Cacar air atau Varicella simplex atau Varicella atau Chickenpox adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster (VZV). Penyakit ini disebarkan secara aerogen. Cacar Air yang dikenal orang Jawa sebagai “cangkrangen”, adalah salah satu penyakit yang umum ditemui pada anak-anak. 90% kasus cacar air terjadi pada anak di bawah sepuluh tahun, dengan kejadian tertinggi pada usia 2-6 tahun.
Gejala cacar air pada anak
Umumnya virus varicella-zoster menyerang kulit
sehingga menimbulkan gatal-gatal dan luka yang berisi cairan. Menurut Hingky, dokter
spesialis anak pada rumah sakit umum Dr. Cipto Mangun Kusumo di Jakarta,
penyakit cacar air ini potensial terjadi pada musim pergantian dari kemarau
menuju musim hujan ataupun sebaliknya. Karena musim ini memiliki kelembaban
udara yang tinggi sehingga memungkinkan virus varicella-zoster dapat berkembang biak. Gejala cacar air pada anak
adalah sebagai berikut:
1. Demam. Biasanya
orang tua sering mengabaikan dan kerap menganggap demam yang tidak terlalu
tinggi merupakan gejala dari flu biasa. Padahal, demam tersebut bisa jadi
merupakan gejala awal cacar air pada anak.
2. Munculnya
bercak merah dan timbul yang berisi air. Air jernih ini kemudian akan berubah
menjadi keruh dalam waktu 24 jam. Dan biasanya, bercak ini dimulai dari daerah
belakang kepala hingga menjalar ke seluruh bagian tubuh anak.
3. Hilangnya
nafsu makan, sakit kepala, flu ringan hingga tubuh terasa lemas.
Penularan
Virus ini bisa
ditularkan melalui percikan ludah penderita atau melalui kontak langsung dengan
cairan kulit yang melepuh atau benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan
tersebut, misalnya sprei, selimut atau handuk. Penderita bisa menularkan
penyakitnya mulai dari saat timbulnya gejala sampai kulit yang melepuh telah
mengering. Apabila luka telah berubah menjadi keropeng (krusta), maka pasien tidak
lagi menularkan penyakit.
Pengobatan
Penyakit cacar
air ini sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya, namun karena lamanya proses
dan rasa sakit, maka tentu banyak Bunda yang mencari cara untuk menghilangkan
cacar air agar lebih cepat mengering. Biasanya dengan tidak menggaruk bagian
yang gatal, akan mempercepat proses penyembuhannya secara alami. Tetapi tidak
menutup kemungkinan cacar air ini bisa menyerang secara berulang ketika anak
mengalami penurunan daya tahan tubuh.
Untuk itu,
pemberian vaksin akan lebih memberikan perlindungan terhadap tubuh anak.
Efektivitas dari vaksin ini mampu menembus angka 97% berdasarkan penelitian
pada 100 orang anak yang divaksinasi. Dari hasil penelitian itu, ternyata hanya
3 orang anak saja yang terkena cacar air, yang itu pun termasuk kategori
ringan. Bahkan, jika anak sebelum berusia 13 tahun sudah mendapatkan vaksin
cacar air, maka ia tidak akan terkena cacar air seumur hidupnya.
Cara mengobati
cacar air adaah sebagai berikut:
1. Memberikan
paracetamol kepada anak untuk menurunkan suhu panas yang dialami anak,
disamping itu paracetamol juga mampu meredakan sakit dan nyeri jika
memberikannya sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter.
2. Memperbanyak
minum air putih merupakan cara yang baik untuk menyembuhkan cacar air pada anak
dan juga mampu mencegah dehidrasi. Sedangkan untuk bayi, pemberian ASI sangat
dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya.
3. Memberikan
lotion kalamin untuk mengurangi rasa gatalnya. Biasanya dokter juga memberikan
resep anthistamin chlorphenamine agar gatal yang dialami anak berkurang dan juga mampu membuat tidur anak menjadi nyenyak.
4. Pemberian salep
acyclovir pada bintik cacar baru agar tidak menyebar ke area lain. Salep ini
dioleskan setiap 3 jam pada anak.
5. Menaburkan
bedak caladine untuk mencegah penyebaran cacar. Bedak ini juga mampu
mengeringkan cacar air secara langsung. Penggunaannya bisa dengan menaburkan
bedak pada seluruh tubuh anak secara berkala.
6. Jika cacar
pecah, gunakan alkohol untuk membersihkan luka dan infeksi.
7. Memotong kuku
anak yang panjang supaya tidak menggaruk bagian tubuhnya yang terasa gatal.
8. Mengenakan
pakaian longgar. Bahan katun akan lebih baik dikenakan anak agar gatal yang
dirasakan berkurang dan dapat terhindar dari keringat.
9. Jika bintik
anak terinfeksi, mengalami bengkak, mengeluarkan nanah atau mengalami demam
yang begitu tinggi, muntah, sakit kepala dan gatal yang tak kunjung hilang,
segeralah periksakan anak kepada dokter.
Pada umumnya cacar air pada anak akan sembuh dalam waktu seminggu. Namun, tidak menutup kemungkinan penyakit ini bisa sembuh lebih dari seminggu. Jika anak ditangani secara baik selama masa sakitnya, tentu penyakit cacar ini akan cepat sembuh. Tapi lain halnya jika kekebalan tubuh anak kurang baik. Bisa jadi penyakit ini akan sembuh saat menginjak hari ke-20.

No comments:
Post a Comment