MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Thursday, February 9, 2017

Apa Itu Golden Age?

Pendidikan anak begitu penting, mengingat usia 0-6 tahun adalah masa emas atau Golden Age. Masa Golden Age ialah masa Anak Usia Dini (AUD) untuk mengekplorasi hal-hal yang ingin mereka lakukan, senang bermain dan peka terhadap rangsangan sekitar. Menurut Clark, sel otak anak memiliki kisaran antara 100-200 miliar sel otak. Namun dari hasil penelitian menyatakan bahwa hanya 5% potensi otak yang tepakai karena kurangnya stimulasi yang berfungsi untuk mengoptimalkan fungsi otak. Horward Gardner menyatakan bahwa anak pada usia lima tahun pertama selalu diwarnai dengan keberhasilan dalam belajar segala hal. Dalam lembaga PAUD menyediakan berbagai kegiatan, seperti kognitif, bahasa, emosi, fisik, dan motorik. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan kemampuan anak baik bersifat motorik maupun non-motorik.
Apa Itu Golden Age?
Di dalam kandungan anak telah dididik oleh ibu, dengan diberikan rangsangan-rangsangan berupa nyanyian, bacaan Al-Qur’an, bahkan ketika ibu sedang beraktifitas sekalipun. Hingga dilahirkan pun ketika ia masih bayi, orang tua juga telah mendidiknya, dengan cara mengajak anak berinteraksi dengan senyuman, mengajak berbicara sebagai respon yang positif kepada anak dan untuk merangsang atau memberi stimulasi kepada anak untuk memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak.

Secara umum, tujuan Pendidikan Anak Usia Dini adalah untuk mengembangkan potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Anak yang hidup di perkotaan dengan anak yang hidup di pedesaan mungkin karakter mereka akan sedikit berbeda. Sebagai contoh, menurut pengamatan saya seorang anak yang hidup dan dididik di perkotaan mereka kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, hidup mereka cenderung individual. Mereka hanya berinteraksi dengan teman-teman satu ruang lingkup dimana ia disekolahkan saja, sedangkan dengan teman yang bertetangga mereka kurang mengenal satu sama lain. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dengan disediakan berbagai sarana bermain berupa computer, game, dan lain-lain tanpa harus bergaul dengan teman di lingkungan sekitar. Berbeda dengan anak yang hidup dan dididik di pedesaan. Mereka akan menghabiskan waktu mereka untuk bermain bersama teman-teman satu kampung. Anak yang hidup di desa selalu ingin tahu, mencoba, dan berpetualang terhadap hal-hal baru yang mereka lihat. Permainan yang mereka peragakan pun juga cenderung tradisional, sehingga mereka tidak hanya mengalami perkembangan fisik saja, tetapi juga melatih kepakaan terhadap lingkungan sekitar.

Dalam Pendidikan Anak Usia Dini seorang pendidik harus menggunakan tiga pendekatan, yaitu Learning by Playing, Learning by Doing, dan Learning by stimulating. Disamping itu, seorang pendidik hendaknya memahami karakteristik dari masing-masing anak. Karena karakter dari masing-masing anak pastinya berbeda. Karakteristik Anak Usia Dini tersebut antara lain: (1) Anak sangat peka terhadap lingkungan sekitarnya mulai dari apa yang mereka lihat hingga rasa ingin tahu mereka yang sangat tinggi, (2) Anak Usia Dini bersifat egosentris, dia tidak terlalu mempedulikan perkataan dan perbuatan orang lain karena menganggap dirinya yang benar, (3) Masa pembangkangan merupakan hal yang harus diperhatikan oleh orang tua, jika tidak maka akan berdampak buruk pada karakter anak pada saat dewasa nantinya, (4) Masa imitasi atau meniru, anak senang meniru dengan hal-hal yang mereka lihat, sebagai contoh, ketika ada seorang teman yang menggunakan topeng, mereka juga ingin memiliki topeng, sehingga meminta kepada orang tua untuk membelikannya topang, (5) Berkelompok, ialah mengenai kelompok bermain anak. Mereka lebih menyukai bermain di luar bersama teman sebayanya daripada hanya bermain di rumah saja, (6) Eksplorasi, sangat tepat jika pendidik mempunyai berbagai macam alat bermain dan permainan yang dapat membuat anak selalu antusias untuk mengikuti pengajaran dan menciptakan suasana yang menyenangkan bagi anak.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas