![]() |
| Jenis Penyakit yang Rentan Menyerang Anak |
Pada artikel
sebelumnya telah dibahas tentang beberapa penyakit yang rentan diderita dan
menyerang anak. Dan pada artikel berikut akan membahas tentang jenis-jenis
penyakit yang rentan diderita dan menyerang anak. dari kedua artikel ini kita
diajak untuk mengetahui tentang penyakit yang mungkin saja kan terjadi pada
buah hati kita. Bunda sebagai orang tua, tetap menjaga kesehatan sang buah hati
ya. Karena ayah dan bunda adalah faktor penting bagi tumbuh kembang sang buah
hati.
Berikut adalah
penjelasan jenis penyakit yang rentan menyerang anak:
16. Radang
amandel: Radang amandel lebih sering menyerang anak-anak usia sekolah dasar.
Penyebabnya adalah infeksi oleh virus (coxsackie virus, adenovirus atau Epstein-Barr
virus) atau bakteri yang kebanyakan dari Group A Streptococcus. Gejala dari
penyakit ini antara lain sakit tenggorokan lebih dari 48 jam dan biasanya
disertai dengan kesulitan menelan. Selain itu, tenggorokan berwarna merah
disertai dengan amandel yang membesar atau bisa juga terlihat titik-titik putih
pada daerah amandel. Demam, sakit kepala dan suara berubah serak juga menjadi
tanda radang amandel.
17. Jamur
kurap: Jamur kurap biasanya membentuk lingkaran besar di kulit yang berwarna
merah dan sangat gatal. Jamur tersebut sangat menyukai area kulit yang hangat
sekaligus lembab seperti pada lipatan kulit. Kurap dapat dipicu oleh handuk
basah, tikar senam, dan pakaian renang. Sayangnya, kurap ini dapat menyebar ke
berbagai bagian tubuh dengan menggaruknya. Waspadai jika kulit anak terlihat
merah, bersisik, dan muncul ruam gatal. Kurap ini dapat diatasi dengan
menerapkan krim antijamur yang dapat diperoleh di apotek. Tetapi jika infeksi
menetap dan berlangsung lebih dari 2 minggu, dokter mungkin akan memberikan
resep obat pembunuh jamur. Pastikan untuk rajin mencuci semua handuk, seprai,
pakaian renang, dan pakaian anak lainnya.
18. Alergi
protein susu sapi: Gejala kronis yang muncul akibat alergi protein susu sapi
antara lain bengkak dan gatal pada bibir sampai lidah dan orofaring, nyeri dan
kejang perut, muntah, hingga diare berat dengan tinja berdarah. Jika alergen
sudah 'lolos' di saluran cerna, bisa muncul alergi di kulit, hidung, mata,
saluran napas, susunan saraf pusat yaitu sakit kepala, bahkan sampai yang fatal
seperti syok anafilaksis. Penelitian yang dilakukan Dr dr Zakiudin Munasir,
SpA(K) tahun 2006, 51,5% gejala alergi protein susu sapi terjadi di pernapasan
dan 48% muncul di kulit. Tanda alergi lain ada garis denis (keriput mata) pada
anak yang mengalami alergi menahun. Sebab, anak yang sering pilek menahun
matanya kerap dikucek-kucek.
19. Impetigo:
Impetigo adalah infeksi kulit yang sangat menular yang terutama memengaruhi
bayi dan anak-anak. Impetigo biasanya berupa luka merah di wajah, terutama di sekitar
hidung dan mulut anak. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang masuk ke kulit
melalui luka atau gigitan serangga. Impetigo bisa juga menyerang kulit yang
sehat. Namun impetigo jarang menjadi masalah serius, dan biasanya kering
sendiri dalam dua sampai tiga minggu. Tapi impetigo kadang dapat menimbulkan
komplikasi.
20. Demam
berdarah: Demam berdarah disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Demam berdarah
tandanya antara lain demam tinggi, yaitu antara 2-10 hari. Demam berdarah
terdiri atas 3 fase yakni fase demam, fase kritis, dan fase membaik. Fase demam
rata-rata terjadi dalam 0-3 hari, fase kritis 3-5 hari, dan fase membaik hari
ke 6-7. Salah satu tanda yang perlu dicermati adalah ketika demam anak sudah
turun, si anak malah semakin loyo dan tidak mau makan. Jika menemukan tanda
ini, jangan tunda untuk memeriksakan anak ke dokter.
21. Radang
tenggorokan: Kebanyakan anak-anak menderita sakit tenggorokan yang biasanya
disebabkan oleh virus flu. Tanda-tanda radang tenggorokan adalah termasuk sakit
tenggorokan yang berlangsung lebih dari seminggu, sakit atau sulit menelan, air
liur berlebihan, muncul ruam, bisa juga muncul nanah di bagian belakang
tenggorokan.
