TIPS MEMBANGUN KEMANDIRIAN ANAK
Membentuk
karakter anak yang mandiri bisa dilakukan sesuai tahapan usianya. Pada
dasarnya, membangun kemandirian anak bisa dimulai sejak ia sudah bisa
memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya, maka anak sudah bisa dilatih mandiri
untuk menyantap makanan sendiri. Tetapi, ada beberapa hal yang harus Bunda
perhatikan dalam tahapan membantu anak untuk mandiri. Dalam proses
perkembangannya, anak juga punya keinginan melakukannya sendiri dan menolak
jika ingin dibantu.
Yang
harus diingat oleh Ayah dan Bunda adalah, tidak meremehkan kemampuan anak dan memahami
proses sesuai usianya. Contohnya, melatih anak usia dua tahun untuk mandiri,
pasti diperlukan kesabatan ekstra karena ia pasti masih melakukan dengan
kemampuannya terbatas. Hal-hal yang sudah bisa mulai dilakukannya adalah
membawa makanan dan minumannya sendiri. Ayah dan Bunda perlu memahami jika
sesekali anak masih melakukan kesalahan seperti menumpahkan atau
menjatuhkannya.
Apa
saja yang harus diperhatikan untuk membangun kemandirian anak?
- Bunda harus menunjukkan kasih
sayang dan cinta kepada anak. Rasa aman dan dicintai akan menjadi pondasi
bagi anak untuk mandiri dan percaya diri. Anak yang memiliki kepercayaan
diri akan lebih punya keberanian untuk melakukan dan mencoba berbagai hal
sendiri.
- Pada usia satu tahun, anak
dapat dilatih untuk memegang cangkir dan minum sendiri.
- Pada usia dua tahun, anak sudah
memiliki keseimbangan batang tubuh sehingga dia bisa membawa sendiri tas
punggungnya, mengenakan celana sendiri, dan lain-lain.
- Pada usia tiga tahun, kemampuan
dan kekuatan otot lengan serta pergelangan tangannya akan semakin matang.
Pada usia ini, ia juga bisa dilatih untuk mengenakan kaus kaki sendiri,
mengancing baju sendiri, menyabuni tubuhnya saat mandi meski dengan
kemampuan yang masih terbatas, dan lain-lain.
- Biasakan anak bergaul agar dia
terbiasa saat mulai masuk sekolah. Anak akan mulai tidak takut orang asing
saat usia 2 tahun. Ini akan membantu proses adaptasinya ketika sekolah dan
banyak bertemu orang baru.
Hal
lain yang perlu diingat dalam proses melatih kemandirian ini, bahwa anak
mungkin akan mengalami kekesalan saat ia gagal melakukan suatu hal sendiri.
Padahal, ia merasa telah mencoba dengan cara yang dicontohkan Ayah atau Bunda.
Ketika anak mengalami ini, jangan berikan komentar negatif kepadanya. Berilah
apresiasi atas usaha yang sudah dilakukannya.
Selain
itu, berikan kesempatan kepada anak jika ia ingin melakukan sesuatu yang
dilakukan Ayah dan Bunda, atau orang dewasa di sekitarnya. Pandulah anak
tentang langkah-langkah yang harus dilakukannya ketika ia melakukan sesuatu
yang keliru.

No comments:
Post a Comment