![]() |
| MELATIH KEBERSIHAN DIRI ANAK MELALUI KEGIATAN SEHARI-HARI |
MELATIH
KEBERSIHAN DIRI ANAK MELALUI KEGIATAN SEHARI-HARI
Lofhana kini sudah
menginjak usia dua tahun. Dia terbiasa membuang sampah sendiri ke tong sampah.
Lalu kala mandi, ia memilih untuk menyikat gigi dan membasuh badannya sendiri.
Meski gerakannya belum lancar dan masih harus diarahkan oleh sang Bunda, ia
sudah mengerti mengenai kebersihan diri. Bahkan ia akan mengambil sapu ketika
melihat lantai kotor.
Menurut Elfi Syahreni
pada karya tulis berjudul Perilaku
Sehat pada Anak Usia Dini, Bunda dan Ayah memegang peran
penting dalam pencapaian tumbuh-kembang si Kecil yang optimal. Salah satunya
dengan mengajari anak untuk mengembangkan perilaku sehat sejak dini sehingga
terbentuklah pola hidup sehat.
Mengapa harus sejak dini? Karena, membentuk pola
hidup sehat jauh lebih mudah daripada mengubah kebiasaan yang tidak sehat.
Pentingnya mengembangkan
perilaku sehat sejak dini ini juga ditekankan Sunarwati dalam tulisannya yang
berjudul Praktik
Pengasuhan dalam Menyiapkan Anak Berkualitas. Dia menyebutkan,
tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan kurun waktu yang sangat penting
dan kritis dalam hal tumbuh kembang fisik, mental, dan psikososial.
Perkembangan ini berjalan sedemikian cepatnya sehingga keberhasilan tahun-tahun
pertama untuk sebagian besar menentukan hari depan anak.
Sejak si Kecil berusia
dini, Bunda bisa mengenalkan pengetahuan dalam konsep kebersihan diri lewat
cara-cara sederhana. Sebagai awalan, Bunda dapat mulai aktif menjelaskan
kepadanya tentang konsep kesehatan anak, bahwa kondisi badan dan lingkungan
yang bersih akan membuat dia merasa nyaman dan senang. Sebaliknya, keadaan yang
kotor menimbulkan rasa jengah dan bisa menyebabkan penyakit.
Bunda dapat menggunakan
medium dongeng atau cerita pendek untuk mengajarkan anak tentang konsep
kebersihan diri. Misalnya lewat dongeng bergambar Pantas Jadi Tukang Sapu karangan
Enid Blyton yang mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan diri agar kita tidak
salah disangka sebagai tukang sapu pembersih cerobong asap.
Selain memberikan
pemahaman kepada si Kecil tentang pentingnya menjaga kebersihan diri, Bunda
bisa memberikan dukungan keluarga dengan melakukan pembiasaan. Sehingga
perlindungan tubuh anak bisa dimulai dari dirinya sendiri.
Ada beberapa poin check list kebersihan
diri anak usia 2-4 tahun dari Elfi Syahreni yang bisa Bunda terapkan di rumah.
Daftar ini disarikan dari tulisannya yang berjudul Perilaku Sehat pada Anak Usia Dini.
Yuk simak apa saja saran Elfi.
Mandi
Biasakan si Kecil mandi
setidaknya 2 kali sehari pada pagi dan sore. Proses memandikan anak dimulai
dari atas yaitu kepala dan semua alat indera lalu ke badan, anggota gerak, lalu
kemaluan. Bilas badan dengan bersih lalu keringkan dengan handuk. Pastikan
Bunda melakukannya dengan urutan yang runut agar dia tidak bingung ketika
mencontoh atau ingin melakukannya sendiri.
Keramas
Kadang pengalaman
mencuci rambut bisa traumatik bagi si Kecil karena pernah ada air sampo yang
masuk dan membuat matanya perih. Ajak dia berdialog soal hal ini dan libatkan
anak dalam memilih sampo yang dia sukai. Ajari anak urutan keramas yang benar,
dimulai dengan membasahi rambut lalu membalurkan sampo dan memijat-mijat kulit
kepala sampai bersih. Lakukan dengan hati-hati agar tidak mengenai matanya.
Lalu bilas sampai bersih dan keringkan dengan handuk.
Perawatan Gigi
Mulailah mengenalkan
perawatan gigi bagi anak setelah gigi pertamanya muncul. Lakukan 2 kali sehari
pada pagi dan sebelum tidur. Kenalkan aktivitas ini lewat pembiasaan bersama
Bunda maupun Ayah. Biarkan anak memegang sendiri sikat giginya sambil bermain
meniru gerakan gosok gigi sambil ingatkan agar dia tidak menelan pasta gigi.
Berdirikan si Kecil di depan cermin sementara Bunda membantunya memegang sikat
dari belakang. Setelah selesai, berkumurlah sampai bersih.
Mencuci Tangan
Agar kebersihan tangan tetap
terjaga, anak sebaiknya diajarkan mencuci tangan setiap kali setelah ke WC,
bermain, dan berpergian, juga sebelum makan. Ajari anak bagaimana cara mencuci
tangan yang benar yaitu dengan menggunakan sabun dan dicuci pada air bersih
yang mengalir. Sabun digosokkan pada kedua telapak tangan, lalu gosok telapak
tangan, punggung tangan, sela-sela jari dan kuku hingga pergelangan tangan
minimal 15—20 detik. Setelah itu dibilas dengan air bersih yang mengalir, lalu
keringkan tangan dengan menggunakan handuk bersih atau tisu. Agar lebih menarik
perhatian anak, lakukan kegiatan cuci tangan sambil bernyanyi.


No comments:
Post a Comment