karena ketegangan dalam permainan yang dimainkannya. Para dokter
pun kemudian menamai kasus semacam ini sebagai kondisi 'PlayStation palmar
hidradenitis'.
32. Kerusakan hati: Makanan manis umumnya
disukai anak-anak. Padahal konsumsi makanan manis secara berlebihan bisa
merusak hati. Penyakit hati berlemak akibat makanan non-alkohol dapat memicu
kondisi hati semakin parah yang disebut dengan non-alcoholic steatohepatitis.
Saat peradangan makin parah, jaringan parut menggantikan jaringan sehat sehingga
merusak kemampuan hati untuk melakukan banyak fungsinya. Kondisi tersebut
sering disebut sebagai sirosis hati. Jadi, bukan hanya alkohol yang bisa
merusak hati namun juga makanan manis dalam jumlah besar yang dikonsumsi.
33. Batuk kering: Ciri dari batuk kering
adalah batuk yang terdengar seperti suara menggonggong dan dahak sulit sekali
keluar. Penyebab batuk adalah peradangan pada saluran bagian atas, biasanya
disebabkan oleh virus. Jika pernapasan menjadi sangat terganggu, perawatan
rumah sakit mungkin diperlukan. Namun, kebanyakan batuk akan sembuh setelah
satu minggu. Batuk ini biasanya terjadi pada anak di bawah 5 tahun.
34. Congekan: Infeksi telinga bisa
menjadi otitis media supuratif kronik (OMSK) dalam waktu dua sampai tiga bulan.
Ini merupakan infeksi yang menyebabkan gendang telinga tak bisa menutup
lantaran munculnya jaringan yang menghambat penutupan gendang telinga.
Akibatnya, telinga akan mengeluarkan cairan atau nanah yang seringkali disebut
'congek' oleh masyarakat awam. Cairan keluar terus menerus sehingga membuat
telinga anak sering berair. Pada beberapa kasus, cairan ini juga bisa mengeras
dan mengering di dalam telinga, sehingga membuat anak mengalami gangguan
pendengaran.
35. Infeksi telinga tengah: Anak-anak
rentan terhadap infeksi telinga. Saat udara dingin, saluran yang menghubungkan
telinga ke tenggorokan (eustachius) terblokir dan menyebabkan radang. Kondisi
ini membuat cairan terperangkap di dalam telinga tengah atau di belakang
gendang telinga dan memungkinkan kuman untuk berkembang biak. Infeksi telinga
tengah mempunyai gejala yang mirip dengan infeksi virus influenza. Gejala
awalnya adalah batuk, pilek, dan terjadi perubahan warna pada gendang telinga.
36. Sindrom reye’s: Sindrom Reye's
merupakan penyakit yang jarang ditemukan, tapi bisa menimbulkan kondisi yang
serius karena menyebabkan pembengkakan pada hati dan otak. Penyakit ini lebih
sering diderita oleh anak-anak yang terkena infeksi virus atau memiliki
kelainan pada sistem metabolismenya. Gejala yang ditimbulkan biasanya baru akan
muncul 3 sampai 5 hari setelah terinfeksi virus. Gejalanya adalah pusing, flu
dan infeksi saluran pernapasan. Pada anak di bawah usia 2 tahun, gejala awalnya
menyebabkan diare dan napasnya cepat. Sedangkan anak yang lebih tua ditandai
muntah yang terus menerus, tidak bisa tidur, lesu, iritasi, pusing, kelumpuhan
pada lengan, serta bisa mengakibatkan hilangnya kesadaran.
37. Infeksi tungau kudis: Kudis
disebabkan tungau kecil yang bersembunyi di dalam kulit dan menyebabkan rasa
gatal, yang biasanya memburuk di malam hari. Tungau tersebut cenderung menggali
kulit di area tangan, kaki, dan pinggang, sehingga menimbulkan lubang kecil.
Kudis sangat mudah menyebar melalui kontak dengan orang yang terinfeksi,
misalnya dengan memeluk atau memegang tangan. Penularan juga dapat terjadi
melalui penggunaan handuk, pakaian, sprai, dan barang-barang lain yang
digunakan bergantian dengan orang yang terinfeksi.
38. Kejang demam: Anak yang berada dalam
rentang usia 1 bulan hingga 5 tahun rentan terkena demam kejang. Saat suhu
badan mencapai 38 derajat Celcius lebih berpotensi membuat kejang. Kejang demam
biasanya terjadi karena faktor keturunan, adanya infeksi pada otak, gangguan
metabolisme tubuh, epilepsi, dan infeksi organ dalam lainnya. Untuk kejang
demam sederhana pada anak, biasanya terjadi karena orang tua atau saudaranya
pernah mengalami kejang demam juga saat kecil sehingga menurun pada anak.
Kejang demam sederhana ini tidak begitu fatal akibatnya pada anak. Sedangkan,
kejang demam yang terjadi karena adanya infeksi otak dan organ dalam lainnya
perlu segera diobati dan diberikan penanganan khusus.
39. Roseola: Campak, campak jerman, dan
roseola sering kali sulit dibedakan. Padahal ketiganya merupakan penyakit yang
berbeda. Roseola disebabkan Human Herpes Virus 6. Ruam pada roseola akan timbul
saat panas sudah turun dan biasanya berlangsung selama beberapa jam hingga dua
hari. Kebanyakan penyakit ini diderita oleh anak berusia 6-24 bulan, dengan
masa inkubasi umumnya berlangsung 5-15 hari.
40. Rubella (campak jerman): Rubella,
disebut juga campak jerman, disebabkan virus Rubella RNA. Penyakit ini ditandai
dengan demamnya ringan, di mana kurang dari 38,5 derajat Celcius. Campak jerman
bisa berbahaya jika dialami ibu hamil karena dapat menyebabkan kematian bayi
dalam kandungan atau keguguran. Untuk mencegah campak jerman atu rubella adalah
dengan imunisasi Measles, Mumps and Rubella (MMR). Selain itu, biasakan untuk
mencuci tangan secara rutin dengan sabun.
41. Infeksi kutu rambut: Gejala utama
dari adanya kutu di kepala adalah kulit kepala seringkali terasa gatal yang
disebabkan oleh gigitan kutu tersebut. Gigitan ini bisa menyebabkan infeksi
yang tampak merah, berkerak atau bisa juga mengakibatkan pembengkakan kelenjar
getah bening di leher jika sudah sangat parah. Selain gejala tersebut anak-anak
juga memiliki tanda merah kecokelatan di sekitar kulit kepalanya. Kebanyakan
dokter menyetujui penggunaan sampo pestisida untuk mengusir kutu dari kepala
anak. Pilihan lain yang lebih alami adalah dengan minyak zaitun, minyak pohon
teh, atau petroleum jelly, yang membuat kutu mati lemas.
42. Typus: Gejalanya yaitu biasanya saat
pagi hari panasnya turun akan tetapi ketika malam panasnya naik lagi. Selain
itu biasanya yang bersangkutan mengalami sakit kepala, sakit perut, susah buang
air besar atau bahkan diare, dan sakit tenggorokan. Pada keadaan yang berat
pasien bisa mengalami kehilangan kesadaran.
43. Cacingan: Penyakit yang banyak
diderita anak-anak adalah cacingan akibat sanitasi yang buruk, juga kebiasaan
makan dengan tangan yang kotor, ataupun makan makanan yang kurang direbus
dengan baik. Cacing di tubuh bisa menyebabkan malnutrisi lantaran zat gizi di
tubuh turun, juga mengganggu kecerdasan anak. Anak yang cacingan juga bisa
terkena anemia karena setiap cacing yang berhasil masuk ke dalam tubuh mampu
menghisap darah manusia hingga 0,05 cc/hari. Untuk mengatasinya dengan minum
obat cacing. Lakukan juga gaya hidup bersih.
44. Mata merah/ konjungtivitas:
Konjungtivitis adalah suatu peradangan atau infeksi membran transparan
(konjungtiva) yang melapisi kelopak mata dan bagian dari bola mata. Peradangan
menyebabkan pembuluh darah kecil di konjungtiva menjadi lebih menonjol,
sehingga menyebabkan bagian putih pada mata terlihat kemerahan. Penyebab mata
merah umumnya infeksi bakteri atau virus, reaksi alergi atau terbukanya sebuah
saluran air mata yang tidak sempurna pada bayi. Jika penyebabnya adalah infeksi
bakteri, anak mungkin memerlukan tetes mata antibiotic.
45. Pertusis: Di musim panas anak-anak
banyak yang terkena batuk rejan atau pertusis. Batuk ini berlangsung lama,
tidak berhenti-henti, dan sangat mengganggu. Kadang-kadang batuk ini disertai
demam. Pertusis disebabkan oleh bakteri di paru-paru dan kerongkongan yang
radang dan mudah menular.
46. Flu: Virus flu yang ganas mudah
menyerang anak kecil dan gejalanya antara lain berupa demam, sakit perut,
nyeri-nyeri pada badan. Belakangan ini virus flu ada yang menjadi mutan
(berubah) sehingga menimbulkan penyakit baru seperti flu burung.
47. Polio: Dunia seharusnya sudah bebas
dari polio. Namun belakangan ada anak-anak, terutama di negara-negara
berkembang, yang terkena polio. Gejalanya sama dengan selesma tetapi virusnya
menyerang otot kaki dan badan sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan serta
kematian. Penyakit ini dapat kembali di usia dewasa dan menyebabkan kelemahan
otot. Vaksin menjadi upaya untuk pencegahan.
48. Campak: Penyakit campak menimbulkan
gejala seperti demam tinggi 3-5 hari, nyeri menelan, diare, dan lemas. Tanda
yang lebih khusus lagi adalah munculnya bintik merah (rash) dan gejala 3C yakni
conjungtivitis (mata merah, berair, gatal), coryza (pilek,) dan cough (batuk).
Bintik-bintik merah timbul di kulit saat panas badan sedang tinggi-tingginya,
biasanya hari ke-4 atau 5 panas. Bintk-bintik muncul pertama pada daerah batas
rambut, dahi, belakang telinga lalu menjalar sampai kaki. Bila dibiarkan,
komplikasi dari penyakit ini bisa berbahaya. Campak bisa dicegah dengan vaksin.
49. Cacar air: Gejalanya berupa
bintik-bintik merah yang akhirnya berubah menjadi bisul-bisul kecil berair pada
tubuh dan wajah. Terasa gatal tetapi bila digaruk dan dapat meninggalkan bekas
seumur hidup pada kulit penderitanya. Demam juga menyertai penyakit ini dan
virus ditularkan melalui bersin atau pakaian yang dipakai pasien. Penyakit ini
dapat berlangsung satu sampai dua minggu. Sekali terkena penyakit ini si pasien
umumnya akan kebal seumur hidup, namun beberapa tahun kemudian bisa muncul lagi
dan menyebabkan yang bersangkutan terkena penyakit shingle atau herpes zoster.
50. Selesma: Selesma (common cold)
merupakan penyakit yang paling sering menyerang dan gampang menulari anak kecil
maupun dewasa. Gejalanya berupa sedikit demam, pilek, batuk dan sakit kepala.
Ada sekitar 200 macam virus penyebab selesma, antara lain rhinovirus (yang
paling sering), adenovirus, coronavirus, dan lain-lain.
Dari
sekian banyak yang dibahas pada artikel tentang penyakit anak, pasti ada
beberapa yang pernah dialami oleh buah hati. Tapi jangan takut bund, beri
penanganan yang sesuai untuk pemulihan si kecil. Untuk pencegahan dan cara
pengobatan dari setiap penyakit yang dijelakan sebelumnya, mari bersama-sama
menyimak artikel berikutnya. Semoag bermanfaat ya bund. Salam sehat untuk sang
buah hati.


No comments:
Post a Comment