Siapa bilang
orang tua yang bekerja di luar rumah tidak bisa memberikan ASI Ekslusif pada
anaknya? Bisa kok.. kalo memiliki pengetahuan dan
dukungan yang cukup dalam manajemen laktasi. Ya, pengetahuan dan dukungan
diperlukan agar proses pemberian ASI Eksklusif pada bayi yang kedua orang
tuanya bekerja tidak memiliki hambatan yang berarti.
Lhoo.. kok orang tua? Yang memberikan ASI kan ibu
saja!! Nahh.. Keterlibatan ayah dalam
pemberian ASI, akan meningkatkan kepercayaan diri ibu dan lingkungan. Dengan
demikian, ibu akan terhindar dari rasa tidak percaya diri, kuatir, gelisah yang
dapat mengakibatkan turunnya produksi hormon oksitosin. Hormon oksitosin
merupakan hormon penting untuk pengaliran ASI. Turunnya produksi hormon ini
dapat berakibat pada turunnya produksi ASI akibat pengaliran ASI yang kurang
lancar.
ASI merupakan
komponen yang tidak bisa ditawar-tawar untuk dapat selalu diberikan kepada bayi
karena sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam masa cuti
melahirkan baisanya sangat mudah memberikan ASI, namun bagaimana kalau ibu
sudah habis masa cutinya dan kembali disibukkan dengan urusan pekerjaan?? Hal
ini sebenarnya dapat dilakukan, yang diperlukan hanyalah KOMITMEN.
Tentu saja Ibu
masih dapat menyediakan ASI untuk bayinya walaupun sudah mulai bekerja. Hal ini
dapat dilakukan dengan memerah susu di kantor, kemudian disimpan di lemari es
dan dibawa pulang dengan botol yang dimasukkan ke dalam termos es. Pekerjaan
ini memang merepotkan tetapi umumnya ibu melakukannya dengan senang hati. Terutama
bila sesampai di rumah, ibu melihat senyum riang bayi yang menyambut kedatangan
ibunya dengan sukacita.
Beberapa hal
yang dapat dilakukan ibu untuk tetap menjaga agar ASInya lancar sehingga dapat
memenuhi kebutuhan bayi adalah sebagai berikut:
1. Lakukan
sesering mungkin menyusui bayi saat ibu berada di rumah.
Ibu yang bekerja
biasanya mempunyai kesempatan minimal 4-5 kali menyusui dalam sehari saat hari
kerja.
a. Lakukanlah menyusui saat: jam 4 pagi saat
ibu bangun tidur.
b. Sesaat ibu
mau berangkat kekantor.
c. Sepulang
kantor
d. Sesudah makan
malam
e. Sebelum tidur
Apabila ibu
berkantor dekat rumah, ibu bisa pulang saat istirahat makan siang dan setelah
makan siang dapat menyusui buah hati. Tapi ingat yaa.. ibu jangan sampai lupa
membersihkan terlebih dahulu puting susunya sebelum menyusui si kecil.
2. Buatlah jadwal
memerah susu saat bekerja di kantor. Buatlah jadual per 2 jam untuk memerah
susu. lakukanlah rutin setiap 2 jam, meski hanya beberapa menit. Kegunaannya
adalah memperbanyak cadangan ASI dalam botol dan sekaligus merangsang hormon
dalam tubuh kita secara terus-menerus untuk memproduksi ASI.
3. Saat bersama
anak, usahakan jangan menggunakan botol yang berisi ASI tetapi tetaplah
menyusui secara langsung. Ini berguna untuk membuat bayi kita tidak tergantung
dengan botol, dan tetap menjaga emosional anak untuk tetap dapat menikmati
kegiatan menyusu pada ibunya. Selain itu, proses menyusui bisa meningkatkan
kedekatan hubungan antara ibu dan anak dan juga anak akan merasa nyaman dalam
dekapan ibunya.
4. Bila hari
libur, baik hari sabtu - minggu maupun hari libur lainnya, usahakan ibu selalu
menyusui langsung bayinya. Sehingga pada hari kerja berikutnya payudara ibu
akan kembali terasa penuh ASI . Dan ibu dapat kembali menjalankan jadwal
memerah susu yang rutin di kantor dengan hasil yang maksimal.
5. Menikmati kegiatan
menyusui.
Dengan hati riang
dan bahagia, maka produksi air susu ibu akan menjadi lebih banyak. Banyak ibu
mengaku mengalami tidur yang lebih nyenyak setelah menyusui bayi.
6. Terpenuhi
asupan gizi ibu.
Sewaktu menyusui
bayi, ibu membutuhkan asupan gizi yang cukup, karena itu ibu harus mengontrol
kandungan gizi yang ibu konsumsi sehingga ASInya cukup mengandung gizi untuk
pertumbuhan dan perkembangan bayi. Serta yang perlu ditambahkan adalah sayuran
dan makanan lain yang dimakan untuk membantu jumlah produksi ASI. Jenis makan
ini seperti: sayuran (daun katuk, daun pepaya), kacang yang digoreng pasir,
kacang hijau, dll.
Saatnya
memantapkan komitmen yaa Bunda.. ingatlah bahwa HANYA ASI saja nutrisi terbaik
untuk bayi 0-6 bulan, dan setelah bayi Anda berusia di atas 6 bulan TETAP
BERIKAN ASI tanpa campuran susu lainnya dan tambahkan Makanan Pendamping ASI
buatan rumah. Iya sihh,,, pelaksanaannya memang tak semudah membacanya. Tapi
percayalah, dengan bekal rasa cinta terhadap anak tercinta, Bunda akan mampu
melewati tahap demi tahap, langkah demi langkah. Semua itu demi memberikan
bekal yang menjadi pondasi anak tercinta untuk tumbuh menjadi manusia utuh dan
seperti harapan sebagian besar orang tua, anak harus lebih baik dari orang
tuanya.
Semoga Bunda dan suami bisa satu kata, satu asa, dan satu langkah dalam memberikan asupan gizi bagi anak anak tercinta.

No comments:
Post a Comment