Bunda, apakah
sering menjumpai anak hanya mau makan jika lauk nugget/ sossis atau lainnya?
Anak lebih suka makan itu-itu saja, dia tidak mau mencoba makanan yang lain.
Untuk mendukung pertumbuhan, Bunda pasti ingin anak doyan makan dan mau
mengonsumsi berbagai makanan bergizi. Tetapi bagaimana kalau ia sulit menerima
makanan baru? Menolak untuk mencoba makanan baru sering diistilahkan sebagai neophobia.
Biasanya terjadi saat masa anak memasuki usia satu tahun. Untuk mengatasi hal
ini, ada beberapa jurus yang bisa Bunda lakukan, yakni:
1.
Beri menu baru saat anak lapar
Memberikan
variasi makanan baru bisa Bunda lakukan saat anak lapar. Karena biasanya di
momen ini, rasa lamap akan mendorongnya mencoba menyantap makanan apapun meski
belum pernah melihatnya sebelumnya. Di masa perkenalan ini, sebaiknya Bunda
tidak perlihatkan jenis makanan anak 1 tahun yang sering dia konsumsi. Karena itu
akan membuatnya memiliki pilihan hingga ia cenderung menolak makanan baru.
2.
Sisipkan makanan baru di sajian kesukaan
Strategi lain
yang bisa Bunda lakukan adalah menyisipkan jenis makanan baru ke dalam makanan
favorit anak. Misalnya ia suka susu, maka Bunda bisa memberikan campuran
potongan buah ke dalamnya. Sehingga ia akan mendapatkan cita rasa yang beda.
Bunda dapat pula memasukkan potongan telur puyuh atau sosis di sop sayur
kesukaannya.
3.
Buat sajian baru dalam porsi mini
Bunda,
janganlah menghidangkan makanan baru untuk anak dalam piring besar. Itu akan
akan membuat dia takut dan khawatir karena berpikir harus menghabiskan
semuanya. Hingga ia pun menolak makan. Baiknya Bunda menghidangkan menu itu dalam
piring kecil yang berwarna menarik. Poranak biasanya akan membuat dia penasaran
untuk mencobanya. Perlu juga Bunda ketahui, porsi makanan anak yang berumur di
bawah tiga tahun adalah ¼ porsi orang dewasa. Jadi kalau akan memperkenalkannya
dengan ayam atau daging, berikanlah sesuai porsinya.
4.
Strategi dua-satu
Cara lainnya
adalah menggunakan strategi “dua-satu”. Yakni, Bunda memperkenalkan jenis
makanan baru ketika anak tengah menikmati makanan favoritnya. Misalnya dua
sendok nasi dengan sop sayur, kemudian diisi dengan sepotong kecil ayam goreng.
Yang perlu Bunda perhatikan, cara ini harus dilakukan dengan hati-hati dan
tidak terburu-buru. Jangan sampai ia menolak menghabiskan makanannya akibat ada
makanan baru yang tidak dikenal.
5.
Undang teman
Terkadang
mengundang teman yang suka makan bisa menjadi jurus jitu untuk anak belajar
jenis makanan baru. Bunda bisa mengajak temannya untuk makan bersama-sama
sambil mengenalkan jenis makanan baru. Ia pasti tertarik untuk mencoba makanan
baru karena temannya juga suka.
6.
Berani Mencoba
Mungkin Bunda
juga perlu membuang pikiran bahwa anak mungkin tidak suka makanan ini atau itu,
bahkan sebelum mencobanya. Sebelum mengambil kesimpulan, baiknya coba dulu
dengan memberikan anak makanan tersebut. Misalnya Bunda khawatir kalau anak
tidak suka bayam. Padahal Bunda belum pernah memberikan anak bayam. Jadi ajak
dia icip-icip makanan yang bergizi tanpa perlu ada kekhawatiran.
Selain
mengajarinya variasi makanan, Bunda juga harus mengetahui kondisi mulut dan
gigi anak apakah ada masalah. Jangan-jangan ia menolak bukan karena tidak suka
jenis makanan baru. Tapi karena ada masalah di mulut dan sulit mengunyah jenis
makanan baru.

No comments:
Post a Comment