MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Sunday, February 12, 2017

Cara mengobati cacar pada anak

Cacar air atau Varicella simplex atau Varicella atau Chickenpox adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster (VZV).  Penyakit ini disebarkan secara aerogen. Cacar Air yang dikenal orang Jawa sebagai “cangkrangen”, adalah salah satu penyakit yang umum ditemui pada anak-anak. 90% kasus cacar air terjadi pada anak di bawah sepuluh tahun, dengan kejadian tertinggi pada usia 2-6 tahun.

Gejala cacar air pada anak
Umumnya virus varicella-zoster menyerang kulit sehingga menimbulkan gatal-gatal dan luka yang berisi cairan. Menurut Hingky, dokter spesialis anak pada rumah sakit umum Dr. Cipto Mangun Kusumo di Jakarta, penyakit cacar air ini potensial terjadi pada musim pergantian dari kemarau menuju musim hujan ataupun sebaliknya. Karena musim ini memiliki kelembaban udara yang tinggi sehingga memungkinkan virus varicella-zoster dapat berkembang biak. Gejala cacar air pada anak adalah sebagai berikut:

1. Demam. Biasanya orang tua sering mengabaikan dan kerap menganggap demam yang tidak terlalu tinggi merupakan gejala dari flu biasa. Padahal, demam tersebut bisa jadi merupakan gejala awal cacar air pada anak.
2. Munculnya bercak merah dan timbul yang berisi air. Air jernih ini kemudian akan berubah menjadi keruh dalam waktu 24 jam. Dan biasanya, bercak ini dimulai dari daerah belakang kepala hingga menjalar ke seluruh bagian tubuh anak.
3. Hilangnya nafsu makan, sakit kepala, flu ringan hingga tubuh terasa lemas.

Penularan
Virus ini bisa ditularkan melalui percikan ludah penderita atau melalui kontak langsung dengan cairan kulit yang melepuh atau benda-benda yang terkontaminasi oleh cairan tersebut, misalnya sprei, selimut atau handuk. Penderita bisa menularkan penyakitnya mulai dari saat timbulnya gejala sampai kulit yang melepuh telah mengering. Apabila luka telah berubah menjadi keropeng (krusta), maka pasien tidak lagi menularkan penyakit.

Pengobatan
Penyakit cacar air ini sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya, namun karena lamanya proses dan rasa sakit, maka tentu banyak Bunda yang mencari cara untuk menghilangkan cacar air agar lebih cepat mengering. Biasanya dengan tidak menggaruk bagian yang gatal, akan mempercepat proses penyembuhannya secara alami. Tetapi tidak menutup kemungkinan cacar air ini bisa menyerang secara berulang ketika anak mengalami penurunan daya tahan tubuh.

Untuk itu, pemberian vaksin akan lebih memberikan perlindungan terhadap tubuh anak. Efektivitas dari vaksin ini mampu menembus angka 97% berdasarkan penelitian pada 100 orang anak yang divaksinasi. Dari hasil penelitian itu, ternyata hanya 3 orang anak saja yang terkena cacar air, yang itu pun termasuk kategori ringan. Bahkan, jika anak sebelum berusia 13 tahun sudah mendapatkan vaksin cacar air, maka ia tidak akan terkena cacar air seumur hidupnya.

Cara mengobati cacar air adaah sebagai berikut:
1. Memberikan paracetamol kepada anak untuk menurunkan suhu panas yang dialami anak, disamping itu paracetamol juga mampu meredakan sakit dan nyeri jika memberikannya sesuai dengan yang dianjurkan oleh dokter.
2. Memperbanyak minum air putih merupakan cara yang baik untuk menyembuhkan cacar air pada anak dan juga mampu mencegah dehidrasi. Sedangkan untuk bayi, pemberian ASI sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya.
3. Memberikan lotion kalamin untuk mengurangi rasa gatalnya. Biasanya dokter juga memberikan resep anthistamin chlorphenamine agar gatal yang dialami anak berkurang dan  juga mampu membuat tidur anak menjadi nyenyak.
4. Pemberian salep acyclovir pada bintik cacar baru agar tidak menyebar ke area lain. Salep ini dioleskan setiap 3 jam pada anak.
5. Menaburkan bedak caladine untuk mencegah penyebaran cacar. Bedak ini juga mampu mengeringkan cacar air secara langsung. Penggunaannya bisa dengan menaburkan bedak pada seluruh tubuh anak secara berkala.
6. Jika cacar pecah, gunakan alkohol untuk membersihkan luka dan infeksi.
7. Memotong kuku anak yang panjang supaya tidak menggaruk bagian tubuhnya yang terasa gatal.
8. Mengenakan pakaian longgar. Bahan katun akan lebih baik dikenakan anak agar gatal yang dirasakan berkurang dan dapat terhindar dari keringat.
9. Jika bintik anak terinfeksi, mengalami bengkak, mengeluarkan nanah atau mengalami demam yang begitu tinggi, muntah, sakit kepala dan gatal yang tak kunjung hilang, segeralah periksakan anak kepada dokter.


Pada umumnya cacar air pada anak akan sembuh dalam waktu seminggu. Namun, tidak menutup kemungkinan penyakit ini bisa sembuh lebih dari seminggu. Jika anak ditangani secara baik selama masa sakitnya, tentu penyakit cacar ini akan cepat sembuh. Tapi lain halnya jika kekebalan tubuh anak kurang baik. Bisa jadi penyakit ini akan sembuh saat menginjak hari ke-20.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas