![]() |
| CARA MENSTIMULUS BAKAT DAN MINAT ANAK |
CARA
MENSTIMULUS BAKAT DAN MINAT ANAK
Minat merupakan pintu besar untuk
stimulasi perkembangan anak. Melalui hal-hal yang diminati, anak bisa melakukan
sebuah hal dalam jangka waktu lama. Aneka proses belajar bisa dilakukan dengan
menggunakan minat sebagai pintu masuknya. Kualitas belajar pun bisa menjadi
luar biasa karena anak menikmati kegiatannya. Dan jika anak minat dengan suatu
hal, anak akan menjadi sangat patuh dan mudah untuk dikendalikan serta mudah
untuk memberikan stimulus bagi perkembangannya.
Contoh yang paling sering muncul
adalah yang berkaitan minat anak pada dunia seni seperti menari, menyanyi, atau
teknologi komputer. Anak-anak yang suka komputer tahan berlama-lama di depan
komputer. Dengan stimulasi yang tepat, anak-anak ini bisa melejit kemampuannya
di bidang komputer sejak usia muda. Contohnya saja anak diberi game atau
aplikasi di komputer agar anak mampu mengesplornya sendiri.
Antara Minat
& Bakat
Minat adalah
perihal ketertarikan pada sebuah hal, bakat perihal keahlian dan kemampuan
menghasilkan ouput. Bakat juga adalah kapasitas belajar yang luas dan cepat
tentang sebuah hal. Minat dipengaruhi oleh faktor lingkungan sehingga bisa
berubah-ubah, bakat lebih bersifat internal, berupa karunia Tuhan yang lebih
menetap. Idealnya kita menemukan bakat anak, tapi yang ini lebih susah
diperoleh. Yang lebih mudah adalah mengenali minat anak dari hal-hal
sehari-hari yang menjadi ketertarikannya, yang membuat matanya berbinar-binar,
yang membuatnya tahan melakukannya dalam jangka waktu lama.
Berbicara tentang
minat sebagai pintu masuk stimulasi pengembangan anak, ada beberapa pertanyaan
yang sering diajukan oleh orang tua:
- Apa peran utama orang tua dalam
pengembangan minat & bakat anak?
- Apa yang bisa dilakukan dengan
minat anak?
- Bagaimana kalau minat berubah?
1.
Peran
Orang tua dalam pengembangan minat & bakat
Peran utama orang tua dalam proses pengembangan minat dan bakat anak adalah memaparkan, memfasilitasi, dan mengapresiasi. Secara sederhana, peran utama orangtua adalah menyediakan lingkungan dan lahan yang subur untuk pertumbuhan minat & bakat anak.
Peran utama orang tua dalam proses pengembangan minat dan bakat anak adalah memaparkan, memfasilitasi, dan mengapresiasi. Secara sederhana, peran utama orangtua adalah menyediakan lingkungan dan lahan yang subur untuk pertumbuhan minat & bakat anak.
a. Memaparkan pada keragaman dunia
-
Karena jangkauan
anak masih pendek, maka tugas orangtua adalah memaparkan anak dengan aneka
jenis pengalaman. Tujuannya adalah memperluas wawasan anak dan membuka
pintu-pintu ketertarikannya agar tidak terbatas hanya pada hal-hal yang ada di
rumahnya saja. Perjalanan (travelling) ke berbagai kota adalah salah satu jenis
kegiatan yang bisa digunakan untuk menstimulasi dan memaparkan anak dengan
aneka hal yang ada di dunia, tidak terbatas pada mata pelajaran seperti yang
diajarkan di bangku sekolah.
-
Saat memaparkan,
kita tidak pernah tahu apa yang menarik dan akan berkesan pada anak hingga
dewasa. Jadi, tugas kita adalah memaparkan dan memaparkan. Ini seperti kisah
Einstein masa keci yg disebut Howard Gartner crystallizing experiences,
pengalaman yang menggerakkan.
-
Alkisah, saat
usia 4 tahun Einstein mendapat hadiah kompas dari ayahnya. Ternyata kompas itu
sangat berkesan bagi Einstein dan membawa pengaruh besar dalam ketertarikannya
pada dunia sains.
b. Memfasilitasi Minat Anak
-
Jika anak sudah
menunjukkan minat pada hal tertentu, peran orangtua adalah memfasilitasinya.
Minat itu bisa dilihat dari tanda-tanda:
·
sering
dibicarakan/dilakukan
·
anak menikmati
prosesnya
·
anak bertumbuh
kemampuannya
-
Saat
memfasilitasi, tantangan terbesar orangtua adalah mencari titik temu antara
minat anak dan kemampuan sumber daya orangtua. Dalam keterbatasan kondisi
orangtua, di sinilah kebutuhan akan kreativitas untuk mencari jalan, alternatif,
dan substitusi.
c. Mengapresiasi Kegiatan Anak
-
Sebuah hal yang
ditekuni dan dikerjakan anak sepatutnya mendapat apresiasi. Jika hasilnya belum
bagus dalam kacamata orangtua, setidaknya orangtua dapat memberikan apresiasi
untuk inisiatif, kerja keras, ide, kreativitas, atau perhatian yang diberikan
anak. Jangan orangtua malah langsung mengkritik, merendahkan, atau
mematikan inisiatif anak.
-
Apresiasi adalah
ibarat pupuk yang menyuburkan tanah. Dia bermanfaat, tapi juga perlu dijaga
agar tidak berlebihan karena segala yang berlebihan pasti berdampak buruk.
-
Yang penting
diperhatikan dalam proses apresiasi adalah tujuannya untuk memberikan
kenyamanan pada anak atas inisiatif dan hal yang dilakukan. Anak didorong untuk
mandiri dan berlatih mengambil keputusan sendiri. Kesalahan terjadi pada
apresiasi jika apresiasi itu sampai menimbulkan ketergantungan anak
pada persetujuan dan pujian orangtua.
2.
Apa
yang bisa dilakukan orangtua?
Selain
memaparkan anak dengan aneka hal dan kegiatan pada anak, apa yang bisa dilakukan
pada hal-hal yang sudah menjadi ketertarikan anak, misalnya: robot, tokoh
kartun, game, dan sebagainya?
Setidaknya
ada 4 hal yang bisa dilakukan orangtua:
a. Mengubah konsumsi ke produksi
Minat anak biasanya terkait dengan kegiatan
mengkonsumsi (memasukkan dari luar ke dalam), misalnya menonton, bermain,
membaca, dan sejenisnya. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat diubah menjadi
kegiatan produksi (mengeluarkan dari diri anak), misalnya: bercerita,
bernyanyi, presentasi, menulis, membuat sesuatu.
b. Membahaskan & memperdalam
Kegiatan yang dapat dilakukan orangtua untuk
mengubah kegiatan konsumsi menjadi produksi adalah dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan kepada anak untuk mengeluarkan informasi yang ada dalam
dirinya menjadi sebuah pengetahuan. Minta anak untuk menjawab pertanyaan Anda
tentang hal yang digeluti, minta anak untuk menceritakan, menuliskan, atau
melakukan presentasi hal-hal yang diketahuinya. Proses itu bisa sesederhana
percakapan spontan 3 menit, bisa kompleks dalam bentuk presentasi yang harus
dipersiapkan sebelumnya.
c. Memperkaya dengan kegiatan lain
Sebuah hal yang diminati anak juga bisa
diperkaya dengan menghubungkannya dengan kegiatan belajar yang lain. Sebagai
contoh, minat anak pada robot dijadikan sarana belajar matematika robot, membaca
tentang robot (literasi), cara kerja robot (IPA), dan sebagainya. Anda juga
mengekspos anak dengan ahli melalui pertemuan langsung, karya ahli, atau
video/film yang membahas tema yang disukai anak.
3.
Bagaimana
kalau minat anak berubah?
Nah,
ini pertanyaan yang sering diajukan orangtua. Apalagi kalau minat anak
berkaitan dengan sumber daya (dana & waktu) yang harus dialokasikan secara
khusus oleh orangtua. Apakah semua minat anak harus difasilitasi?
-
Hal pertama yang perlu diketahui, perubahan-perubahan
minat anak adalah hal yag wajar dan alami. Sebagian besar anak mengalaminya.
Seiring pertambahan usia anak, biasanya variasinya akan semakin mengerucut.
Jika orangtua mengamati perkembangan anak, mereka biasanya akan melihat benang
merah dari hal yang berubah-ubah itu.
-
Yang kedua, anak secara umum bersifat adaptif. Mereka
pandai menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada di sekitarnya. Tugas orangtua
bukan memanjakan anak atau membatasi, tetapi mengkomunikasikannya kepada anak.
Proses ini juga merupakan bagian dari pendidikan mengenai empati kepada anak.
-
Yang ketiga, perubahan minat anak dapat menjadi pintu
untuk proses belajar tentang negosiasi. Orangtua dan anak belajar membuat
kesepakatan-kesepakatan bersama. Kesepakatan itu bisa berupa kapan boleh berganti,
apa syarat berganti, apa konsekuensi dari pergantian?
Proses ini akan menguatkan anak dan
mengajarkan anak tentang konsekuensi dan ketangguhan. Pahami apa yang
dibutuhkan anak agar kita mampu mengerti minat anak sehingga perkembangan dapat
distimulus dengan fasilitas yang sesuai.


No comments:
Post a Comment