MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Thursday, March 2, 2017

50 Penyakit yang Rentan Menyerang Anak Bagian 3

Jenis Penyakit yang Rentan Menyerang Anak
Kali ini kita akan membahas bagian akhir dari artikel yang berjudul 50 penyakit yang rentan menyerang anak. Artikel ini merupakan bagian akhir dari jenis-jenis penyakit yang telah dibahas sebelumnya. Ayah, bunda, apakah sang buah hati sudah termasuk anak yang sehat? Apakah dari beberapa penyakit yang telah dijelaskan sebelumnya ada tanda-tanda yang terjadi pada buah hati kita? Jika iya, sebaiknya lakukan pencegahan dan pengobatan dini agar tidak terjadi sesuatu yang buruk.

Berikut adalah lanjutan dari jenis-jenis penyakit yang rentan menyarang anak:
31.    Gangguan kulit hidradenitis: Gangguan kulit yang biasanya muncul dengan gejala kulit memerah dan adanya benjolan kecil di kulit yang diduga akibat dari tekanan dan adanya keringat secara intens. Namun hidradenitis juga ditemukan pada anak yang gemar bermain game komputer ataupun game konsol. Bermain selama berjam-jam dalam sehari, tentu membuatnya menggenggam controller, berulang-ulang menekan tombol, dan mungkin berkeringat karena ketegangan dalam permainan yang dimainkannya. Para dokter pun kemudian menamai kasus semacam ini sebagai kondisi 'PlayStation palmar hidradenitis'.
32.    Kerusakan hati: Makanan manis umumnya disukai anak-anak. Padahal konsumsi makanan manis secara berlebihan bisa merusak hati. Penyakit hati berlemak akibat makanan non-alkohol dapat memicu kondisi hati semakin parah yang disebut dengan non-alcoholic steatohepatitis. Saat peradangan makin parah, jaringan parut menggantikan jaringan sehat sehingga merusak kemampuan hati untuk melakukan banyak fungsinya. Kondisi tersebut sering disebut sebagai sirosis hati. Jadi, bukan hanya alkohol yang bisa merusak hati namun juga makanan manis dalam jumlah besar yang dikonsumsi.
33.    Batuk kering: Ciri dari batuk kering adalah batuk yang terdengar seperti suara menggonggong dan dahak sulit sekali keluar. Penyebab batuk adalah peradangan pada saluran bagian atas, biasanya disebabkan oleh virus. Jika pernapasan menjadi sangat terganggu, perawatan rumah sakit mungkin diperlukan. Namun, kebanyakan batuk akan sembuh setelah satu minggu. Batuk ini biasanya terjadi pada anak di bawah 5 tahun.
34.    Congekan: Infeksi telinga bisa menjadi otitis media supuratif kronik (OMSK) dalam waktu dua sampai tiga bulan. Ini merupakan infeksi yang menyebabkan gendang t‎elinga tak bisa menutup lantaran munculnya jaringan yang menghambat penutupan gendang telinga. Akibatnya, telinga akan mengeluarkan cairan atau nanah yang seringkali disebut 'congek' oleh masyarakat awam. Cairan keluar terus menerus sehingga membuat telinga anak sering berair. Pada beberapa kasus, cairan ini juga bisa mengeras dan mengering di dalam telinga, sehingga membuat anak mengalami gangguan pendengaran.
35.    Infeksi telinga tengah: Anak-anak rentan terhadap infeksi telinga. Saat udara dingin, saluran yang menghubungkan telinga ke tenggorokan (eustachius) terblokir dan menyebabkan radang. Kondisi ini membuat cairan terperangkap di dalam telinga tengah atau di belakang gendang telinga dan memungkinkan kuman untuk berkembang biak. Infeksi telinga tengah mempunyai gejala yang mirip dengan infeksi virus influenza. Gejala awalnya adalah batuk, pilek, dan terjadi perubahan warna pada gendang telinga.
36.    Sindrom reye’s: Sindrom Reye's merupakan penyakit yang jarang ditemukan, tapi bisa menimbulkan kondisi yang serius karena menyebabkan pembengkakan pada hati dan otak. Penyakit ini lebih sering diderita oleh anak-anak yang terkena infeksi virus atau memiliki kelainan pada sistem metabolismenya. Gejala yang ditimbulkan biasanya baru akan muncul 3 sampai 5 hari setelah terinfeksi virus. Gejalanya adalah pusing, flu dan infeksi saluran pernapasan. Pada anak di bawah usia 2 tahun, gejala awalnya menyebabkan diare dan napasnya cepat. Sedangkan anak yang lebih tua ditandai muntah yang terus menerus, tidak bisa tidur, lesu, iritasi, pusing, kelumpuhan pada lengan, serta bisa mengakibatkan hilangnya kesadaran.
37.    Infeksi tungau kudis: Kudis disebabkan tungau kecil yang bersembunyi di dalam kulit dan menyebabkan rasa gatal, yang biasanya memburuk di malam hari. Tungau tersebut cenderung menggali kulit di area tangan, kaki, dan pinggang, sehingga menimbulkan lubang kecil. Kudis sangat mudah menyebar melalui kontak dengan orang yang terinfeksi, misalnya dengan memeluk atau memegang tangan. Penularan juga dapat terjadi melalui penggunaan handuk, pakaian, sprai, dan barang-barang lain yang digunakan bergantian dengan orang yang terinfeksi.
38.    Kejang demam: Anak yang berada dalam rentang usia 1 bulan hingga 5 tahun rentan terkena demam kejang. Saat suhu badan mencapai 38 derajat Celcius lebih berpotensi membuat kejang. Kejang demam biasanya terjadi karena faktor keturunan, adanya infeksi pada otak, gangguan metabolisme tubuh, epilepsi, dan infeksi organ dalam lainnya. Untuk kejang demam sederhana pada anak, biasanya terjadi karena orang tua atau saudaranya pernah mengalami kejang demam juga saat kecil sehingga menurun pada anak. Kejang demam sederhana ini tidak begitu fatal akibatnya pada anak. Sedangkan, kejang demam yang terjadi karena adanya infeksi otak dan organ dalam lainnya perlu segera diobati dan diberikan penanganan khusus.
39.    Roseola: Campak, campak jerman, dan roseola sering kali sulit dibedakan. Padahal ketiganya merupakan penyakit yang berbeda. Roseola disebabkan Human Herpes Virus 6. Ruam pada roseola akan timbul saat panas sudah turun dan biasanya berlangsung selama beberapa jam hingga dua hari. Kebanyakan penyakit ini diderita oleh anak berusia 6-24 bulan, dengan masa inkubasi umumnya berlangsung 5-15 hari.
40.    Rubella (campak jerman): Rubella, disebut juga campak jerman, disebabkan virus Rubella RNA. Penyakit ini ditandai dengan demamnya ringan, di mana kurang dari 38,5 derajat Celcius. Campak jerman bisa berbahaya jika dialami ibu hamil karena dapat menyebabkan kematian bayi dalam kandungan atau keguguran. Untuk mencegah campak jerman atu rubella adalah dengan imunisasi Measles, Mumps and Rubella (MMR). Selain itu, biasakan untuk mencuci tangan secara rutin dengan sabun.
41.    Infeksi kutu rambut: Gejala utama dari adanya kutu di kepala adalah kulit kepala seringkali terasa gatal yang disebabkan oleh gigitan kutu tersebut. Gigitan ini bisa menyebabkan infeksi yang tampak merah, berkerak atau bisa juga mengakibatkan pembengkakan kelenjar getah bening di leher jika sudah sangat parah. Selain gejala tersebut anak-anak juga memiliki tanda merah kecokelatan di sekitar kulit kepalanya. Kebanyakan dokter menyetujui penggunaan sampo pestisida untuk mengusir kutu dari kepala anak. Pilihan lain yang lebih alami adalah dengan minyak zaitun, minyak pohon teh, atau petroleum jelly, yang membuat kutu mati lemas.
42.    Typus: Gejalanya yaitu biasanya saat pagi hari panasnya turun akan tetapi ketika malam panasnya naik lagi. Selain itu biasanya yang bersangkutan mengalami sakit kepala, sakit perut, susah buang air besar atau bahkan diare, dan sakit tenggorokan. Pada keadaan yang berat pasien bisa mengalami kehilangan kesadaran.
43.    Cacingan: Penyakit yang banyak diderita anak-anak adalah cacingan akibat sanitasi yang buruk, juga kebiasaan makan dengan tangan yang kotor, ataupun makan makanan yang kurang direbus dengan baik. Cacing di tubuh bisa menyebabkan malnutrisi lantaran zat gizi di tubuh turun, juga mengganggu kecerdasan anak. Anak yang cacingan juga bisa terkena anemia karena setiap cacing yang berhasil masuk ke dalam tubuh mampu menghisap darah manusia hingga 0,05 cc/hari. Untuk mengatasinya dengan minum obat cacing. Lakukan juga gaya hidup bersih.
44.    Mata merah/ konjungtivitas: Konjungtivitis adalah suatu peradangan atau infeksi membran transparan (konjungtiva) yang melapisi kelopak mata dan bagian dari bola mata. Peradangan menyebabkan pembuluh darah kecil di konjungtiva menjadi lebih menonjol, sehingga menyebabkan bagian putih pada mata terlihat kemerahan. Penyebab mata merah umumnya infeksi bakteri atau virus, reaksi alergi atau terbukanya sebuah saluran air mata yang tidak sempurna pada bayi. Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, anak mungkin memerlukan tetes mata antibiotic.
45.    Pertusis: Di musim panas anak-anak banyak yang terkena batuk rejan atau pertusis. Batuk ini berlangsung lama, tidak berhenti-henti, dan sangat mengganggu. Kadang-kadang batuk ini disertai demam. Pertusis disebabkan oleh bakteri di paru-paru dan kerongkongan yang radang dan mudah menular.
46.    Flu: Virus flu yang ganas mudah menyerang anak kecil dan gejalanya antara lain berupa demam, sakit perut, nyeri-nyeri pada badan. Belakangan ini virus flu ada yang menjadi mutan (berubah) sehingga menimbulkan penyakit baru seperti flu burung.
47.    Polio: Dunia seharusnya sudah bebas dari polio. Namun belakangan ada anak-anak, terutama di negara-negara berkembang, yang terkena polio. Gejalanya sama dengan selesma tetapi virusnya menyerang otot kaki dan badan sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan serta kematian. Penyakit ini dapat kembali di usia dewasa dan menyebabkan kelemahan otot. Vaksin menjadi upaya untuk pencegahan.
48.    Campak: Penyakit campak menimbulkan gejala seperti demam tinggi 3-5 hari, nyeri menelan, diare, dan lemas. Tanda yang lebih khusus lagi adalah munculnya bintik merah (rash) dan gejala 3C yakni conjungtivitis (mata merah, berair, gatal), coryza (pilek,) dan cough (batuk). Bintik-bintik merah timbul di kulit saat panas badan sedang tinggi-tingginya, biasanya hari ke-4 atau 5 panas. Bintk-bintik muncul pertama pada daerah batas rambut, dahi, belakang telinga lalu menjalar sampai kaki. Bila dibiarkan, komplikasi dari penyakit ini bisa berbahaya. Campak bisa dicegah dengan vaksin.
49.    Cacar air: Gejalanya berupa bintik-bintik merah yang akhirnya berubah menjadi bisul-bisul kecil berair pada tubuh dan wajah. Terasa gatal tetapi bila digaruk dan dapat meninggalkan bekas seumur hidup pada kulit penderitanya. Demam juga menyertai penyakit ini dan virus ditularkan melalui bersin atau pakaian yang dipakai pasien. Penyakit ini dapat berlangsung satu sampai dua minggu. Sekali terkena penyakit ini si pasien umumnya akan kebal seumur hidup, namun beberapa tahun kemudian bisa muncul lagi dan menyebabkan yang bersangkutan terkena penyakit shingle atau herpes zoster.
50.    Selesma: Selesma (common cold) merupakan penyakit yang paling sering menyerang dan gampang menulari anak kecil maupun dewasa. Gejalanya berupa sedikit demam, pilek, batuk dan sakit kepala. Ada sekitar 200 macam virus penyebab selesma, antara lain rhinovirus (yang paling sering), adenovirus, coronavirus, dan lain-lain.

Dari sekian banyak yang dibahas pada artikel tentang penyakit anak, pasti ada beberapa yang pernah dialami oleh buah hati. Tapi jangan takut bund, beri penanganan yang sesuai untuk pemulihan si kecil. Untuk pencegahan dan cara pengobatan dari setiap penyakit yang dijelakan sebelumnya, mari bersama-sama menyimak artikel berikutnya. Semoag bermanfaat ya bund. Salam sehat untuk sang buah hati.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas