MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Wednesday, February 22, 2017

Cara mengembangkan rasa ingin tahu pada anak

KEMBANGKAN RASA INGIN TAHU ANAK! BAGIMANA CARANYA?
Ketika mengasuh anak, Bunda mungkin kerap mendengar istilah golden age. Tapi apakah Bunda tahu apa arti golden age itu?
Golden Age berarti masa keemasan yang dialami anak sejak masih dalam kandungan hingga berusia 5 tahun. Di tahap ini, anak merupakan individu nan unik yang memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan pesat dalam beragam aspek. Yakni fisik, kognitif, sosio-emosional, kreativitas, bahasa, dan komunikasi. Otak anak pun akan menyerap setiap rangsangan dengan sangat cepat, namun tahapan perkembangannya tentu akan berbeda dengan anak lain.

Ketika berada di usia 3-5 tahun, anak cenderung ingin selalu tahu segala hal yang ada di sekelilingnya. Ini tentu sangatlah wajar. Karena di masa itulah anak mempunyai kemampuan belajar dan rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Nah, bila anak memang memiliki rasa ingin tahu yang besar, Bunda jangan merasa khawatir. Yang Bunda perlu lakukan adalah menumbuhkan keingintahuan itu menjadi hal positif.
Seperti tips di bawah ini:
1. Memperkenalkan anak pada hal-hal baru: Pola perkenalan ini bisa Bunda lakukan berawal dari area tubuh anak. Seperti tangan, kaki, mata, dan rambut. Kemudian, Bunda bisa mengenalkan anak dengan lingkungan di sekitarnya. Mulai dari mainan yang ada di kamar, perabotan di rumah, maupun nama tanaman di perkarangan.

2. Mengajak anak bereksplorasi: Jalan-jalan pagi atau sore dengan mengajak anak berkeliling kompleks bisa menjadi cara Bunda untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Di momen ini, Bunda bisa mengajarkan anak apa saja ciri rumah yang ia tempati, mengajarinya perbedaan kucing dengan ayam, atau memperkenalkannya dengan teman yang sebaya.

3. Membuat program aktivitas yang berbeda setiap harinya: Seperti mengajak anak bermain petak umpet, main masak-masakan di dapur, atau memintanya membantu mencuci mobil sambil bermain air. Meski semuanya berkesan hanya permainan, banyak pelajaran yang bisa anak serap. Misalnya saja tentang perhitungan kala bermain petak umpet, mengetahui nama sayuran waktu main masak-masakan, atau belajar mengenal perbedaan benda padat serta cair ketika mencuci mobil.

4. Membiarkan anak bereksperimen: Bunda, ketika anak bereksplorasi seperti berkeliling rumah, mengorek-orek tanah, mencium bau beragam bunga atau tanaman, mapun mengejar anak ayam, sebaiknya tidak dilarang. Karena di masa itulah anak tengah belajar tentang lingkungan sekitarnya. Yang perlu Bunda lakukan adalah terus mendampingi anak, sehingga aman kala bereksplorasi.


5. Makanan yang bergizi dan seimbang: Usai bereksplorasi keliling rumah atau bermain dengan teman sebayanya, mungkin anak kelelahan, juga lapar. Nah, agar stamina anak terus terjaga, Bunda harus memastikannya tidak kekurangan nutrisi dan gizi. Pemberian makanan dengan gizi memadai dan susu pertumbuhan sangatlah penting ia dapatkan. 

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas