Bunda,
jangan sekali-kali memberikan jenis makanan ini untuk anak kita. Karena
kemungkinan buruk bisa saja terjadi pada mereka. Dalam artikel ini, kita akan
membahas jenis makanan apa saja yang harus dijauhkan bahkan jangan berikan pada
anak.
Masa balita
adalah periode emas di mana tumbuh kembang anak meningkat pesat. Terutama
perkembangan otak. Jika saja Bunda mengabaikan periode emas ini, seperti tidak
memberikan stimulasi dan nutrisi yang tepat, maka bisa menimbulkan dampak
negatif pada perkembangannya, hingga dewasa kelak.
Salah satu
cara yang bisa Bunda berikan untuk mendukung otak anak adalah makanan
bernutrisi lengkap. Jangan sampai Ayah dan Bunda salah memberikan menu yang
malah berdampak buruk terhadap perkembangan otak anak, seperti junk food.
Junk food sendiri bukan berarti menu cepat saji, lho. Junk food merujuk pada
jenis makanan yang tidak jelas asalnya dan kandungan nutrisinya meragukan atau
tidak seimbang.
Selain itu,
Bunda harus cermat memilih bahan makanan. Janganlah memberikan anak menu yang
rawan tercemar merkuri, timbal, formalin, dan berbagai zat kimia berbahaya.
Kalau ingin memberi menu makanan laut, Bunda harus mengetahui jenis seafood
yang tinggi kadar pencemaran merkurinya. Jajanan yang tidak jelas seringkali
juga mengandung pewarna dan pengawet yang membahayakan tubuh. Berikut jenis
makanan yang dapat berpengaruh negatif terhadap perkembangan otak anak:
1.
Jenis makanan yang tidak jelas bahan dan kandungan nutrisinya
Yang masuk kategori
makanan ini adalah junk food. Biasanya, makanan berjenis ini memiliki
sedikit kandungan nutrisi namun jumlah lemak sangat besar. Misalnya saja
kentang goreng, hamburger, atau minuman bersoda.
2.
Kudapan dan bahan pangan yang rawan tercemar zat kimia berbahaya
Makanan ini
kerap mengandung zat pewarna tekstil, pengawet formalin atau boraks. Menurut
penelitian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan, jajanan sekolah
paling rawan mengandung zat-zat berbahaya. Karena itu Ayah dan Bunda harus mendidik
anak untuk tidak jajan sembarangan.
3.
Seafood yang tercemar merkuri dan alga beracun
Makanan yang
berasal dari laut memang kayak protein. Namun Bunda dan Ayah harus cermat
memilahnya. Karena sejumlah hewan laut mengandung alga beracun atau merkuri. Menurut
Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2
Oseanografi LIPI), Zainal Arifin, sejumlah makanan dari laut tercemar bahan
berbahaya karena ulah manusia yang membuang limbah berbahaya ke lautan.
4.
Makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak yang terlalu tinggi
Minuman atau
makanan manis memang terasa enak di mulut. Namun bila jumlahnya berlebihan juga
tidak baik untuk perkembangan otak anak. Karena itu, sebaiknya Bunda membatasi
kudapan berkadar nutrisi rendah dan menggantinya dengan buah-buahan.
Lalu jenis
makanan apa yang membantu pertumbuhan otak anak agar maksimal dan mendorong
kecerdasannya? Menurut pakar gizi Saptawati Bardosono, menu yang baik untuk
perkembangan otak memiliki kandungan nutrisi seimbang antara karbohidrat,
lemak, protein, vitamin, dan mineral. Agar anak berminat menyantapnya, usahakan
agar sajian di piring tampak berwarna-warni dari berbagai sayuran, buah,
kacang-kacangan, dan sumber protein hewani.

No comments:
Post a Comment