Memang
pada masa tertentu nafsu makan anak berkurang. Anak tidak nafsu makan karena 2
sebab utama. Sebab organik dan anorganik.
Sebab
organik merupakan sebab yang berhubungan
dengan organ makan anak. Misalnya : sariawan, tumbuh gigi, radang, dll.
Sebab
anorganik meliputi keadaan psikologis anak, suasana hati anak dan pengasuh,
suasana lingkungan, dll. Cek dulu, mungkin saja anak sedang sariawan, mau
tumbuh gigi lalu sesuaikan makanan yang bisa menyamankan dan memenuhi kebutuhan
gizinya.
![]() |
| Tips Ampuh Agar Anak Doyan Makan |
Berikut perilaku anak dalam
menolak makanannya:
Menolak MPASI hanya mau ASI (Susu
Formula)
Jika
menghadapi kondisi seperti ini, pemberian makanan secara bertahap harus
dirancang. Memang waktu makannya jadi
jauh lebih lama. Misalnya, berikan 1 sendok MPASI setiap jadwal makan tiba
dengan konsentrasi makanannya lebih cair. Setiap hari porsi ini harus
ditingkatkan, dari 1 sendok menjadi 2 sendok hingga akhirnya mencapai 1
mangkuk. Perlu diingat, jadwal makannya pun harus diberikan secara konstan dan
berkesinambungan. Mengapa ini penting? Karena si kecil mau tidak mau harus
diajarkan keteraturan untuk membentuk kedisiplinan.
Dilepeh
Jika ini terjadi pada bayi dibawah 8 bulan, kemungkinan besar terjadi karena refleks anak. Tapi kalau bayi diatas 8bulan atau lebih, maka orangtua harus cermat. Apa karena makanannya terlalu asin, terlalu lembek, terlalu banyak, atau makanannya tidak enak, dsb. Agar sikecil tidak tidak melakukan penolakan, pbundai-pbundailah mengatur strategi dengan variasikan menu makan anak, Seperti kalau tidak mau makan nasi, bisa diganti dengan roti, macaroni , dll. Penyajian makanan yang menarik juga penting. Hias dengan aneka warna dan bentuk . Jika perlu cetak makanan dengan cetakan kue yang lucu.
Jika ini terjadi pada bayi dibawah 8 bulan, kemungkinan besar terjadi karena refleks anak. Tapi kalau bayi diatas 8bulan atau lebih, maka orangtua harus cermat. Apa karena makanannya terlalu asin, terlalu lembek, terlalu banyak, atau makanannya tidak enak, dsb. Agar sikecil tidak tidak melakukan penolakan, pbundai-pbundailah mengatur strategi dengan variasikan menu makan anak, Seperti kalau tidak mau makan nasi, bisa diganti dengan roti, macaroni , dll. Penyajian makanan yang menarik juga penting. Hias dengan aneka warna dan bentuk . Jika perlu cetak makanan dengan cetakan kue yang lucu.
Diemut
Anak yang makannya ngemut umumnya karena alat-alat pencernaan di rongga mulutnya belum siap menerima, contohnya : Batita belum berhasil melewati masa transisi dari makanan cair ke padat. Dan kebiasaan ngemut-nya karena gangguan fisik misalnya : asyik bermain hingga lupa masih ada makanan didalam mulutnya.
Anak yang makannya ngemut umumnya karena alat-alat pencernaan di rongga mulutnya belum siap menerima, contohnya : Batita belum berhasil melewati masa transisi dari makanan cair ke padat. Dan kebiasaan ngemut-nya karena gangguan fisik misalnya : asyik bermain hingga lupa masih ada makanan didalam mulutnya.
Tips
mengatasinya:
- Tunjukkan padanya bagaimana cara
mengunyah yang benar, yaitu perlahan-lahan dengan menggerakkan rahang atas dan
rahang bawah.
- Bila anak terlalu asyik bermai sehingga
lupa mengunyah, minta anak berhenti bermain sampai aktivitas makannya selesai.
Jika itu terlalu sulit diterapkan, coba bagi makanannya menjadi beberapa porsi
kecil, lalu minta anak untuk menghabiskan 1 porsi sebelum bermain lagi.
Tentukan waktu main tidak terlalu lama, misalnya 5 menit, lalu ia harus masuk
ke proses makan satu porsi lainnya, dan seterusnya.
-
Biasakan
anak makan di meja makan tanpa disambi aktivitas lain Misal Nonton TV. Matikan
TV nya supaya ia tak tergoda untuk menonton. Jadikan Nonton TV atau
bermain sebagai hadiah setelah ia selesai makan.
Disembur
Penyebabnya : Makanan terasa
asing dilidahnya, Salah satu bentuk
eksplorasinya, Bosan dengan makanan itu, ingin mendapat perhatian dari orang
disekelilingnya, Suka dengan suara yang ditimbulkan saat menyembur makanan.
Tips Mengatasinya:
1. Tak perlu memberi reaksi
berlebihan bila si batita menyemburkan makanannya apalagi memarahi. Jangan pula
mentertawakan. Lebih baik tanyakan apakah makanannya kurang enak. Kalau ya,
lebih baik ganti dengan makanan sejenis.
“Oh, Adek enggak mau makan nasi hari ini? Mama punya kentang. Enak,
deh!"
2. Sebelum mengganti, ajak dia
berjanji untuk tidak menyemburkan lagi makanannya. Jika masih tetap
menyemburkan makanan penggantinya, tarik dulu makanan tersebut selama sekitar
30 menit, baru kemudian diberikan lagi. Kemungkinan ia sedang tak ingin makan.
3. Bila merupakan bagian dari
eksplorasinya, katakan pada si kecil, "Lucu, ya, Dek, bunyinya. Tapi
makanan itu nanti harus ditelan ya." Bila si batita melakukannya karena
iseng, beri penjelasan bahwa makanan bukan mainan, jadi tak boleh
disembur-semburkan. Jangan bosan untuk terus-menerus menjelaskannya pada si
kecil agar perilaku ini tak terus berlanjut.
Dimuntahkan
Perilaku
memuntahkan makanan bisa akibat penolakan ataupun bukan. Kalau ternyata
disebabkan masalah fisik atau ada yang harus dibereskan pada sistem
pencernaannya, maka muntahnya bukan merupakan penolakan. Akan tetapi kalau
muntah disebabkan si kecil mencari perhatian dalam mengeskpresikan
ketidaksukaannya pada makanan itu, baru bisa dikategorikan sebagai penolakan.
Untuk memastikan penyebabnya, orang tua dapat memperhatikan kondisi anak.
Misalnya apakah rewel atau tidak selagi muntah maupun sesudah muntah, demam
atau tidak, dan apakah disertai gangguan lain semisal diare atau tidak. Jika
jawabannya memang ya, kemungkinan si kecil mengalami masalah fisik dan ini
sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter ahlinya.
Menolak sama sekali
Wujud
penolakannya bisa berupa memalingkan kepala, menutup rapat-rapat mulutnya,
sampai menangis keras setiap kali disuapi. Penyebabnya lebih banyak karena
faktor fisik, seperti gara-gara sariawan, atau terkena radang tenggorokan.
Jadi, kalau si kecil menunjukkan tbunda-tbunda tadi, cermati dulu kondisi
kesehatannya secara umum. Pastikan apakah ia sariawan atau tidak, gunakan
termometer untuk memastikan suhu tubuhnya, apakah kondisi lidahnya bermasalah
atau tidak, bibirnya pecah-pecah, dan buang airnya lancar atau tidak. Kalau
benar karena kendala fisik, lekas konsultasikan ke dokter.
Jika
tak ada gangguan fisik kemungkinan besar si kecil melakukan gerak tutup mulut
gara-gara faktor psikis. Tidak tertutup kemungkinan ia memang tengah mencari
perhatian orang tuanya yang sudah sepanjang hari tidak dijumpainya, tak
menyukai menunya, dan penampilan makanannya membuat bayi kehilangan selera
makan.


No comments:
Post a Comment