MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Wednesday, February 15, 2017

BUNDA!! JAUHKAN MAKANAN INI DARI BUAH HATI!!

Bunda, jangan sekali-kali memberikan jenis makanan ini untuk anak kita. Karena kemungkinan buruk bisa saja terjadi pada mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas jenis makanan apa saja yang harus dijauhkan bahkan jangan berikan pada anak.
Masa balita adalah periode emas di mana tumbuh kembang anak meningkat pesat. Terutama perkembangan otak. Jika saja Bunda mengabaikan periode emas ini, seperti tidak memberikan stimulasi dan nutrisi yang tepat, maka bisa menimbulkan dampak negatif pada perkembangannya, hingga dewasa kelak.
Salah satu cara yang bisa Bunda berikan untuk mendukung otak anak adalah makanan bernutrisi lengkap. Jangan sampai Ayah dan Bunda salah memberikan menu yang malah berdampak buruk terhadap perkembangan otak anak, seperti junk food. Junk food sendiri bukan berarti menu cepat saji, lho. Junk food merujuk pada jenis makanan yang tidak jelas asalnya dan kandungan nutrisinya meragukan atau tidak seimbang.

Selain itu, Bunda harus cermat memilih bahan makanan. Janganlah memberikan anak menu yang rawan tercemar merkuri, timbal, formalin, dan berbagai zat kimia berbahaya. Kalau ingin memberi menu makanan laut, Bunda harus mengetahui jenis seafood yang tinggi kadar pencemaran merkurinya. Jajanan yang tidak jelas seringkali juga mengandung pewarna dan pengawet yang membahayakan tubuh. Berikut jenis makanan yang dapat berpengaruh negatif terhadap perkembangan otak anak:
1. Jenis makanan yang tidak jelas bahan dan kandungan nutrisinya
Yang masuk kategori makanan ini adalah junk food. Biasanya, makanan berjenis ini memiliki sedikit kandungan nutrisi namun jumlah lemak sangat besar. Misalnya saja kentang goreng, hamburger, atau minuman bersoda.
2. Kudapan dan bahan pangan yang rawan tercemar zat kimia berbahaya
Makanan ini kerap mengandung zat pewarna tekstil, pengawet formalin atau boraks. Menurut penelitian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan, jajanan sekolah paling rawan mengandung zat-zat berbahaya. Karena itu Ayah dan Bunda harus mendidik anak untuk tidak jajan sembarangan.
3. Seafood yang tercemar merkuri dan alga beracun
Makanan yang berasal dari laut memang kayak protein. Namun Bunda dan Ayah harus cermat memilahnya. Karena sejumlah hewan laut mengandung alga beracun atau merkuri. Menurut Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Oseanografi LIPI), Zainal Arifin, sejumlah makanan dari laut tercemar bahan berbahaya karena ulah manusia yang membuang limbah berbahaya ke lautan.
4. Makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak yang terlalu tinggi
Minuman atau makanan manis memang terasa enak di mulut. Namun bila jumlahnya berlebihan juga tidak baik untuk perkembangan otak anak. Karena itu, sebaiknya Bunda membatasi kudapan berkadar nutrisi rendah dan menggantinya dengan buah-buahan.
Lalu jenis makanan apa yang membantu pertumbuhan otak anak agar maksimal dan mendorong kecerdasannya? Menurut pakar gizi Saptawati Bardosono, menu yang baik untuk perkembangan otak memiliki kandungan nutrisi seimbang antara karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Agar anak berminat menyantapnya, usahakan agar sajian di piring tampak berwarna-warni dari berbagai sayuran, buah, kacang-kacangan, dan sumber protein hewani.


No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas