MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Thursday, March 2, 2017

50 Penyakit yang Rentan Menyerang Anak Bagian 1

Jenis Penyakit yang Rentan Menyerang Anak
Jika sudah dikatakan rentan dan menyebut angka hingga puluhan seperti ini, tentu akan menakutkan dan penyakit ini sudah pasti diderita oleh sebagian anak di dunia dan para orang tua memang harus selalu waspada terhadap penyakit yang mungkin saja bisa diderita oleh anak. Sekalipun kita sudah memberikan segala sesuatu yang terbaik, belum tentu penyakit akan terhindar begitu saja dan tidak jarang bakteripun akan hinggap pada sesuatu yang bersih. Pada artikel ini kita akan membahas tentang 50 penyakit yang cenderung akan diderita oleh anak.
Dari berjuta-juta penyakit yang ada di dunia, ada sekitar 50 penyakit yang rentan dan cenderung diderita oleh anak-anak. berikut adalah jenis-jenis beserta sedikit penjelasnnya:
1.        Kolera: Kolera merupakan penyakit infeksi usus yang bersifat akut atau dapat memburuk dengan cepat. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae yang berkembang biak dan menyebar melalui kotoran manusia. Kolera menyebabkan muntah parah, diare, dan jika yang bersangkutan tidak mendapatkan pengganti cairan tubuh, kolera dapat menyebabkan dehidrasi dan kematian. Untuk mengatasinya, bisa dengan terapi rehidrasi oral, di mana pasien diberi larutan air yang terbuat dari kombinasi garam meja, soda bikarbonat, dan gula. Untuk pencegahan, selain menjaga kebersihan, vaksinasi juga perlu diberikan.
2.        Retinoblastoma: Retinoblastoma merupakan tumor ganas di dalam mata yang paling sering terjadi pada anak di bawah usia lima tahun. Dua gejala yang paling sering dialami adalah manik putih pada mata dan mata kucing. Gejala lain retinoblastoma yang patut diwaspadai adalah mata merah dan mata juling. Sebab, jika sudah membesar, tumor ini bisa menyebar ke sumsum tulang dan sel otak, akan berakibat fatal pada kondisi anak dan bisa menyebabkan kematian.
3.        Disentri: Disentri merupakan salah satu jenis diare akut, umumnya banyak dialami pada anak usia balita. Penyebab disentri yakni infeksi kuman Shigella (Disentri basiler)Ã¥ dan parasit Entamoeba histolitiyca (disentri amoeba). Gejala disentri pada anak biasanya didahului demam (pada disentri basiler), ada gejala sakit perut ketika BAB dan setelahnya rasa sakit tersebut hilang. Kondisi feses berlendir dan berdarah.
4.        Diare: Diare pada anak adalah keadaan buang-buang air yang merupakan gejala dari penyakit tertentu atau gangguan lain yang terjadi pada anak. Kasus ini banyak terjadi di beberapa negara berkembang dengan standar hidup yang rendah. Dehidrasi akibat diare merupakan salah satu penyebab kematian pada anak-anak.
5.        Pneunomia: Pneumonia adalah radang paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Tiga penyebab utama pneumonia adalah bakteri, virus dan fungi. Yang berisiko tinggi menderita infeksi ini adalah anak-anak di bawah 2 tahun dan manula. Gejala pneumonia bervariasi, mulai dari pernapasan yang cepat sampai kegagalan pernapasan dan tekanan darah yang sangat rendah atau dikenal dengan istilah shock septik. Jika pneumonia terjadi setelah bayi lahir, gejalanya akan timbul secara bertahap. Terkadang bayi tiba-tiba menjadi sakit yang disertai dengan turun-naiknya suhu tubuh.
6.        Ruam popok: Ruam popok adalah peradangan pada area kulit bayi yang tertutup popok, seperti bokong. Ruam ini biasanya terjadi karena reaksi kulit terhadap urine dan tinja. Awalnya ditandai dengan kemunculan kulit kemerahan pada bokong bayi. Bayi yang memakai popok, hampir semua pernah mengalami ruam popok. Ruam ini umumnya tidak berbahaya. Meski demikian, ruam popok dapat mengganggu kenyamanan sehingga bayi cenderung menjadi lebih rewel.
7.        Flu singapura: Flu Singapura atau juga disebut dengan HMFD (Hand, Mouth, Foot Disease) ini sangat menular dan sering terjadi saat musim kemarau. Biasanya HMFD menyerang anak usia 1-4 tahun, namun terkadang juga dialami oleh anak-anak yang lebih besar. Diawali dengan demam sedang (di bawah 39 derajat C) selama 2-3 hari, yang diikuti rasa sakit pada leher dan nafsu makan berkurang. Selanjutnya, muncul sekitar 3 - 10 bintil kecil di dalam mulut yang menyerupai sariawan dan terasa nyeri. Di telapak tangan, telapak kaki, dan terkadang di daerah bokong muncul ruam kemerahan atau bintil kecil yang tidak gatal.
8.        TBC: Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculossis, penyakit ini biasanya menyerang paru, namun dapat juga mengenai hampir semua organ tubuh. Penyakit ini bisa menulari anak lewat kontak dahak dan juga akibat menghirup titik-titik air dan juga bersin atau penularan lewat batuk yang mengalami infeksi penyakit TBC. Anak-anak biasanya tertular dari orang dewasa, lingkungan dan kendaraan umum.
9.        Mimisan: Anak-anak rentan terkena mimisan karena pembuluh darahnya yang belum kuat. Hal ini menyebabkan pembuluh darah akan pecah sehingga darah keluar melalui hidung secara tiba-tiba jika ia kelelahan atau memiliki alergi. Biasanya mimisan hanya berlangsung selama 1 hingga 3 menit, darah yang dikeluarkan pun tidak selalu banyak. Faktor genetik juga bisa menjadi penyebabnya. Jika mimisan berlangsung selama lebih dari 3 menit, maka dicurigai anak mempunyai kelainan pembekuan darah atau dikenal sebagai hemofilia.
10.    Pergelangan kaki dan pergelangan tangan terkilir: Terkilir adalah peristiwa meregangnya ligamen atau robek. Kondisi ini rentan dialami anak. Untuk mengatasinya, kompres dengan menggunakan es selama 20 menit, setiap beberapa jam. Bungkus sendi yang terkilir dengan menggunakan perban kompres guna mengurangi pembengkakan. Bila memungkin, mintalah anak untuk mengangkat tungkai selama beberapa jam sehari. Gunakan penghilang rasa sakit dari apotek untuk meredakan nyeri. Hubungi dokter jika anak mengalami demam atau nyeri yang tidak kunjung membaik setelah beberapa hari.
11.    Maag: Tak cuma orang dewasa, anak-anak juga bisa terserang mag. Menurut Prof. Dr. Muhammad Juffrie, PhD Sp.A(K) anak-anak bisa terserang mag karena kadar asam lambung yang tidak seimbang dan disebabkan karena berbagai faktor. Faktor tersebut antara lain infeksi, pola makan agak lambat sehingga perut kosong dan asam lambung pun meningkat (dispepsi). Gejala mag pada anak pun tak berbeda jauh dengan orang dewasa. Misalnya saja mual-mual, sakit perut, kembung, bahkan sampai kolik.
12.    Kanker otak: Kanker otak dan kanker saraf tulang belakang merupakan jenis kanker yang juga sering ditemukan pada anak-anak, selain leukemia dan limfoma. Penyebab kanker ini masih belum diketahui. Gejalanya pasien yang satu dengan lainnya bisa berbeda. Namun gejala yang paling sering ditemukan antara lain sakit kepala di pagi hari atau sakit kepala yang tak kunjung pergi setelah muntah-muntah; sering mual dan muntah-muntah; gangguan penglihatan, pendengaran dan bicara; kehilangan keseimbangan dan kesulitan berjalan; rasa kantuk yang tak biasa atau perubahan kadar aktivitas; perubahan kepribadian atau perilaku yang tak wajar; kejang-kejang; dan peningkatan ukuran kepala (pada bayi).
13.    Sarkoma: Sarkoma berkontribusi sebagai kanker yang menyerang anak-anak sebesar 15 persen. Sarkoma dapat menyerang bagian tubuh manapun namun yang paling sering terkena kanker ini adalah kaki dan tangan karena sebagian besar jaringan ikat tubuh terletak di dalam keduanya. Secara garis besar ada lima sub-kanker sarkoma yang biasa menyerang anak-anak dan orang dewasa muda yaitu kanker tulang, sarkoma Ewing, rhabdomyosarcoma, sarkoma jaringan lunak dan sarkoma rahim.
14.    Limfoma: Limfoma merupakan kanker yang menyerang kelenjar getah bening, timus, limpa, amandel, kelenjar gondok dan sumsum tulang. Terdapat dua jenis limfoma yaitu limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin (NHL). Limfoma sendiri tercatat sebagai jenis kanker terbanyak kedua yang menyerang anak-anak. Biasanya gejala awal limfoma Hodgkin adalah pembesaran kelenjar getah bening yang tak terasa nyeri di leher, di atas tulang selangka, di bawah ketiak atau pangkal paha. Sedangkan untuk NHL, gejalanya antara lain susah bernafas, mengi, batuk-batuk, nafas yang mengelurkan suara bernada tinggi, pembengkakan kepala, leher atau tubuh bagian atas, susah menelan makanan, penurunan berat badan yang tak wajar dan berkeringat di malam hari.
15.    Penyakit susu dan kue: Spesialis THT anak yang bertugas di Nemours Children’s Hospital di Orlando, Florida bernama dr Julie L. Wei, sudah bertahun-tahun menemui kasus anak yang sehat, tapi mengalami kondisi berupa hidung meler dan mampet, batuk, sakit tenggorokan, sembelit dan kelelahan. Anak-anak ini tak kunjung membaik kondisinya meski telah diresepkan obat. Dia menemukan bahwa dalam banyak kasus, pasien anak makan banyak susu dan gula sepanjang hari, juga ngemil tepat sebelum tidur. Makanan-makanan seperti ini memenuhi perut, kerongkongan, dan menyebabkan refluks, dengan gejala menyerupai pilek dan alergi, serta gangguan tidur. dr Wei pun menyebut penyakit itu sebagai 'penyakit susu dan kue'.
Jika dilihat dari hanya sebagian nama penyakit diatas, terasa sangat asing bagi kita. Dan untuk mengetahui jenis penyakit lainnya, akan dibahas pada artikel berikutnya yang berjudul 50 PENYAKIT YANG RENTAN MENYERANG ANAK(Bagian 2). Penasaran kan pasti bunda? Yuk simak artikel berikutnya. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan sang buah hati karena mereka adalah titipan yang harus kita jaga. Salam sehat dari kami untuk semua anak Indonesia. Semoga mereka bisa menjadi generasi penerus yang hebat ya bund.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas