Sebagai
orangtua masa kini, Bunda dan Ayah pasti paham sekali beda anak sekarang
dibandingkan zaman dulu. Kini mereka sungguh fasih memainkan gadget, bahkan
eyangnya saja kalah. Malah mungkin Bunda dibuat terkejut-kejut dengan kecepatan
belajar anak mempelajari smartphone. Bahkan beberapa anak memiliki
ketertarikan besar terhadap gadget, hingga sulit lepas darinya.
Hal itu
mungkin membuat Bunda cemas mengenalkan anak pada gadget. Namun
menurut American Academy of Pediatrics (AAP) yang dikutip Dinas Perhubungan
Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pati, anak-anak bisa aman dari dampak stress
meski lama bermain dengan gadget atau menonton TV. Asal Bunda dan Ayah
menerapkan aturan, di antaranya:
1.
Jangan melarang bermain gadget: Pada umumnya, orang tidak suka
dilarang. Apalagi anak yang rasa ingin tahunya tengah memuncak. Bila saja Bunda
melarangnya bermain gadget, bisa jadi ia akan tetap memainkannya
sambil sembunyi-sembunyi. Karena itu, lebih baik Bunda dan Ayah mengizinkan ia
bermain gadget asal sesuai dengan usianya.
2.
Waktu main: Anak bisa menjadi terobsesi atau kecanduan akan gadget
karena waktu bermainnya yang terlalu panjang. Di usia 5 tahun, sebaiknya Bunda
dan Ayah membatasinya bermain smartphone, laptop, atau tablet,
selama satu jam sehari saja. Dengan begitu, ia tidak berlarut-laruh di depan
layar gadget dan memiliki waktu untuk melakukan permainan fisik.
3.
Mendampingi anak bermain gadget: Agar
tak kebablasan, sebaiknya Bunda atau Ayah mendampingi anak kala bermain gadget.
Selain untuk memantau pilihan permainannya, hal ini bisa memperkuat ikatan
antara orangtua dan anak. Sehingga terjalin komunikasi yang baik antara
keduanya.
Lalu apa saja
manfaat bermain gadget untuk anak. Menurut Derry Iswidharmanjaya dalam
buku Bila Anak Bermain Gadget, setidaknya ada enam keuntungan:
1.
Merangsang anak mengikuti perkembangan teknologi: Bila anak mempunyai minat terhadap
pemrogaman atau internet, bermain tress bisa menjadi awal
perkenalannya dengan dunia itu. Selain itu, ia juga bisa lebih mengikuti
perkembangan teknologi dan tidak gagap teknologi di kemudian hari. Karena itu,
Bunda perlu membimbingnya untuk bermain permainan edukatif seperti Stimulearn,
aplikasi game.
2.
Mengasah kemampuan berbahasa: Ketika bermain gadget,
anak akan menemukan berbagai bahasa baru. Apalagi kebanyakan game
menggunakan instruksi dalam bahasa asing, seperti Inggris. Di momen inilah ia
akan mempelajari dan menyerap bahasa baru. Dengan dampingan Bunda dan Ayah, ia
bisa mengembangkan kecerdasan bahasanya melalui game.
3.
Mengurangi tress: Dalam game, biasanya anak tidak hanya bermain
saja. Ia juga mendengarkan tres dari permainan itu. Dalam tahapan ini, otaknya
pun mengalami rileksasi. Hingga mampu mengurangi stress setelah lelah belajar.

No comments:
Post a Comment