MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Tuesday, February 14, 2017

YUK AJAK ANAK UNTUK MENCORET-CORET!!

Sarkastik sekali ya bahasa yang saya keluarkan. Namun apakah bunda tau, anak usia 0-1 tahun itu gemar sekali mencoret-coret sesuatu. Lalu bagaimana tanggapan bunda jika melihat buah hati melakukan hal tersebut? Memegang pensil/ pena kerja milik ayah dan bunda.
Usia 0-1 tahun, anak sudah mulai tertarik untuk menggunakan pensil. Dia akan mencoba membuat coretan di atas kertas dan merasa takjub sendiri akan karya yang dibuatnya. Sehingga dia terus bereksperimen dengan mencoba menorehkan pensil di mana saja. Hingga suatu kali Bunda akan mendapati anak sedang asyik mencorat-coret bajunya, lantai, atau dinding rumah. Di momen ini, sebaiknya Bunda jangan melarangnya. Tapi memberikan dukungan dan arahan agar anak bisa menyalurkan hobi mencoretnya, di media yang benar.
Berikut adalah media yang dapat digunakan untuk anak mencoret-coret:

1. Papan Tulis Putih
Jika anak memang senang menulis di tembok dalam posisi berdiri dan vertikal, mengapa tak sediakan “dinding” yang bisa dicorat-coretnya? Bunda bisa memasang papan tulis putih yang warnanya mirip dengan dinding rumah. Tapi Bunda juga harus tetap mengawasi agar alat tulisnya tidak melewati batas papan.
Untuk mencoret di media papan tulis putih, Bunda bisa mengenalkan anak dengan spidol. Alat ini cocok buat anak yang baru belajar memegang alat tulis. Sebab tubuh spidol yang “gendut” mudah dipegang oleh anak.
2. Meja Belajar
Beberapa tahun belakangan ini, produsen alat tulis telah menemukan inovasi meja belajar yang bisa dicorat-coret. Bahan meja ini dibuat mirip dengan papan tulis putih. Sehingga anak dapat mencorat-coret langsung di meja belajar tanpa merusaknya. Yang lebih menarik, ada pula papan tulis berbubuk besi yang bisa dicoret dengan alar tulis berujung magnet. Dengan ini, anak bisa membentuk gambar apapun tanpa mengotori benda lain.
3. Kaca
Ayah dan Bunda juga bisa menyediakan kaca agar anak agar bisa mencoret. Kaca yang digunakan seperti yang ada pada ruang rapat di berbagai kantor. Seperti halnya papan tulis putih atau whiteboard, Bunda bisa memberikan anak alat tulis berupa spidol non-permanen. Selain bentuknya yang mudah dipegang, tinta spidol ini bisa dihapus dengan mudah.
4. Pasir
Pada tahap awal pelajaran menulis, Bunda tak perlu selalu memberikan pensil atau pena kepada anak. Tapi bisa pula menstimulasi motorik halus anak dengan mengajaknya menulis di atas pasir dengan jari. Untuk cara mudah, siapkanlah sebidang lahan kecil di sudut halaman atau tuang pasir di atas baskom, bila halaman rumah kecil. Sebelum belajar menulis berlangsung, sebaiknya Bunda ratakan dulu permukaan pasir, sehingga hasil tulisan dapat terlihat jelas. Untuk awalan, Bunda bisa mencontohkan cara menulis di atas pasir dengan membuat bentuk sederhana seperti lingkaran. Selanjutnya, biarkan anak bereksperiman sendiri.
Selama kegiatan menulis di pasir, Bunda dapat melakukan variasi dengan mengubah pasir kering menjadi pasir basah, cukup menambahkan sedikit air. Di tahap ini, anak akan merasakan perbedaan saat menulis di atas pasir kering dan basah. Biarkan ia mencari perbedaan tersebut dan menceritakan pengalamannya.Bunda juga bisa mengajak anak ke pantai atau taman yang dilengkapi kolam pasir. Bunda dapat mencontohkan padanya menulis di atas pasir menggunakan jari atau ranting. Selain belajar, ia bisa bermain dengan gembira.

Yuk stimulasi terus kemampuan motorik halus anak dengan variasi media tulis. Dengan demikian, anak bebas membuat coretan, tapi rumah tidak jadi berantakan.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas