MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Saturday, February 18, 2017

Sistem pencernaan bayi yang baru lahir

Tahukah Bunda bagaimana sistem pencernaan bayi yang baru lahir??
Pencernaan bayi baru lahir belum kuat dan belum matang, serta sangat rentan terkena infeksi. Oleh karena itu, pada awal masa setelah kelahiran bayi, Bunda harus memerhatikan dengan baik apa saja dan berapa banyak yang masuk ke dalam mulut bayi. Apapun yang masuk ke dalam mulutnya akan diolah dalam sistem pencernaan bayi.

Ukuran lambung bayi masih kecil
Ukuran lambung bayi yang baru lahir hanya sebesar kelereng yang hanya mampu menampung cairan sebesar 60-90 ml. Namun lama-kelamaan, ukuran lambung ini bertambah menjadi sebesar telur di usia 1 bulannya. Jadi, jangan heran bayi baru lahir menyusu sangat sedikit karena memang ukuran lambungnya masih kecil dan belum mampu untuk menampung lebih banyak makanan.
Umumnya bayi baru lahir akan menyusu dalam jumlah sedikit tapi lebih sering. Ini merupakan cara bayi dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Beranjak besar, bayi akan menyusu lebih banyak tapi frekuensi menyusunya menurun. ASI adalah yang terbaik diberikan pada saat ini karena mengandung kadar lemak yang tinggi, sehingga dapat memberikan kalori yang cukup untuk bayi.


Sistem pencernaan bayi belum matang
Pada awal-awal kehidupannya, bayi belum mempunyai semua enzim yang dibutuhkan untuk mencerna makanan. Walaupun bayi yang baru lahir dapat mencerna karbohidrat, protein, dan lemak, tapi pankreas bayi belum sepenuhnya berkembang. Pankreas bayi yang baru lahir belum bisa menghasilkan enzim yang diperlukan untuk memecah karbohidrat kompleks atau pati sampai bayi berusia sekitar 3 bulan. Namun bayi terbantu dengan adanya enzim dalam ASI dan air liur bayi.
Selain itu, secara fisik katup kerongkongan bayi juga masih belum sempurna. Katup ini mengontrol masuknya makanan dari mulut ke lambung bayi. Sehingga, makanan yang sudah ada di lambung bayi dapat dengan mudah naik lagi ke kerongkongan. Akibatnya bayi sering gumoh, tetapi ini merupakan hal yang umum terjadi. Ginjal bayi juga belum sepenuhnya matang, sehingga bayi berisiko mengalami dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit dan ketidakcukupan penyerapan nutrisi.

Bayi belum bisa melindungi dirinya dari infeksi

Normalnya, saluran pencernaan manusia mempunyai lapisan lendir yang mampu melindunginya dari mikroba dan kontaminan lain yang mungkin ada dalam makanan. Namun sistem perlindungan ini belum sepenuhnya terbentuk pada bayi baru lahir sehingga saluran pencernaan bayi belum siap dalam melawan bakteri dan patogen yang masuk. Hal ini menyebabkan bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap infeksi. Namun Bunda jangan terlalu mengkhawatirkan hal ini karena ada antibodi didalam ASI yang mampu membantu bayi menciptakan perlindungan untuk dirinya. Karena itu, Bunda disarankan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi sampai berusia 6 bulan. Pada usia ini, lapisan lendir pada saluran pencernaan bayi sudah terbentuk hampir sempurna dan antibodi juga sudah mulai diproduksi dalam tubuh bayi. ASI juga mengandung faktor pertumbuhan usus yang membantu bayi dalam mengembangkan bakteri baik dalam usus. Sehingga, ASI sangat penting untuk membantu pematangan pencernaan bayi.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas