MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Thursday, March 2, 2017

50 Penyakit yang Rentan Menyerang Anak Bagian 2

Jenis Penyakit yang Rentan Menyerang Anak
Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang beberapa penyakit yang rentan diderita dan menyerang anak. Dan pada artikel berikut akan membahas tentang jenis-jenis penyakit yang rentan diderita dan menyerang anak. dari kedua artikel ini kita diajak untuk mengetahui tentang penyakit yang mungkin saja kan terjadi pada buah hati kita. Bunda sebagai orang tua, tetap menjaga kesehatan sang buah hati ya. Karena ayah dan bunda adalah faktor penting bagi tumbuh kembang sang buah hati.

Berikut adalah penjelasan jenis penyakit yang rentan menyerang anak:
16.    Radang amandel: Radang amandel lebih sering menyerang anak-anak usia sekolah dasar. Penyebabnya adalah infeksi oleh virus (coxsackie virus, adenovirus atau Epstein-Barr virus) atau bakteri yang kebanyakan dari Group A Streptococcus. Gejala dari penyakit ini antara lain sakit tenggorokan lebih dari 48 jam dan biasanya disertai dengan kesulitan menelan. Selain itu, tenggorokan berwarna merah disertai dengan amandel yang membesar atau bisa juga terlihat titik-titik putih pada daerah amandel. Demam, sakit kepala dan suara berubah serak juga menjadi tanda radang amandel.
17.    Jamur kurap: Jamur kurap biasanya membentuk lingkaran besar di kulit yang berwarna merah dan sangat gatal. Jamur tersebut sangat menyukai area kulit yang hangat sekaligus lembab seperti pada lipatan kulit. Kurap dapat dipicu oleh handuk basah, tikar senam, dan pakaian renang. Sayangnya, kurap ini dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh dengan menggaruknya. Waspadai jika kulit anak terlihat merah, bersisik, dan muncul ruam gatal. Kurap ini dapat diatasi dengan menerapkan krim antijamur yang dapat diperoleh di apotek. Tetapi jika infeksi menetap dan berlangsung lebih dari 2 minggu, dokter mungkin akan memberikan resep obat pembunuh jamur. Pastikan untuk rajin mencuci semua handuk, seprai, pakaian renang, dan pakaian anak lainnya.
18.    Alergi protein susu sapi: Gejala kronis yang muncul akibat alergi protein susu sapi antara lain bengkak dan gatal pada bibir sampai lidah dan orofaring, nyeri dan kejang perut, muntah, hingga diare berat dengan tinja berdarah. Jika alergen sudah 'lolos' di saluran cerna, bisa muncul alergi di kulit, hidung, mata, saluran napas, susunan saraf pusat yaitu sakit kepala, bahkan sampai yang fatal seperti syok anafilaksis. Penelitian yang dilakukan Dr dr Zakiudin Munasir, SpA(K) tahun 2006, 51,5% gejala alergi protein susu sapi terjadi di pernapasan dan 48% muncul di kulit. Tanda alergi lain ada garis denis (keriput mata) pada anak yang mengalami alergi menahun. Sebab, anak yang sering pilek menahun matanya kerap dikucek-kucek.
19.    Impetigo: Impetigo adalah infeksi kulit yang sangat menular yang terutama memengaruhi bayi dan anak-anak. Impetigo biasanya berupa luka merah di wajah, terutama di sekitar hidung dan mulut anak. Hal ini disebabkan oleh bakteri yang masuk ke kulit melalui luka atau gigitan serangga. Impetigo bisa juga menyerang kulit yang sehat. Namun impetigo jarang menjadi masalah serius, dan biasanya kering sendiri dalam dua sampai tiga minggu. Tapi impetigo kadang dapat menimbulkan komplikasi.
20.    Demam berdarah: Demam berdarah disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Demam berdarah tandanya antara lain demam tinggi, yaitu antara 2-10 hari. Demam berdarah terdiri atas 3 fase yakni fase demam, fase kritis, dan fase membaik. Fase demam rata-rata terjadi dalam 0-3 hari, fase kritis 3-5 hari, dan fase membaik hari ke 6-7. Salah satu tanda yang perlu dicermati adalah ketika demam anak sudah turun, si anak malah semakin loyo dan tidak mau makan. Jika menemukan tanda ini, jangan tunda untuk memeriksakan anak ke dokter.
21.    Radang tenggorokan: Kebanyakan anak-anak menderita sakit tenggorokan yang biasanya disebabkan oleh virus flu. Tanda-tanda radang tenggorokan adalah termasuk sakit tenggorokan yang berlangsung lebih dari seminggu, sakit atau sulit menelan, air liur berlebihan, muncul ruam, bisa juga muncul nanah di bagian belakang tenggorokan.
22.    Radang selaput otak: Radang selaput otak atau meningitis adalah peradangan atau infeksi pada jaringan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Pada remaja dan orang dewasa, gejala utamanya adalah sakit kepala, demam dan leher kaku. Anak-anak mungkin memiliki gejala seperti flu atau lekas marah yang ekstrem. Viral meningitis biasanya ringan, tetapi meningitis bakteri lebih berat dengan konsekuensi serius jika tidak ditangani dengan cepat.Saat ini sudah tersedia vaksin untuk mencegah meningitis.
23.    Bintitan: Secara medis bintit disebut dengan hordeolum, yaitu benjolan yang terjadi karena adanya infeksi pada kelopak mata. Bintit disebabkan oleh bakteri staphylococcal yang sebetulnya hidup secara normal dan tidak berbahaya namun bisa terperangkap dalam kantung air mata menyebabkan infeksi seperti jerawat. Lingkungan berdebu, kebiasaan mengucek mata, bantal kotor meningkatkan risiko infeksi karena bakteri bisa terperangkap oleh kotoran.
24.    Bisulan: Menurut dr Aditya Suryansyah, SpA, bisul merupakan infeksi pada kulit, sering berhubungan dengan makanan yang allergen terhadap anak. Dimulai timbulnya gatal setelah mengonsumsi makanan yang mengandung bahan allergen seperti telur, ikan laut, susu sapi, dam makanan berpengawet. Nah, kemudian muncul gatal yang lantas akan timbul bisul.
25.    Kanker darah: Leukemia atau kanker darah merupakan kanker yang paling banyak ditemukan pada anak-anak, dengan jumlah mencapai 30 persen. Gejala yang perlu diwaspadai dan sering ditemukan pada leukemia antara lain pucat, demam, atau pendarahan yang tidak jelas sebabnya, nyeri tulang, dan pembengkakan perut. Leukemia mempunyai harapan sembuh dengan pengobatan yang tepat dan benar.
26.    Neuroblastoma: dr Endang Windiastuti SpA(K) menjelaskan neuroblastoma merupakan kanker yang diawali dengan adanya kelainan sel saraf. Kondisi ini bisa dialami bayi yang baru lahir, namun manifestasinya baru terlihat saat usianya sudah lebih tua, biasanya di usia 2-4 tahun. Neuroblastoma paling sering muncul dalam dan di sekitar kelenjar adrenal, yang memiliki asal-usul yang serupa dengan sel saraf dan berada di atas ginjal. Namun, neuroblastoma dapat juga berkembang di daerah-daerah lain seperti perut dan di dada atau leher dan panggul.
27.    Gondongan: Gondongan atau parotitis atau mumps merupakan radang di kelenjar ludah. Kondisi ini bisa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, maupun karena obat atau sumbatan di saluran kelenjarnya. Gondongan bisa disebabkan virus Paramyxovirus ataupun bakteri Staphylococcus. Demam biasanya menjadi salah satu pertanda penyakit ini yang diikuti bengkak sekitar leher dan pipi.
28.    Gatal-gatal dan borok: Anak-anak memang sangat menyukai air. Berenang atau sekadar bermain dengan teman sebayanya di dalam air adalah hal yang mereka sukai. Namun saat banjir tiba, anak-anak kerap bermain dengan air yang merupakan luapan sungai. Air banjir biasanya mengandung banyak kuman dan bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut dan diare. Tidak hanya itu saja, terlalu lama kontak dengan air kotor bisa menjadi pemicu sakit kulit yaitu gatal-gatal dan borok.
29.    Asma: Serangan asma yang dialami oleh anak-anak tidak selalu disertai dengan sesak napas dan mengi seperti pada orang dewasa. Serangan asma pertama kali pada anak bisa saja ringan tapi dapat juga fatal yang memerlukan perawatan medis. Tanda pertama yang sering muncul jika anak memiliki asma adalah batuk yang sering datang dan pergi atau berulang setiap beberapa minggu dan kadang sesekali disertai juga dengan mengi. Para ahli menuturkan hal ini sering kali lebih buruk terjadi saat malam hari dan bisa membuat anak sulit untuk bernapas dan mengganggu waktu tidurnya.
30.    Gigi berlubang: Gigi berlubang adalah salah satu masalah yang paling sering ditemukan pada anak. Kerap kali penyebabnya sangat sepele, misalnya kesalahan dalam proses pemberian makanan. Misalnya anak tidur sambil terus mengisap botol susu. Alhasil mulut anak selalu asam sehingga bakteri berkembang dan berpotensi merusak gigi.

Untuk mengetahui jenis penyakit lainnya, akan dibahas pada artikel berikutnya yang berjudul 50PENYAKIT YANG RENTAN MENYERANG ANAK (Bagian 3). Penasaran kan pasti bunda? Yuk simak artikel berikutnya. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan sang buah hati karena mereka adalah titipan yang harus kita jaga. Salam sehat dari kami untuk semua anak Indonesia. Semoga mereka bisa menjadi generasi penerus yang hebat ya bund.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas