MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Saturday, February 11, 2017

Tips Sukses Menyusui Bayi Sambil Tetap Bekerja

Siapa bilang orang tua yang bekerja di luar rumah tidak bisa memberikan ASI Ekslusif pada anaknya? Bisa kok.. kalo memiliki pengetahuan dan dukungan yang cukup dalam manajemen laktasi. Ya, pengetahuan dan dukungan diperlukan agar proses pemberian ASI Eksklusif pada bayi yang kedua orang tuanya bekerja tidak memiliki hambatan yang berarti.

Lhoo.. kok orang tua? Yang memberikan ASI kan ibu saja!! Nahh.. Keterlibatan ayah dalam pemberian ASI, akan meningkatkan kepercayaan diri ibu dan lingkungan. Dengan demikian, ibu akan terhindar dari rasa tidak percaya diri, kuatir, gelisah yang dapat mengakibatkan turunnya produksi hormon oksitosin. Hormon oksitosin merupakan hormon penting untuk pengaliran ASI. Turunnya produksi hormon ini dapat berakibat pada turunnya produksi ASI akibat pengaliran ASI yang kurang lancar.

ASI merupakan komponen yang tidak bisa ditawar-tawar untuk dapat selalu diberikan kepada bayi karena sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam masa cuti melahirkan baisanya sangat mudah memberikan ASI, namun bagaimana kalau ibu sudah habis masa cutinya dan kembali disibukkan dengan urusan pekerjaan?? Hal ini sebenarnya dapat dilakukan, yang diperlukan hanyalah KOMITMEN.


Tentu saja Ibu masih dapat menyediakan ASI untuk bayinya walaupun sudah mulai bekerja. Hal ini dapat dilakukan dengan memerah susu di kantor, kemudian disimpan di lemari es dan dibawa pulang dengan botol yang dimasukkan ke dalam termos es. Pekerjaan ini memang merepotkan tetapi umumnya ibu melakukannya dengan senang hati. Terutama bila sesampai di rumah, ibu melihat senyum riang bayi yang menyambut kedatangan ibunya dengan sukacita.

Beberapa hal yang dapat dilakukan ibu untuk tetap menjaga agar ASInya lancar sehingga dapat memenuhi kebutuhan bayi adalah sebagai berikut:
1. Lakukan sesering mungkin menyusui bayi saat ibu berada di rumah.
Ibu yang bekerja biasanya mempunyai kesempatan minimal 4-5 kali menyusui dalam sehari saat hari kerja.
 a. Lakukanlah menyusui saat: jam 4 pagi saat ibu bangun tidur.
b. Sesaat ibu mau berangkat kekantor.
c. Sepulang kantor
d. Sesudah makan malam
e. Sebelum tidur
Apabila ibu berkantor dekat rumah, ibu bisa pulang saat istirahat makan siang dan setelah makan siang dapat menyusui buah hati. Tapi ingat yaa.. ibu jangan sampai lupa membersihkan terlebih dahulu puting susunya sebelum menyusui si kecil.

2. Buatlah jadwal memerah susu saat bekerja di kantor. Buatlah jadual per 2 jam untuk memerah susu. lakukanlah rutin setiap 2 jam, meski hanya beberapa menit. Kegunaannya adalah memperbanyak cadangan ASI dalam botol dan sekaligus merangsang hormon dalam tubuh kita secara terus-menerus untuk memproduksi ASI.

3. Saat bersama anak, usahakan jangan menggunakan botol yang berisi ASI tetapi tetaplah menyusui secara langsung. Ini berguna untuk membuat bayi kita tidak tergantung dengan botol, dan tetap menjaga emosional anak untuk tetap dapat menikmati kegiatan menyusu pada ibunya. Selain itu, proses menyusui bisa meningkatkan kedekatan hubungan antara ibu dan anak dan juga anak akan merasa nyaman dalam dekapan  ibunya.

4. Bila hari libur, baik hari sabtu - minggu maupun hari libur lainnya, usahakan ibu selalu menyusui langsung bayinya. Sehingga pada hari kerja berikutnya payudara ibu akan kembali terasa penuh ASI . Dan ibu dapat kembali menjalankan jadwal memerah susu yang rutin di kantor dengan hasil yang maksimal.

5. Menikmati kegiatan menyusui.
Dengan hati riang dan bahagia, maka produksi air susu ibu akan menjadi lebih banyak. Banyak ibu mengaku mengalami tidur yang lebih nyenyak setelah menyusui bayi.

6. Terpenuhi asupan gizi ibu.
Sewaktu menyusui bayi, ibu membutuhkan asupan gizi yang cukup, karena itu ibu harus mengontrol kandungan gizi yang ibu konsumsi sehingga ASInya cukup mengandung gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Serta yang perlu ditambahkan adalah sayuran dan makanan lain yang dimakan untuk membantu jumlah produksi ASI. Jenis makan ini seperti: sayuran (daun katuk, daun pepaya), kacang yang digoreng pasir, kacang hijau, dll.

Saatnya memantapkan komitmen yaa Bunda.. ingatlah bahwa HANYA ASI saja nutrisi terbaik untuk bayi 0-6 bulan, dan setelah bayi Anda berusia di atas 6 bulan TETAP BERIKAN ASI tanpa campuran susu lainnya dan tambahkan Makanan Pendamping ASI buatan rumah. Iya sihh,,, pelaksanaannya memang tak semudah membacanya. Tapi percayalah, dengan bekal rasa cinta terhadap anak tercinta, Bunda akan mampu melewati tahap demi tahap, langkah demi langkah. Semua itu demi memberikan bekal yang menjadi pondasi anak tercinta untuk tumbuh menjadi manusia utuh dan seperti harapan sebagian besar orang tua, anak harus lebih baik dari orang tuanya.


Semoga Bunda dan suami bisa satu kata, satu asa, dan satu langkah dalam memberikan asupan gizi bagi anak anak tercinta.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas