![]() |
| MAINAN YANG MEMBUAT ANAK CERDAS |
MAINAN YANG MEMBUAT ANAK CERDAS
Si kecil langsung kegirangan saat
melihat mainan. Mungkin karena mainan memenuhi kebutuhannya untuk menggunakan
imajinasi, bereksplorasi, berpura-pura, dan berbagi. Mainan tidak hanya
menyenangkan, tapi juga jadi alat untuk menjadikan anak cerdas. Mainan bisa
mendorong keterampilan yang dibutuhkan anak untuk menjadi orang dewasa. Mainan terbaik untuk anak adalah mainan yang ia pilih
sendiri, dan kadang hanya berupa kotak kardus atau panci yang ada di dapur.
Ketika menikmati sebuah mainan, anak mendapat pengalaman belajar yang berharga.
Apapun yang menarik baginya akan mengajarkannya sesuatu. Selain itu, semakin
variatif mainan yang dimiliki, anak semakin senang, dan memperoleh pengalaman
belajar yang berbeda-beda. Simak yaa Bunda, beberapa yang perlu diingat ketika
memilih mainan untuk menstimulasi kecerdasan anak.
Pilih Mainan Yang Membutuhkan Imajinasi
Hindari mainan yang hanya bisa
dimainkan satu atau beberapa cara saja. Mainan yang memicu imajinasi anak akan
jauh lebih baik.
Pilih Mainan Sesuai Usia Anak
Bila terlalu sulit dimainkan, anak
menjadi frustasi karena tidak bisa memainkannya dan ia akan mengabaikannya.
Yang lebih buruk, mainan bisa mencederainya.
Pilih Mainan Yang Sesuai Dengan Jenis Kelamin Anak
Amati anak untuk menemukan kesukaan,
minat, tingkat kemampuan, karakter favorit, dan sebagainya untuk tahu mainan
yang disukai.
Pilih Mainan Yang Membuat Anak Melakukan Sesuatu
Menyatukan bagian-bagian mainan atau
membentuknya, misalnya. Ini untuk meningkatkan intelegensi spasial dan
kedalaman persepsi. Anak juga belajar tentang bentuk, warna, dan ukuran. Jangan lupa Bun, sediakan variasi mainan agar anak
bisa belajar berbagai keterampilan. Jenis mainan tertentu memberi manfaat
berbeda bagi anak:
1. Mainan yang
mendorong permainan manipulasi, seperti konstruksi atau puzzle
membantu anak mengembangkan kontrol otot kecil dan koordinasi mata dan tangan.
2. Mainan yang
mendorong aktivitas fisik, seperti sepeda, loncat tali, atau
bola membuat anak mengeluarkan energi dan membangun kekuatan serta koordinasi.
3. Mainan yang
mendorong permainan dramatik, seperti mainan kendaraan, balok,
hewan mainan, boneka atau properti untuk menciptakan kehidupan nyata seperti
sebuah toko, membantu anak menciptakan ide sendiri tentang dunia sekitarnya.
4. Mainan seni
kreatif seperti kertas kosong, cat, gunting, lem, dan tanah
lempung, mendorong ekspresi diri dan penggunaan simbol, yang jadi kemampuan
penting untuk memecahkan masalah.
5. Permainan
strategi seperti kartu, domino, dan catur,
mengajarkan anak tentang bergiliran, perencanaan, mengikuti aturan, dan
bekerjasama dengan teman atau lawan.
Mainan Untuk Menstimulasi Kecerdasan Bayi
1. Cermin. Awalnya
bayi akan kagum dengan perubahan wajah dan ekspresi dari cermin. Seiring waktu,
bayi menyadari kalau senyuman yang ia lihat adalah pantulan dirinya. Ketika ini
terjadi, bayi menjadi sadar akan dirinya, yang mendorong penemuan diri ketika
belajar tentang anggota tubuhnya.
2. Mainan
bergerak. Benda yang bergerak di atas kepala bayi ketika
ia berbaring di tempat tidur menstimulasi penglihatan dan perkembangan rentang
perhatian.
3. Mainan
dorong-tarik. Ini membantu keseimbangan dan perkembangan otot
besar ketika si kecil mulai belajar mendorong tubuh ke posisi berdiri dan
berjalan. Semakin bayi mendorong dan menarik, semakin mereka bekerja dengan
otot yang dibutuhkan untuk bisa berlari dan memanjat.
4. Tumpukan lingkaran. Mainan
klasik ini seperti kerucut untuk berbagai ukuran lingkaran aneka warna.
Awalnya, bayi menikmati memegang dan memasukkan lingkaran ke dalam mulut. Lalu
ia berlatih kemampuan motorik halus dengan memasukkan lingkaran ke dalam
kerucut. Batita juga belajar tentang warna dan angka ketika Anda menghitung
lingkaran aneka warna saat menumpuknya.
Mainan Untuk Menstimulasi Kecerdasan Batita
1. Mainan
mengelompokkan benda. Keranjang dengan lubang aneka
bentuk untuk balok misalnya, bisa mendorong koordinasi tangan dan mata
serta keterampilan memecahkan masalah.
2. Bola. Bisa
dimainkan dengan dipantulkan, digulingkan, ditangkap atau dilempar. Bola
mendorong kemampuan motorik kasar, koordinasi mata dan tangan, dan ketangkasan.
3. Mainan untuk
bermain peran. Bermain masak-masakan atau dokter-dokteran
membantu anak mengenal lingkungannya dengan meniru tindakan Bunda dan orang
lain. Bermain boneka membantu perkembangan sosial emosional dengan mengajarkan
batita bagaimana mengekspresikan emosi dan merawat yang mereka sayangi.
4. Mainan
mekanik. Mainan dengan tombol atau kenop mendorong
kemampuan motorik halus dan pemecahan masalah, serta mengajarkan efek sebab akibat.
Mainan Untuk Menstimulasi Kecerdasan Anak Prasekolah
1. Bongkar-pasang. Mainan
bongkar-pasang membantu koordinasi dan ketangkasan, serta mengajarkan hubungan
spasial dan pemikiran logis.
2. Benda seni. Ketika
kemampuan motorik halus meningkat, aktivitas seperti memegang krayon,
menggambar, dan menggunakan gunting untuk memotong, memperkuat koordinasi,
mendorong kreativitas, dan rasa percaya diri.
3. Set balok
dan konstruksi. Membangun menara dan mencari cara agar tidak
jatuh menstimulasi kemampuan memecahkan masalah dan koordinasi tangan dan mata.
4. Mainan
berpura-pura. Anak perempuan bermain dengan rumah boneka dan
anak lelaki sebagai pemadam kebakaran ketika mereka mulai mengidentifikasi
peran spesifik gender. Anak lelaki lebih cenderung dengan mencoba memperbaiki
benda sedang anak perempuan meniru ibu dengan berpura-pura memasak.
Mainan Untuk Menstimulasi Kecerdasan Anak Yang Lebih
Besar
1. Lompat tali. Dengan
bermain lompat tali bersama teman, anak belajar untuk bergiliran dan bergaul
dengan teman sebaya. Koordinasi yang dibutuhkan saat melompat, mendorong
perkembangan motorik dan kemampuan memecahkan masalah.
2. Mainan
ilmiah. Teleskop atau teropong meningkatkan kemampuan
memecahkan masalah dan kemampuan matematika, ilmiah, dan imajinasi.
3. Permainan
kartu dan papan. Permainan kartu dan papan mengajarkan strategi,
bergiliran, juga aturan negosiasi. Membantu anak belajar menata emosi ketika
menang atau kalah.
4. Instrumen
musik. Belajar bermain piano, biola, gitar, atau
instrumen musik lain mendorong kemampuan mendengarkan dan motorik halus serta
membantu membangun kemampuan memperhatikan.
Ingat ya Bunda, ketika memberikan mainan yang dipilih untuk anak, jangan
hanya memberikan lalu memintanya bermain sendiri. Bermainlah bersamanya,
jelaskan bagaimana cara memainkannya. Bermain bersama anak membuat anak merasa
dicintai, dan ini menguatkan pembelajarannya. Perhatikan juga apakah anak
merasa tertarik dengan mainan barunya. Apabila tidak, mungkin mainan itu
terlalu sulit untuknya. Simpan hingga anak siap menggunakannya. Selain itu,
pastikan juga keamanan mainan, terutama untuk bayi dan anak yang lebih kecil.
Misalnya, pastikan rattle bayi tidak memiliki lubang yang bisa menjepit
jarinya. Anak kecil suka memasukkan mainan ke mulut, jadi hindari mainan yang
bisa ditelan anak dan membuatnya tersedak. Untuk anak yang lebih besar, periksa
apakah mainan dirancang kokoh dan tidak cacat.
Oyaa Bunda, terlalu banyak pilihan mainan akan membuat anak bingung,
terutama jika pada usia bayi. Anak akan merasa nyaman dengan mainan yang familiar.
Perlahan Bunda bisa menambahkan mainan baru ke koleksinya. Simpan mainan
dengan cara yang membuat anak terstimulasi untuk memainkannya seperti
menyusunnya di suatu tempat dengan tatanan yang kreatif. Jangan hanya menumpuk
mainan di dalam kotak penyimpanan dan anak tidak ingat mainan yang ada
didalamnya.


No comments:
Post a Comment