22. Radang
selaput otak: Radang selaput otak atau meningitis adalah peradangan atau
infeksi pada jaringan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Pada remaja
dan orang dewasa, gejala utamanya adalah sakit kepala, demam dan leher kaku. Anak-anak
mungkin memiliki gejala seperti flu atau lekas marah yang ekstrem. Viral
meningitis biasanya ringan, tetapi meningitis bakteri lebih berat dengan
konsekuensi serius jika tidak ditangani dengan cepat.Saat ini sudah tersedia
vaksin untuk mencegah meningitis.
23. Bintitan:
Secara medis bintit disebut dengan hordeolum, yaitu benjolan yang terjadi
karena adanya infeksi pada kelopak mata. Bintit disebabkan oleh bakteri
staphylococcal yang sebetulnya hidup secara normal dan tidak berbahaya namun
bisa terperangkap dalam kantung air mata menyebabkan infeksi seperti jerawat.
Lingkungan berdebu, kebiasaan mengucek mata, bantal kotor meningkatkan risiko
infeksi karena bakteri bisa terperangkap oleh kotoran.
24. Bisulan:
Menurut dr Aditya Suryansyah, SpA, bisul merupakan infeksi pada kulit, sering
berhubungan dengan makanan yang allergen terhadap anak. Dimulai timbulnya gatal
setelah mengonsumsi makanan yang mengandung bahan allergen seperti telur, ikan
laut, susu sapi, dam makanan berpengawet. Nah, kemudian muncul gatal yang
lantas akan timbul bisul.
25. Kanker
darah: Leukemia atau kanker darah merupakan kanker yang paling banyak ditemukan
pada anak-anak, dengan jumlah mencapai 30 persen. Gejala yang perlu diwaspadai
dan sering ditemukan pada leukemia antara lain pucat, demam, atau pendarahan
yang tidak jelas sebabnya, nyeri tulang, dan pembengkakan perut. Leukemia
mempunyai harapan sembuh dengan pengobatan yang tepat dan benar.
26. Neuroblastoma:
dr Endang Windiastuti SpA(K) menjelaskan neuroblastoma merupakan kanker yang
diawali dengan adanya kelainan sel saraf. Kondisi ini bisa dialami bayi yang
baru lahir, namun manifestasinya baru terlihat saat usianya sudah lebih tua,
biasanya di usia 2-4 tahun. Neuroblastoma paling sering muncul dalam dan di
sekitar kelenjar adrenal, yang memiliki asal-usul yang serupa dengan sel saraf
dan berada di atas ginjal. Namun, neuroblastoma dapat juga berkembang di
daerah-daerah lain seperti perut dan di dada atau leher dan panggul.
27. Gondongan:
Gondongan atau parotitis atau mumps merupakan radang di kelenjar ludah. Kondisi
ini bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, maupun karena obat atau
sumbatan di saluran kelenjarnya. Gondongan bisa disebabkan virus Paramyxovirus
ataupun bakteri Staphylococcus. Demam biasanya menjadi salah satu pertanda
penyakit ini yang diikuti bengkak sekitar leher dan pipi.
28. Gatal-gatal
dan borok: Anak-anak memang sangat menyukai air. Berenang atau sekadar bermain
dengan teman sebayanya di dalam air adalah hal yang mereka sukai. Namun saat
banjir tiba, anak-anak kerap bermain dengan air yang merupakan luapan sungai. Air
banjir biasanya mengandung banyak kuman dan bisa menyebabkan gangguan pencernaan
seperti sakit perut dan diare. Tidak hanya itu saja, terlalu lama kontak dengan
air kotor bisa menjadi pemicu sakit kulit yaitu gatal-gatal dan borok.
29. Asma:
Serangan asma yang dialami oleh anak-anak tidak selalu disertai dengan sesak
napas dan mengi seperti pada orang dewasa. Serangan asma pertama kali pada anak
bisa saja ringan tapi dapat juga fatal yang memerlukan perawatan medis. Tanda
pertama yang sering muncul jika anak memiliki asma adalah batuk yang sering
datang dan pergi atau berulang setiap beberapa minggu dan kadang sesekali
disertai juga dengan mengi. Para ahli menuturkan hal ini sering kali lebih
buruk terjadi saat malam hari dan bisa membuat anak sulit untuk bernapas dan
mengganggu waktu tidurnya.
30. Gigi
berlubang: Gigi berlubang adalah salah satu masalah yang paling sering
ditemukan pada anak. Kerap kali penyebabnya sangat sepele, misalnya kesalahan
dalam proses pemberian makanan. Misalnya anak tidur sambil terus mengisap botol
susu. Alhasil mulut anak selalu asam sehingga bakteri berkembang dan berpotensi
merusak gigi.
Untuk mengetahui jenis penyakit lainnya, akan dibahas pada
artikel berikutnya yang berjudul 50PENYAKIT YANG RENTAN MENYERANG ANAK (Bagian 3). Penasaran kan pasti bunda?
Yuk simak artikel berikutnya. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan sang
buah hati karena mereka adalah titipan yang harus kita jaga. Salam sehat dari
kami untuk semua anak Indonesia. Semoga mereka bisa menjadi generasi penerus
yang hebat ya bund.


No comments:
Post a Comment