Setiap bayi yang
baru lahir biasanya masih terdapat kerak di kepalanya. Adanya kerak kepala
biasanya ditandai dengan bersisik-sisik tebal, berminyak, dan berwarna kuning
di dahi dan bagian atas kepala bayi. Kerak kepala atau cradle cap ini memang akan terkelupas sendiri, menjadi
serpihan-serpihan tipis seperti ketombe, jika sudah mengering. Tahukah bunda.. Kerak
kepala ini muncul akibat masih adanya kandungan hormon dari bunda dalam tubuh bayi. Jangan khawatir yaa
bunda. Kerak ini hanya bersifat sementara kok, yang akan hilang dengan
sendirinya seiring berkurangnya kadar hormon ibu dalam tubuh bayi. Biasanya
akan berlangsung sampai bayi berusia 8 – 12 bulan. Namun ada baiknya juga jika
bunda membersihkan kerak kepala tersebut, karena selain mengganggu penampilan,
kerak ini juga membuat gatal dan mengganggu pertumbuhan rambutnya.
Bagaimana cara menghilangkan kerak di kepala bayi??
Gundul rambut
bayi untuk memudahkan dalam membersihkan kerak. Oleskan minyak zaitun/ baby oil
ke area kepala yang berkerak sambil dipijat-pijat lembut, kemudian diamkan beberapa jam supaya kerak
jadi melunak dan lebih mudah diangkat. Kemudian ketika mandi, keramas rambut
bayi agar keraknya ikut rontok. Lakukan minimal 2 kali sehari: malam hari
ketika tidur malam sampai menjelang waktu mandi pagi dan pagi/ siang hari
sampai menjelang waktu mandi sore.
Hati-hati yaa Bunda..
Ketika bunda
melakukan perawatan kerak kepala, berhati-hatilah yaa bunda. Jangan sampai
bunda melepas secara paksa kerak kepala saat kering, apalagi dilakukan dengan
jemari tangan bunda karena bisa melukai kulit kepala bayi, serta menimbulkan
risiko infeksi. Jika bunda menjumpai tanda-tanda infeksi seperti timbul
ruam-ruam merah, segara bawa bayi ke dokter. Dokter mungkin akan menyarankan
kepada bunda untuk menggunting rambut di bagian kulit kepala tersebut dan
memberinya salep antibiotik. Yang perlu Bunda perhatikan antara lain:
1. Bila keraknya
sudah menebal dan keras, jangan selalu mencuci rambut bayi setiap kali
memandikannya. Karena bisa menimbulkan kekeringan pada kulit kepala, yang
akhirnya mempercepat peradangan. Jangan memaksakan kerak terkelupas karena
dapat menimbulkan iritasi kulit.
2. Potong rambut
bayi hingga pendek. Akan lebih baik jika dibotaki saja. Tujuannya untuk
mencegah timbulnya peradangan kelenjar minyak, terutama pada bayi yang sering
berkeringat.
3. Jangan
memberi bedak atau talk di kepala karena akan membuat kerak semakin tebal.
Jangan kenakan topi pada bayi kecuali sangat diperlukan. Hal ini untuk menjaga
agar kepala bayi tak lembab.
4. Kamar bayi
atau ruangan di mana bayi sering ditempati bayi harus diusahakan bersuhu sejuk.
Apalagi jika bayi sering berkeringat.

No comments:
Post a Comment