![]() |
| PENTINGNYA CUCI TANGAN PAKAI SABUN |
PENTINGNYA CUCI TANGAN
PAKAI SABUN
Sisa
kue, batu kotor, atau hewan serangga hanya sebagian kecil dari benda yang
dibawa pulang anak ke rumah setelah pergi main di luar. Semua benda ini bisa
membawa jutaan kuman bersama mereka. Bunda pasti sadar kalau anak tidak selalu
mendengarkan ketika Anda meminta mereka mencuci tangan sebelum makan, setelah
menggunakan kamar mandi, atau ketika pulang dari bermain. Tapi pesan ini harus
diulangi karena mencuci tangan adalah cara terbaik mencegah kuman menyebar dan
menjaga anak terhindar dari penyakit. Mencuci tangan adalah kegiatan yang
sederhana ya Bun, tapi jadi cara paling baik untuk mencegah flu dan infeksi
serta penyakit lain di rumah, sekolah, dan tempat kerja. Mengikuti panduan
mencuci tangan dengan baik dan mengajarkan anak melakukannya bisa menjadi alat
paling kuat untuk melindungi kesehatan keluarga.
Di
rumah, mencuci tangan bisa mencegah infeksi dan penyakit yang menyebar dari
satu anggota keluarga ke yang lain. Aturan dasarnya adalah mencuci tangan
sebelum menyiapkan makanan dan setelah memegang daging dan unggas mentah,
sebelum makan, setelah mengganti popok, setelah batuk, bersin, atau meniup
hidung, serta setelah menggunakan kamar mandi. Ketika anak kontak dengan kuman,
mereka bisa terinfeski hanya dengan menyentuh mata, hidung, atau mulut. Dan
ketika terinfeksi, biasanya seluruh anggota keluarga juga akan mengalami
penyakit yang sama tapi mungkin tidak dalam waktu yang bersamaan. Kuman bisa
menyebar melalui banyak cara termasuk ketika:
1. Mengganti
popok kotor.
2. Menyentuh
tangan kotor.
3. Melalui
tetesan di udara yang terlepas selama batuk atau bersin.
4. Melalui
makanan dan air tercemar.
5. Pada
permukaan yang tercemar.
6. Melalui
kotak dengan cairan tubuh orang yang sakit.
Mencuci
tangan dengan baik adalah pertahanan pertama terhadap penyebaran banyak
penyakit, mulai dari flu biasa hingga infeksi serius seperti meningitis,
bronkitis, hepatitis A, dan kebanyakan jenis infeksi diare. Dulunya orang tidak
tahu kalau kuman bisa menyebabkan penyakit dan mencuci tangan dianggap tidak
penting. Sekarang mencuci tangan dianggap hal paling penting untuk mencegah
infeksi. Ikuti langkah berikut agar tepat mencuci tangan dengan menggunakan
sabun dan air:
1. Basahi
tangan dengan air bersih yang mengalir dan gunakan sabun. Gunakan air hangat bila
ada.
2. Gosok
kedua telapak tangan dan ratakan ke semua permukaannya.
3. Gosok
tangan hingga 15 sampai 20 detik. Anda bisa mengajak anak menyanyikan lagu
“Balonku” atau lagu serupa untuk mengetahui lamanya waktu menggosok. Nyanyikan
lagu sedikit lebih lambat atau ulangi dua kali agar mencapai 20 detik.
4. Bilas
tangan dengan air mengalir.
5. Keringkan
tangan menggunakan kertas tissu atau mesin pengering.
6. Selalu
gunakan sabun dan air jika tangan Anda terlihat kotor.
Tangan Anda bisa dengan mudah terkontaminasi kembali sebelum selesai mencuci tangan. Ini sering terjadi di kamar mandi atau toilet tempat Anda membersihkan tangan. Menyentuh keran atau pegangan pintu yang tercemar bisa berarti beberapa mikroba kembali ke tangan Anda. Menuangkan air ke atas keran bisa menghilangkan beberapa mikroba tapi tidak semuanya. Sebaiknya gunakan lap handuk untuk mematikan keran. Biarkan pintu terbuka sebelum Anda mulai mencuci tangan agar tidak perlu menyentuh pegangan pintu ketika keluar ruangan atau gunakan lap handuk untuk memutar pegangan pintu.
Jangan
remehkan aktivitas mencuci tangan ya Bun. Beberapa detik mencuci tangan bisa
menghalau berbagai penyakit. Jadikan sabun dan air bersih sebagai teman terbaik
Anda. Tapi jika tidak tersedia tempat untuk cuci tangan, misalnya ketika Anda
ingin memberi cemilan ke anak saat ia bermain di taman, gunakan cairan
pembersih tangan untuk membersihkan tangan. Pilihlah cairan pembersih tangan
berbahan dasar alkohol yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol
Banyak
penelitian menunjukkan kalau cairan pembersih tangan dengan konsentrasi alkohol
antara 60 hingga 95 persen lebih efektif membunuh kuman dibanding konsentrasi
alkohol yang lebih rendah atau pembersih tangan yang tidak berbahan dasar
alkohol. Pembersih tangan non-alkohol tidak bekerja dengan baik pada semua
jenis kuman, bisa menyebabkan kuman mengembangkan perlawanan terhadap cairan
pembersih, hanya mengurangi pertumbuhan kuman, bukan membunuhnya, atau
lebih mungkin mengakibatkan iritasi pada kulit dibanding pembersih berbahan
dasar alkohol.
Cairan
pembersih tangan berbahan dasar alkohol bisa mengurangi jumlah bakteri pada
kulit dan bekerja dengan cepat. Berikut langkah mencuci tangan dengan cairan
pembersih tangan berbahan dasar alkohol:
1. Gunakan
cairan pembersih pada pergelangan satu tangan.
2. Gosokkan
ke kedua tangan.
3. Ratakan
pembersih tangan ke seluruth permukaan tangan dan jari hingga tangan kering.
Anda
bisa membeli cairan pembersih tangan dalam ukuran botol kecil untuk dibawa
bepergian, atau beli botol besar untuk diisikan ke botol-botol kecil. Anda bisa
juga membuat cairan pembersih tangan sendiri. Ada banyak infromasi tentang cara
membuat pembersih tangan sendiri di internet, tapi pilih secara hati-hati ya
Bun. Ingat, agar efektif, cairan pembersih yang Anda buat harus mengandung alkohol
60 persen.
Cairan
pembersih tangan bekerja dengan melepaskan lapisan luar minyak pada kulit. Ini
biasanya mencegah bakteri yang ada di tubuh datang ke permukaan tangan. Tapi
bakteri jenis ini, yang biasanya ada di tubuh, umumnya bukan jenis bakteri yang
membuat kita sakit. Pada sebuah penelitian, Barbara Almanza, profesor di
Universitas Purdue yang mengajarkan praktek sanitasi pada pekerja membuat
kesimpulan menarik. Penelitian menunjukkan kalau cairan pembersih tangan tidak
signifikan mengurangi jumlah bakteri pada tangan, dan pada beberapa kasus bisa
berpotensi meningkatkan jumlah bakteri pada tangan.
Pembersih
tangan berbahan dasar alkohol bisa dengan cepat mengurangi jumlah mikroba pada
tangan pada beberapa situasi tapi tidak menghilangkan semua jenis kuman. Meski
pembersih berbahan alkohol bisa menonaktifkan banyak jenis mikroba dengan
sangat efektif ketika digunakan dengan tepat, banyak orang tidak menggunakan
jumlah yang cukup atau mengelapnya sebelum kering. Sabun dan air lebih efektif
dibanding cairan pembersih tangan berbahan alkohol untuk mengangkat atau
menonaktifkan kuman jenis tertentu seperti cyrptosporidium, norovirus, dan clostridium difficile.
Cairan
pembersih tangan juga tidak efektif ketika tangan terlihat kotor dan berminyak.
Banyak penelitian menunjukkan kalau cairan pembersih tangan bekerja dengan baik
pada tempat klinis seperti rumah sakit, dimana tangan terkontak dengan kuman
tapi umumnya tidak terlihat kotor atau berminyak. Beberapa data menunjukkan
kalau pembersih tangan bisa bekerja dengan baik pada kuman tertentu pada tangan
yang sedikit bertanah. Tangan bisa jadi sangat berminyak atau bertanah setelah
menangani makanan, berolahraga, bekerja di kebun, berkemah, atau memancing.
Bila tangan sangat kotor dan berminyak, pembersih tangan tidak bisa bekerja
dengan baik. Mencuci tangan dengan sabun dan air sangat dianjurkan pada kondisi
ini.
Untuk
mengurangi bakteri menyebar di keluarga, buat aturan mencuci tangan untuk tiap
orang, terutama:
1. Setelah
menggunakan kamar mandi.
2. Sebelum
makan dan memasak.
3. Setelah
menyentuh binatang termasuk hewan peliharaan.
4. Setelah
membersihkan rumah.
5. Setelah
meniup hidung, batuk, atau bersin.
6. Sebelum
dan setelah mengunjungi atau merawat teman atau kerabat yang sakit.
7. Setelah
berada di luar rumah (bermain, berkebun, berjalan-jalan, dll).


No comments:
Post a Comment