MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Thursday, March 2, 2017

Tips Memilih Mainan Bayi Dan Anak Berkualitas Usia 1 Tahun

Tips memilih mainan bayi
Bunda, hati-hati dalam memilih mainan bayi dan anak, jika asal pilih, maka resikonya pun tinggi. Memang sangat sulit bagi orang tua untuk mengenali zat kimia yang terkandung di dalam mainan anak, apalagi sekarang banyak mainan edukasi anak yang mengandung zat berbahaya seperti timbal (Pb), merkuri (Hg,) cadmium (Cd) dan chorium (Cr) seperti yang ditemukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) pada tahun 2012. Pilihlah selalu mainan anak dari sumber terpercaya yang sudah jelas keamanannya dan tidak diragukan.

Selain kemungkinan dari zat kimia dan cat pewarna berbahaya, kita sebagai orang tua pun harus selektif memilih mainan bayi dan anak yang pas dengan umurnya dan berkualitas. Kenapa kita harus memilih Mainan Anak Berkualitas? Karena ada banyak resiko yang mungkin timbul akibat dari asal membeli mainan edukasi tersebut antara lain tersedak mainan, tertelan, terluka, alergi kulit hingga menimbulkan resiko penyakit dalam jangka yang panjang akibat zat kimia berbahaya yang terkandung dalam mainan tersebut. Tentunya kita sebagai orang tua tidak mau itu terjadi, karena itulah kita harus memilih yang tepat dan berkualitas.
Bayi pada fase umur dibawah 1 tahun memiliki kemampuan yang didominasi oleh kemampuan sensor motorik pada otak anak. Sehingga akan lebih efektif jika kita memberikan mainan pada anak dengan wujud yang lebih mencolok seperti pada warna, badan tekstur dan juga membantunya berimajinasi dan membantu perkembangan motoriknya. 
Berikut ini adalah beberapa tips untuk memilih Mainan Bayi dan Anak Berkualitas untuk umur dibawah 1 tahun:
1.      Mainan yang tidak mempunyai ujung, sudut dan siku yang lancip
Hal ini sangat penting mengingat bayi selalu bergerak aktif kesana kemari, bermain, tertawa dan mengigit semua mainan atau benda yang ditemuinya dan mainan tersebut dapat melukai dirinya sendiri ataupun bila bayi lain sedang bermain dengan mainan yang mempunyai ujung, sudut dan siku yang lancip tersebut bisa melukai anak kita sendiri.
Orang tua sebaiknya memastikan dan mengecek terlebih dahulu mainan yang akan dibelinya dengan cara meraba keseluruhan mainan atau dengan melihat dengan detail gambar yang dijual (bila membeli secara online) apakah mainan tersebut mempunyai ujung yang lancip atau tidak, jangan sampai kita melukai kulit bayi kesayangan kita yang tipis, halus dan lembut itu denganmainan yang salah. 
2.      Memiliki warna yang cerah
Penglihatan bayi yang berusia 0-1 bulan hanya sebatas 30 cm,saat berumur 4 bulan dia sudah mulai dapat menilai seberapa jauh suatu bendadari dirinya. Bayi berumur 8 bulan penglihatannya sudah hampir sama dengan orang dewasa dalam hal kejelasan dan persepsi kedalaman. Baru pada usia 12bulan penglihatan pada mata bayi sudah sama seperti orang dewasa normal pada umumnya, memiliki persepsi kedalaman dan dapat mengatakan perbedaan antara dekat dan jauh dan dapat mengenali orang-orang dari kejauhan. Memilih mainan dengan warna yang cerah dan kontras akan menarik perhatian si buah hati, membuat rasa keingin tahuan dan rasa ingin meraih mainan tersebut akan timbul sehingga dapat merangsang gerakan pada bayi untuk lebih aktif dan otomatis melatih motorik anak. Maka perkembangan visual dengan mainan berwarna cerah akan sangat membantunya.
3.      Mainan yang berbunyi
Seiring pertumbuhan bayi, bayi senang menguncang-guncangkan mainannya sendiri, dia juga senang membundangi mainan yang dapat berbunyi dan mendengarkan suara-suara dan musik berirama pelan. Biarkan bayi menjangkau dan membunyikannya dengan tangannya sendiri. Selain dapat melatih kemampuan motorik, mainan yang berbunyi juga dapat melatih kecerdasan bayi. Berbagai cara membunyikan mainan juga dapat mengasah kemampuan auditif bayi. Bayi akan mencari asal bunyi yang didengarnya, yang akan membantu bayi merangkak dan membantu bayi berjalan untuk memfokuskan perhatiannya. Selain itu mainan yang berbunyi juga dapat menghibur dan menarik perhatiannya ketika dalam keadaan rewel.
Namun hindari mainan yang mengeluarkan suara yang terlalu bising atau terlalu keras. Demi kesehatan pendengaran dan psikologi anak, sebaiknya hindari mainan yang memiliki frekuensi suara >60 desibel. Penelitian juga membuktikan bahwa anak yang selalu mendengar suara yang terlalu bising atau terlalu keras akan berpengaruh terhadap perkembangan psikologinya.
4.      Mainan dengan tekstur yang tidak rata
Bayi berusia 0-4 bulan mulai mengenal dan belajar tekstur benda. Memberikan mainan dengan berbagai tekstur bermanfaat memberikan rangsangan untuk bayi tumbuh lebih baik. Carilah mainan bertekstur yang berbeda-beda, seperti berbahan lembut, kasar, bulat kecil, bulat besar, permukaan halus, permukaan kasar dan lainnya. Indra peraba pada bayi akan terangsang ketika diberikan beberapa mainan yang memiliki tekstur yang berbeda, bayi juga dapat belajar berbagai aneka bentuk yang ada. Biarkanlah bayi belajar merasakannya dan pastikan mainan tersebut aman dan bersih bila mainan tersebut digigit bayi.
5.      Mainan untuk digigit dan bebas toxic
Seperti yang sudah saya jelaskan diatas berbahayanya zat kimia pada mainan anak bila kita asal membeli mainan karena mainan tersebut akan langsung berhubungan dengan mulut bayi. Anak dibawah 1 tahun selalu akan memasukkan ke mulut apapun yang membuatnya menarik. Selain karena rasa gatal pada gusi bayi akibat proses tumbuh gigi, itu adalah pertbunda bayi mulai dalam eksplorasi oral. Hal tersebut tidak perlu dicegah dan adalah proses alami yang harus dilalui. Bila bayi ingin tahu tentang rasa atau tekstur dari sesuatu,maka ia akan memasukkan barang tersebut ke dalam mulut, pastikan mainan yang digigit tidak memiliki ujung, siku, sudut yang lancip dan bebas toxic.
Memberikan mainan untuk digigit akan membantu mengobati sakit pada gusi yang dialami bayi dan juga merangsang pertumbuhan giginya. Pastikan mainan tersebut bisa dicuci dan mudah dibersihkan. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan tangannya yah.
6.      Mainan dengan bentuk yang sesuai
Tidak boleh sembarangan dalam memilih bentuk mainan anak dibawah 1 tahun. Bentuk mainan yang tidak aman bisa membuat anak tersedak hingga kematian. Pilihlah mainan yang cukup besar, setidaknya sampai anak berusialebih dari umur 3 tahun.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dengan bentuk mainanuntuk anak dibawah 1 tahun adalah:
-          Jangan sampai ada bagian-bagian kecil dari mainan yang bisa dicopot, karena itu akan beresiko membuat anak tersedak.
-          Hindari membeli mainan yang memiliki tali,benang atau pita yang panjang karena bisa menyebabkan benda tersebut melilit dileher dan mencekiknya.
-          Jangan membeli kelereng, koin atau bola-bola yang berdiameter lebih kecil dari mulut bayi Bunda.
-          Mainan yang menggunakan baterai harus ditutup rapat dan dipasangkan sekrupnya, dikunci dengan kencang sehingga bayi tidak bisa membukanya. Kecelakaan anak yang disebabkan oleh mainan berbaterai dapat menyebabkan pendarahan dan terbakar oleh bahan-bahan kimia.

Dari penjelasan diatas kita selaku orang tua bisa memilah tips yang memang sesuai untuk kita agar bisa memebrikan alat permainan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas