Kematangan
fungsi otak anak dipengaruhi faktor genetika dan pola asuh anak. Maka, Bunda
harus memahami cara pengasuhan yang benar untuk mendukung perkembangannya.
Berdasarkan hasil penelitian dokter Soedjatmiko yang berjudul Pentingnya
Stimulasi Dini untuk Merangsang Perkembangan Bayi dan Balita Terutama pada Bayi
Risiko Tinggi, orangtua memiliki lima peran dalam perkembangan anak. Lima
peran tersebut, kemudian disingkat 5P, yaitu:
1. Penyediaan lingkungan
pembelajaran.
2. Predictability yaitu sikap orangtua dapat diramalkan.
3. Bermain dengan proses ping-pong. Atau dengan kata lain, permainan yang mengutamakan proses interaksi antara pemain, layaknya permainan bola ping-pong. Namun tentu Anak belum bisa diajak bermain tenis meja, ya Bunda.
4. Biarkan dan dorong anak secara persisten untuk tetap tertarik di dalam aktivitas.
5. Jangan menjadi semacam "profesor" dengan selalu berbicara dan tidak memberi kesempatan kepada anak.
2. Predictability yaitu sikap orangtua dapat diramalkan.
3. Bermain dengan proses ping-pong. Atau dengan kata lain, permainan yang mengutamakan proses interaksi antara pemain, layaknya permainan bola ping-pong. Namun tentu Anak belum bisa diajak bermain tenis meja, ya Bunda.
4. Biarkan dan dorong anak secara persisten untuk tetap tertarik di dalam aktivitas.
5. Jangan menjadi semacam "profesor" dengan selalu berbicara dan tidak memberi kesempatan kepada anak.
Lebih lanjut, dalam hasil penelitian yang ditayangkan di situs berisi kumpulan laporan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu, Soedjatmiko menyebutkan beberapa kegiatan yang bisa Bunda lakukan untuk menstimulasi motorik halus anak yang sudah berusia 1-3 tahun. Aktivitas sederhana ini bisa dilakukan di rumah. Berikut saran Soedjatimiko :
1.
Stimulasi gerak halus, koordinasi visual dan kognitif untuk anak yang berusia
1-1,5 tahun: mencoret-coret,
menyusun kubus, balok, memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari
wadahnya.
2.
Stimulasi gerak halus, kemandirian dan kognitif untuk anak yang berusia 1-1,5
tahun : dengan
bermain menggunakan boneka, alat-alat rumah tangga, sendok garpu, atau belajar
melepas celana dan baju.
3.
Stimulasi kemampuan gerak halus, kemandirian, dan kognitif untuk anak berumur
1,5-2 tahun :dengan
berlatih mencuci tangan, menyikat gigi, memakai celana, baju, menggambar garis.
4.
Stimulasi gerak halus, kemandirian dan sosial anak yang berusia 2 tahun : dengan memakai baju sendiri,
menyikat gigi, bermain kartu, menyebutkan nama teman, menggambar garis dan
lingkaran, atau menggambar manusia.
Nah, kini
Bunda sudah tahu cara menstimulasi motorik halus anak dengan cara sederhana dan
bisa dilakukan di rumah. Saat menjalankan itu semua, jangan lupa untuk
memberikan kehangatan, rasa cinta, dan kepedulian ya, Bunda. Sebab, hal-hal
tersebut juga menjadi faktor penting dalam penerimaan serta pembelajaran anak
agar tumbuh kembangnya menjadi optimal.

No comments:
Post a Comment