MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Tuesday, February 14, 2017

STRATEGI JITU AGAR ANAK MAU MAKAN DENGAN BANYAK VARIASI

Bunda, apakah sering menjumpai anak hanya mau makan jika lauk nugget/ sossis atau lainnya? Anak lebih suka makan itu-itu saja, dia tidak mau mencoba makanan yang lain. Untuk mendukung pertumbuhan, Bunda pasti ingin anak doyan makan dan mau mengonsumsi berbagai makanan bergizi. Tetapi bagaimana kalau ia sulit menerima makanan baru? Menolak untuk mencoba makanan baru sering diistilahkan sebagai neophobia. Biasanya terjadi saat masa anak memasuki usia satu tahun. Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa jurus yang bisa Bunda lakukan, yakni:
1. Beri menu baru saat anak lapar
Memberikan variasi makanan baru bisa Bunda lakukan saat anak lapar. Karena biasanya di momen ini, rasa lamap akan mendorongnya mencoba menyantap makanan apapun meski belum pernah melihatnya sebelumnya. Di masa perkenalan ini, sebaiknya Bunda tidak perlihatkan jenis makanan anak 1 tahun yang sering dia konsumsi. Karena itu akan membuatnya memiliki pilihan hingga ia cenderung menolak makanan baru.

2. Sisipkan makanan baru di sajian kesukaan
Strategi lain yang bisa Bunda lakukan adalah menyisipkan jenis makanan baru ke dalam makanan favorit anak. Misalnya ia suka susu, maka Bunda bisa memberikan campuran potongan buah ke dalamnya. Sehingga ia akan mendapatkan cita rasa yang beda. Bunda dapat pula memasukkan potongan telur puyuh atau sosis di sop sayur kesukaannya.
3. Buat sajian baru dalam porsi mini
Bunda, janganlah menghidangkan makanan baru untuk anak dalam piring besar. Itu akan akan membuat dia takut dan khawatir karena berpikir harus menghabiskan semuanya. Hingga ia pun menolak makan. Baiknya Bunda menghidangkan menu itu dalam piring kecil yang berwarna menarik. Poranak biasanya akan membuat dia penasaran untuk mencobanya. Perlu juga Bunda ketahui, porsi makanan anak yang berumur di bawah tiga tahun adalah ¼ porsi orang dewasa. Jadi kalau akan memperkenalkannya dengan ayam atau daging, berikanlah sesuai porsinya.
4. Strategi dua-satu
Cara lainnya adalah menggunakan strategi “dua-satu”. Yakni, Bunda memperkenalkan jenis makanan baru ketika anak tengah menikmati makanan favoritnya. Misalnya dua sendok nasi dengan sop sayur, kemudian diisi dengan sepotong kecil ayam goreng. Yang perlu Bunda perhatikan, cara ini harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak terburu-buru. Jangan sampai ia menolak menghabiskan makanannya akibat ada makanan baru yang tidak dikenal.
5. Undang teman
Terkadang mengundang teman yang suka makan bisa menjadi jurus jitu untuk anak belajar jenis makanan baru. Bunda bisa mengajak temannya untuk makan bersama-sama sambil mengenalkan jenis makanan baru. Ia pasti tertarik untuk mencoba makanan baru karena temannya juga suka.
6. Berani Mencoba
Mungkin Bunda juga perlu membuang pikiran bahwa anak mungkin tidak suka makanan ini atau itu, bahkan sebelum mencobanya. Sebelum mengambil kesimpulan, baiknya coba dulu dengan memberikan anak makanan tersebut. Misalnya Bunda khawatir kalau anak tidak suka bayam. Padahal Bunda belum pernah memberikan anak bayam. Jadi ajak dia icip-icip makanan yang bergizi tanpa perlu ada kekhawatiran.

Selain mengajarinya variasi makanan, Bunda juga harus mengetahui kondisi mulut dan gigi anak apakah ada masalah. Jangan-jangan ia menolak bukan karena tidak suka jenis makanan baru. Tapi karena ada masalah di mulut dan sulit mengunyah jenis makanan baru.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas