Anak-anak yang dilahirkan dengan peran ayah yang dominan memiliki kemampuan matematika yang lebih baik, namun kedekatan dengan ibulah yang membuat anak mengalami peningkatan banyak kecerdasan lainnya.
Ibu
adalah agen IQ terbaik buat anaknya. Bagaimana bisaaa??
Kehamilan
memang identik dengan perut yang terus membesar dan terjadinya
perubahan-perubahan hormon dalam tubuh yang membuat mood ibu menjadi tidak
menentu. Biasanya berefek pada gairah
beraktivitas ibu menjadi menurun drastis. Namun bagaimanapun, menjaga kesehatan
sangatlah penting baik untuk ibu sendiri maupun untuk bayi. Karena itulah
seyogyanya ibu harus tetap beraktifitas secara normal untuk menjaga kesegaran
dan kesehatan tubuh. Bahkan dianjurkan agar ibu juga melakukan olahraga-olahraga
ringan selama masa kehamilan.
Melalui
bukunya yang berjudul “Intelligence and
How to Get It”, psikolog Richard E. Nisbett mengungkapkan bahwa ibu-ibu
yang rutin berolahraga ringan selama masa kehamilan akan melahirkan bayi-bayi
yang lebih cerdas. Menurutnya, anak-anak yang lahir dari ibu yang melakukan
olahraga ringan selama 30 menit perhari memiliki IQ delapan angka lebih tinggi
dibandingkan dengan anak dari ibu yang tidak melakukan olahraga. Wow.. Amazing
yaa..
Dahulu
memang ada keraguan mengenai aktifitas olahraga pada ibu hamil. Misalkan saja
menurut “The Western Medical Profession”,
dimana mereka mempercayai bahwa berolahraga pada trimester pertama kehamilan (1
– 12 minggu) bisa membahayakan janin (fetus). Tetapi jangan khawatir bunda,
karena sudah banyak penelitian terbaru yang membuktikan sebaliknya dimana
berolahraga ringan pada trimester awal kehamilan tidaklah berbahaya. Bahkan
pemerintah Inggris saat ini merekomendasikan warga mereka yang sedang hamil
agar terus berolahraga ringan. Mereka menerima laporan bahwa wanita yang lebih
aktif selama masa hamil, tubuhnya akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan
serta memudahkan pada proses persalinan.
Lalu.. Olahraga apa
saja yang cocok dilakukan oleh ibu hamil??
Olahraga-olahraga
ringan yang sederhana saja seperti berjalan cepat (brisk walking), peregangan (stretching)
dan mengangkat beban ringan. Jenis-jenis olahraga ini sangat mudah dilakukan
dan bermanfaat bagi ibu serta kandungannya. Manfaat yang akan segera ibu
rasakan ketika berolahraga ringan antara lain saraf-saraf yang lebih berkembang
dan peredaran darah ke otak menjadi lebih lancar.
Nisbett
juga menuliskan dalam bukunya bahwa wanita yang rajin berolahraga selama masa
kehamilan, selanjutnya memberikan ASI pada 9 bulan pertama usia bayi berpotensi
meningkatkan IQ si bayi hingga 14 angka. Selain itu, menurut Nisbett cara orang
tua berinteraksi dengan anak dapat meningkatkan IQ anak.
Misalnya dengan
mengajak anak bermain teka-teki mengenai apa yang akan terjadi. Permainan
prediksi ini membantu meningkatkan kesadaran anak mengenai lingkungan dan
dunianya. Permainan bisa dimulai dengan bertanya mengenai suatu hal kepada anak
seperti, Apakah burung bisa terbang? Mengapa burung bisa terbang? Apakah burung
bisa berenang? Kenapa burung tidak bisa berenang? Apa yang terjadi kalau roda
mobil berhenti berputar? Dan lain seterusnya. Selain dapat meningkatkan IQ, permainan-permainan
ini juga meningkatkan keakraban ibu dengan anak.

No comments:
Post a Comment