MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Saturday, February 11, 2017

Cara mengajari anak ke toilet

Mengajari toilet training sangatlah penting. Bunda tidak perlu lagi kerepotan mengganti popoknya ketika sedang sibuk melakukan aktivitas rumah tangga lainnya. Selain meringankan beban Bunda, kemampuan memakai toilet sendiri juga sangat bermanfaat bagi si Kecil pada masa mendatang dalam kehidupannya.

Lalu.. Bagaimana cara mengajarinya??
Mengembangkan kemampuan ini baru bisa dilakukan setelah anak berusia 1,5 tahun. Mengapa? Karena pada usia 1,5 tahun anak dapat menahan air seni dalam jangka waktu 2 jam. Kondisi ini disebabkan karena kantong air seni telah bertambah besar secara ukuran maupun sistem sarafnya yang melakukan kontrol juga sudah berkembang lebih baik. Kemampuan untuk menahan dan melepaskan buang air kecil ini di awal tentu saja hasilnya belum sempurna, namun akan terus meningkat sampai dengan anak mencapai usia 5 tahun.

Untuk langkah awal yang dilakukan adalah melatih anak untuk buang air kecil di kloset dalam kamar mandi. Baru kemudian dilatih bagaimana menahan air seni. Karena biasanya melatih anak untuk buang air kecil di kloset dan membersihkan diri lebih mudah dibandingkan dengan melatih anak menahan air seninya. Dimulai dengan kita memperhatikan tanda-tanda anak yang mempunyai keinginan buang air kecil, misalnya anak nampak menggoyang-goyangkan badan, kaki anak bergerak-gerak, mukanya mengkerut, kulitnya merinding, tangannya memegang  alat kelamin, menangis dan lain-lain. Pada saat inilah kita mulai melatih kemampuan untuk membuang air seninya di kloset kamar mandi, caranya adalah sebagai berikut:

1. Menuntun anak ke kamar mandi, ajaklah anak dengan bahasa yang lemah lembut, seperti: "Sella terasa mau buang air kecil ya, ayo kita ke kamar mandi, tahan ya sampai kita sampai di kamar mandi"
2. Dengan sikap tenang, dudukkan anak  pada kloset maupun pispot (biasanya ada pispot buat anak, sedangkan kalau kloset biasanya di toko perlengkapan bayi dan anak tersedia bagian atasnya kloset yang khusus untuk anak). Katakan: " Sella duduk di kloset yaa, Sella bisa  buang air kecil di sini".
3. Menunggu anak bisa membantu anak merasa aman .
4. Usahakan suapaya anak tidak duduk lebih dari 5 menit. Mengapa? karena terlalu lama menyebabkan anak merasa bosan dan menyebabkan pengalaman yang tidak menyenangkan sehingga anak menjadi tidak menyukai proses ini dan pada akhirnya akan menghambat proses pengajaran yang bunda lakukan.
5. Berilah pujian bila anak berhasil seperti: "Alhamdulillah yaa, Sella sudah bisa buang air kecil sendiri". Akan tetapi, bunda jangan terlalu melebih-lebihkan pujiannya, dan juga jangan memberikan iming-iming hadiah, karena proses buang kecil ini adalah proses yang sangat  alami.
6.  Jangan marah terhadap anak, bila anak belum berhasil  melakukannya . Berilah motivasi, misal dengan: "Sella, belum bisa ya? Baiklah nanti kita coba lagi, Bunda yakin kalo Sella nanti bisa buang air kecil secara mandiri".
7. Hindari membicarakan ketidak-berhasilan anak, apabila anak berada di dekat bunda. Hal ini akan memberikan efek yang sangat besar terhadap anak, karena anak akan malu, merasa gagal atau sebaliknya akan menjadikan hal ini sebagai senjata anak terhadap bunda.

Ingat yaa bunda.. selama proses ini, jangan pernah meninggalkan anak tanpa pengawasan di kamar mandi demi menghindari kecelakaan, seperti terpeleset atau memasukkan sesuatu yang berbahaya ke dalam mulut.

Mengajari anak menggunakan toilet memang butuh kesabaran. Hari ini mungkin dia mau mengikuti semua proses toilet training, namun hal itu bisa saja berbeda pada keesokan harinya. Jadi, jangan memaksa jika memang anak belum mau melakukannya. Bersabarlah hingga anak benar-benar terbiasa tanpa popoknya.

1 comment:

  1. wah makasih infonya, saya mau mulai mengajari anak pakai pispot duduk nih hehe.

    ReplyDelete

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas