Bicara adalah bahasa lisan yang
merupakan bentuk yang paling efektif untuk berkomunikasi.
Sebaiknya Bunda mengetahui tahapan
perkembangan kemampuan berbicara anak. Jadi ketika kemampuan berbicara anak
belum sesuai dengan tahap perkembangannya, Bunda bisa segera mencari solusinya. Mangantar
Simanjuntak dan Soenjono Dardjowidjojo menyatakan bahwa tahapan perkembangan
bicara anak usia dini adalah sebagai berikut:
![]() |
| Tahapan perkembangan kemampuan berbicara anak, Tahapan bicara pada anak |
- Tingkat membabel (0-1 tahun): Anak sudah mampu mengucapkan pola suku kata yang berbentuk konsonan vokal (KV).
- Masa holofrasa (1-2 tahun): Pada mulanya anak menggunakan satu kata, yaitu kata benda atau kata kerja, yang kemudian digabungkan dengan isyarat untuk mengungkapkan suatu pikiran utuh (Hurlock, 1976: 189). Contoh: kata “cucu”, untuk menyampaikan “saya ingin minum susu”.
- Masa ucapan dua kata (2-2,6 tahun): Anak sudah mampu mengucapkan dua kata seperti “ma susu“ yang berarti “mama, saya minta susu”. Hurlock (1978: 189) menambahkan bahwa pada usia dua tahun, anak mampu menggabungkan kata ke dalam kalimat pendek yang kerap berupa kalimat tak lengkap yang berisi satu atau dua kata benda, satu kata kerja, dan kadang-kadang satu kata sifat atau kata keterangan. Menurut Soenjono (200: 128), pada saat anak menggunakan ujaran dua kata, ujaran tiga kata pun sudah mulai digunakan.
- Masa permulaan tata bahasa (2,6-3 tahun): Anak mulai dapat menggunakan bentuk bahasa yang lebih rumit. Kalimat yang diucapkan umumnya berupa kata tugas seperti “papa pergi ke kantor”.
- Masa menjelang tata bahasa dewasa (3-4 tahun): Pada masa ini, anak dapat menghasilkan kosakata yang lebih rumit. Anak telah mampu menggunkaan imbuhan secara lengkap dan juga mempunyai subjek, predikat, dan objek bahkan keterangan bila diperlukan.
- Masa kecakapan penuh (4-5 tahun): Anak yang normal telah mempunyai kemampuan berbicara sesaui kaidah-kaidah yang ada dalam bahasa ibunya. Anak mampu memahami apa-apa yang disampaikan orang lain kepadanya atau apa yang ingin di sampaikanya kepada orang lain dengan baik. Hurlock (1978: 189) menambahkan bahwa di usia 4 tahun kalimat anak sudah lengkap berisi semua unsur kalimat.
Lalu bagaimana jika si kecil belum juga bisa
bicara??
Anak Bunda sudah
berusia 2 tahun, tapi belum juga bisa bicara? Saran dari Mayke Tedjasaputra,
Psikolog anak dari lembaga Terapan UI sebaiknya jangan buru-buru memvonisnya
mengalami keterlambatan perkembangan bicara. Coba bandingkan dulu dengan anak
sebayanya. Jika memang perbedaannya cukup jauh, barulah Bunda patut waspada.


No comments:
Post a Comment