![]() |
| Jenis Penyakit yang Rentan Menyerang Anak |
Dari berjuta-juta penyakit yang ada di dunia, ada sekitar 50
penyakit yang rentan dan cenderung diderita oleh anak-anak. berikut adalah
jenis-jenis beserta sedikit penjelasnnya:
1.
Kolera:
Kolera merupakan penyakit infeksi usus yang bersifat akut atau dapat memburuk
dengan cepat. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae yang
berkembang biak dan menyebar melalui kotoran manusia. Kolera menyebabkan muntah
parah, diare, dan jika yang bersangkutan tidak mendapatkan pengganti cairan
tubuh, kolera dapat menyebabkan dehidrasi dan kematian. Untuk mengatasinya,
bisa dengan terapi rehidrasi oral, di mana pasien diberi larutan air yang terbuat
dari kombinasi garam meja, soda bikarbonat, dan gula. Untuk pencegahan, selain
menjaga kebersihan, vaksinasi juga perlu diberikan.
2.
Retinoblastoma:
Retinoblastoma merupakan tumor ganas di dalam mata yang paling sering terjadi
pada anak di bawah usia lima tahun. Dua gejala yang paling sering dialami
adalah manik putih pada mata dan mata kucing. Gejala lain retinoblastoma yang
patut diwaspadai adalah mata merah dan mata juling. Sebab, jika sudah membesar,
tumor ini bisa menyebar ke sumsum tulang dan sel otak, akan berakibat fatal
pada kondisi anak dan bisa menyebabkan kematian.
3.
Disentri:
Disentri merupakan salah satu jenis diare akut, umumnya banyak dialami pada
anak usia balita. Penyebab disentri yakni infeksi kuman Shigella (Disentri
basiler)Ã¥ dan parasit Entamoeba histolitiyca (disentri amoeba). Gejala disentri
pada anak biasanya didahului demam (pada disentri basiler), ada gejala sakit
perut ketika BAB dan setelahnya rasa sakit tersebut hilang. Kondisi feses
berlendir dan berdarah.
4.
Diare:
Diare pada anak adalah keadaan buang-buang air yang merupakan gejala dari
penyakit tertentu atau gangguan lain yang terjadi pada anak. Kasus ini banyak
terjadi di beberapa negara berkembang dengan standar hidup yang rendah.
Dehidrasi akibat diare merupakan salah satu penyebab kematian pada anak-anak.
5.
Pneunomia:
Pneumonia adalah radang paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Tiga
penyebab utama pneumonia adalah bakteri, virus dan fungi. Yang berisiko tinggi
menderita infeksi ini adalah anak-anak di bawah 2 tahun dan manula. Gejala
pneumonia bervariasi, mulai dari pernapasan yang cepat sampai kegagalan
pernapasan dan tekanan darah yang sangat rendah atau dikenal dengan istilah
shock septik. Jika pneumonia terjadi setelah bayi lahir, gejalanya akan timbul
secara bertahap. Terkadang bayi tiba-tiba menjadi sakit yang disertai dengan
turun-naiknya suhu tubuh.
6.
Ruam
popok: Ruam popok adalah peradangan pada area kulit bayi yang tertutup popok,
seperti bokong. Ruam ini biasanya terjadi karena reaksi kulit terhadap urine dan
tinja. Awalnya ditandai dengan kemunculan kulit kemerahan pada bokong bayi. Bayi
yang memakai popok, hampir semua pernah mengalami ruam popok. Ruam ini umumnya
tidak berbahaya. Meski demikian, ruam popok dapat mengganggu kenyamanan
sehingga bayi cenderung menjadi lebih rewel.
7.
Flu
singapura: Flu Singapura atau juga disebut dengan HMFD (Hand, Mouth, Foot
Disease) ini sangat menular dan sering terjadi saat musim kemarau. Biasanya
HMFD menyerang anak usia 1-4 tahun, namun terkadang juga dialami oleh anak-anak
yang lebih besar. Diawali dengan demam sedang (di bawah 39 derajat C) selama
2-3 hari, yang diikuti rasa sakit pada leher dan nafsu makan berkurang.
Selanjutnya, muncul sekitar 3 - 10 bintil kecil di dalam mulut yang menyerupai
sariawan dan terasa nyeri. Di telapak tangan, telapak kaki, dan terkadang di
daerah bokong muncul ruam kemerahan atau bintil kecil yang tidak gatal.
8.
TBC:
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium
tuberculossis, penyakit ini biasanya menyerang paru, namun dapat juga mengenai
hampir semua organ tubuh. Penyakit ini bisa menulari anak lewat kontak dahak
dan juga akibat menghirup titik-titik air dan juga bersin atau penularan lewat
batuk yang mengalami infeksi penyakit TBC. Anak-anak biasanya tertular dari
orang dewasa, lingkungan dan kendaraan umum.
9.
Mimisan:
Anak-anak rentan terkena mimisan karena pembuluh darahnya yang belum kuat. Hal
ini menyebabkan pembuluh darah akan pecah sehingga darah keluar melalui hidung
secara tiba-tiba jika ia kelelahan atau memiliki alergi. Biasanya mimisan hanya
berlangsung selama 1 hingga 3 menit, darah yang dikeluarkan pun tidak selalu
banyak. Faktor genetik juga bisa menjadi penyebabnya. Jika mimisan berlangsung
selama lebih dari 3 menit, maka dicurigai anak mempunyai kelainan pembekuan
darah atau dikenal sebagai hemofilia.
10.
Pergelangan
kaki dan pergelangan tangan terkilir: Terkilir adalah peristiwa meregangnya
ligamen atau robek. Kondisi ini rentan dialami anak. Untuk mengatasinya,
kompres dengan menggunakan es selama 20 menit, setiap beberapa jam. Bungkus
sendi yang terkilir dengan menggunakan perban kompres guna mengurangi
pembengkakan. Bila memungkin, mintalah anak untuk mengangkat tungkai selama
beberapa jam sehari. Gunakan penghilang rasa sakit dari apotek untuk meredakan
nyeri. Hubungi dokter jika anak mengalami demam atau nyeri yang tidak kunjung
membaik setelah beberapa hari.
11.
Maag:
Tak cuma orang dewasa, anak-anak juga bisa terserang mag. Menurut Prof. Dr.
Muhammad Juffrie, PhD Sp.A(K) anak-anak bisa terserang mag karena kadar asam
lambung yang tidak seimbang dan disebabkan karena berbagai faktor. Faktor
tersebut antara lain infeksi, pola makan agak lambat sehingga perut kosong dan
asam lambung pun meningkat (dispepsi). Gejala mag pada anak pun tak berbeda
jauh dengan orang dewasa. Misalnya saja mual-mual, sakit perut, kembung, bahkan
sampai kolik.
12.
Kanker
otak: Kanker otak dan kanker saraf tulang belakang merupakan jenis kanker yang
juga sering ditemukan pada anak-anak, selain leukemia dan limfoma. Penyebab
kanker ini masih belum diketahui. Gejalanya pasien yang satu dengan lainnya
bisa berbeda. Namun gejala yang paling sering ditemukan antara lain sakit
kepala di pagi hari atau sakit kepala yang tak kunjung pergi setelah
muntah-muntah; sering mual dan muntah-muntah; gangguan penglihatan, pendengaran
dan bicara; kehilangan keseimbangan dan kesulitan berjalan; rasa kantuk yang
tak biasa atau perubahan kadar aktivitas; perubahan kepribadian atau perilaku
yang tak wajar; kejang-kejang; dan peningkatan ukuran kepala (pada bayi).
13.
Sarkoma:
Sarkoma berkontribusi sebagai kanker yang menyerang anak-anak sebesar 15
persen. Sarkoma dapat menyerang bagian tubuh manapun namun yang paling sering
terkena kanker ini adalah kaki dan tangan karena sebagian besar jaringan ikat
tubuh terletak di dalam keduanya. Secara garis besar ada lima sub-kanker
sarkoma yang biasa menyerang anak-anak dan orang dewasa muda yaitu kanker
tulang, sarkoma Ewing, rhabdomyosarcoma, sarkoma jaringan lunak dan sarkoma
rahim.
14.
Limfoma:
Limfoma merupakan kanker yang menyerang kelenjar getah bening, timus, limpa,
amandel, kelenjar gondok dan sumsum tulang. Terdapat dua jenis limfoma yaitu
limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin (NHL). Limfoma sendiri tercatat sebagai
jenis kanker terbanyak kedua yang menyerang anak-anak. Biasanya gejala awal
limfoma Hodgkin adalah pembesaran kelenjar getah bening yang tak terasa nyeri
di leher, di atas tulang selangka, di bawah ketiak atau pangkal paha. Sedangkan
untuk NHL, gejalanya antara lain susah bernafas, mengi, batuk-batuk, nafas yang
mengelurkan suara bernada tinggi, pembengkakan kepala, leher atau tubuh bagian
atas, susah menelan makanan, penurunan berat badan yang tak wajar dan
berkeringat di malam hari.
15.
Penyakit
susu dan kue: Spesialis THT anak yang bertugas di Nemours Children’s Hospital
di Orlando, Florida bernama dr Julie L. Wei, sudah bertahun-tahun menemui kasus
anak yang sehat, tapi mengalami kondisi berupa hidung meler dan mampet, batuk,
sakit tenggorokan, sembelit dan kelelahan. Anak-anak ini tak kunjung membaik
kondisinya meski telah diresepkan obat. Dia menemukan bahwa dalam banyak kasus,
pasien anak makan banyak susu dan gula sepanjang hari, juga ngemil tepat
sebelum tidur. Makanan-makanan seperti ini memenuhi perut, kerongkongan, dan
menyebabkan refluks, dengan gejala menyerupai pilek dan alergi, serta gangguan
tidur. dr Wei pun menyebut penyakit itu sebagai 'penyakit susu dan kue'.
Jika dilihat dari hanya sebagian nama penyakit
diatas, terasa sangat asing bagi kita. Dan untuk mengetahui jenis penyakit
lainnya, akan dibahas pada artikel berikutnya yang berjudul 50 PENYAKIT YANG RENTAN MENYERANG ANAK(Bagian 2). Penasaran kan pasti bunda? Yuk simak artikel berikutnya. Jangan
lupa untuk selalu menjaga kesehatan sang buah hati karena mereka adalah titipan
yang harus kita jaga. Salam sehat dari kami untuk semua anak Indonesia. Semoga
mereka bisa menjadi generasi penerus yang hebat ya bund.


No comments:
Post a Comment