![]() |
| MENGENALKAN KATA-KATA BAIK |
MENGENALKAN KATA-KATA
BAIK
Pastinya Bunda merasa sangat bangga kaan ketika melihat si
kecil sudah mampu bersikap sopan dan santun kepada orang lain? Sudah mampu
memahami arti kata seperti kata “tolong” lalu mengucapkannya ketika ia ingin
meminta bantuan orang lain atau mengucapkan kata “terima kasih” kepada orang
yang telah menolongnya. Hal ini tentu saja merupakan satu kebanggaan tersendiri
bagi Bunda.
So.. Berikan contoh yang baik yaa Bunda..
Metode ini merupakan cara yang paling efektif dan tepat untuk
dilakukan. Seperti yang kita ketahui, si kecil yang masih dalam usia batita dan
balita akan selalu mengikuti semua sikap dan tingkah laku orangtuanya. Dengan
begitu, seiring berjalannya waktu si kecil akan terbiasa dan mulai melakukan
apa yang telah Bunda contohkan tanpa harus Bunda ingatkan apalagi Bunda suruh. Jika
buah hati Bunda sudah menginjak usia 2 tahun, Bunda bisa mulai mengajari si
kecil untuk menyapa orang lain. Tentu hal ini harus Bunda tanamkan dengan sikap
dan tingkah laku Bunda pula saat di rumah. Bila pasangan Bunda akan berangkat
bekerja, Bunda bisa mencontohkan memberikan ucapan “Hati-hati dijalan Papa…”
lalu ketika ada sanak saudara yang berkunjung atau ketika bertemu teman maupun
tetangga di jalan Bunda bisa mengucapkan “Hai, apa kabar?”. Dengan memberikan
contoh- contoh seperti itu, si kecil akan terbiasa dan mulai mengikuti sikap
yang Bunda contohkan. Jadi teruslah membiasakan si kecil dengan
perilaku-perilaku yang baik.
Ketika Bunda ingin mulai mengajarkan si kecil untuk
mengucapkan kata “tolong”, Bunda bisa memulai hal tersebut dengan membiasakan
mengucapkan kata “tolong” ketika Bunda ingin meminta pertolongan pada si kecil.
Bunda juga bisa mulai membiasakan mengucapkan kata “terima kasih” ketika
si kecil mau menolong atau mengikuti apa yang Bunda minta.
Bunda.. Mungkin untuk membiasakan si kecil
mengucapkan kata “terima kasih” memerlukan sedikit waktu. Nahh.. yang
harus Bunda lakukan hanyalah harus terus mengingatkan secara perlahan bahwa
sangat penting mengucapkan kata “terima kasih” karena hal tersebut
mengekspresikan rasa senang kita karena seseorang telah membantu meringankan
pekerjaan kita dan menghargai apa yang telah orang lain lakukan untuk kita.
Pada usia balita yaitu sekitar 4-5 tahun, Bunda juga bisa
mulai mengajarkan si kecil untuk mengucapkan kata “maaf” bila ia melakukan
kesalahan ataupun kekacauan. Betsy Brown Braun, penulis buku Just Tell Me What to Say: Sensible
Tips and Scripts for Perplexed Parents mengatakan
bahwa kebanyakan orangtua sekarang ini selalu berlaku berlebihan ketika buah
hatinya melakukan kesalahan. Jika para orangtua ini melihat si kecil melakukan satu
kesalahan, mereka langsung memarahi dan membentak buah hatinya. Padahal hal
tersebut memberikan efek yang buruk pada si kecil dan tidak mengajarkan hal
yang baik juga. Si kecil yang merasa terpojok malah akan berteriak pada
orangtuanya atau malah membanting mainan yang ada di dekatnya. Maksud hati
ingin mengajarkan si kecil untuk menyadari kesalahannya dan mengajarkan meminta
maaf atas apa yang dilakukan, namun hal tersebut malah mengajari si kecil untuk
menjadi anak yang membangkang.
Untuk itu Bunda sebagai orangtua seharusnya lebih
mengutamakan bagaimana cara mengajarkan nilai-nilai yang baik pada si kecil,
jangan hanya mementingkan ego Bunda sendiri. Bila si kecil membuat kesalahan, Bunda
lebih baik duduk, bicara dan bertukar pikiran untuk menyelesaikan permasalahan
yang telah dibuatnya. Tanyakan pada si kecil kenapa hal itu bisa terjadi?
Mengapa si kecil bertindak seperti itu? Dengan membiasakan hal seperti ini Bunda telah
mengajari si kecil untuk lebih tenang dalam menghadapi masalah dan tidak
malu untuk mengakui kesalahan yang dibuatnya sehingga dengan sendirinya si
kecil pun akan mampu mengucapkan kata “maaf” dari hatinya dan memaknai hal
tersebut. Sehingga ketika si kecil beranjak dewasa ia mampu menjadi pribadi
yang mempunyai sikap dan tingkah laku yang santun.


No comments:
Post a Comment