MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Monday, March 6, 2017

Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Kolera

Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Kolera
Dari sekian jenis penyakit yang sring diderita oleh anak, salah satunyaadalah kolera. Kolera adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan karena mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi dengan bakteri vibrio cholerae (v. cholerae). Kolera menjadi masalah kesehatan bagi anak-anak di negara-negara berkembang di dunia, terutama di Afrika, Asia Selatan dan Amerika Latin. Tapi tidak menutup kemungkinan penyakit ini akan diderita oleh anak di Indonesia.

Sebagian yang terkena kolera akan mengalami diare dalam jumlah berlebih dan mengalami dehidrasi hebat hingga menyebabkan kematian. Umumnya anak akan terkena kolera setelah menelan bakteri vibrio cholerae yang sudah mengontaminasi sumber makanan atau air yang dikonsumsi oleh penderita. Sekitar 5%-10% dari anak yang sebelumnya sehat akan mengalami diare hebat dalam waktu sekitar satu sampai lima jam setelah menelan bakteri vibrio cholerae. Dan dengan adanya artikel ini adalah untuk mengajak ayah dan bunda untuk selalu waspada terhadap penyakit yang mungkin bisa terjadi pada si kecil terutama penyakit kolera. Setiap penyakit tidak akan timbul jika tidak ada gejala/ penyebabnya, oleh karena itu kita juga harus tau apa saja gejala dan cara mencegah serta mengobatinya dengan cara yang sesuai.
1.         Gejala dan tanda kolera
     Gejala dan tanda kolera adalah diare yang biasanya disertai dengan bintik-bintik putih (lendir dan sel epitel) yang seukuran beras. Volume diare bisa sangat tinggi yaitu bisa 10 sampai 18 liter selama 24 jam. Selain itu, biasanya disertai salah satu atau beberapa gejala berikut:
·       Muntah
·       Denyut nadi cepat
·       Hilangnya elastisitas kulit
·       Membran mukosa kering
·       Tekanan darah turun
·       Haus
·       Kram otot
·       Gelisah atau lekas marah (terutama pada anak-anak).
Anak yang terinfeksi memerlukan terapi rehidrasi segera untuk mencegah penyakit ini berkembang menjadi keadaan serius. Jika tidak diobati, dehidrasi berat akibat kolera akan menyebabkan shock hingga kematian. Dehidrasi berat seringkali terjadi pada 4-8 jam setelah diare pertama, dan pada orang yang tidak diobati akan berakhir dengan kematian dalam waktu sekitar 18 jam.
 2.        Penyebab kolera
Bakteri vibrio cholerae biasanya ditemukan pada air kotor atau pasokan air minum yang terkontaminasi dengan pembuangan kotoran. Kolera jarang sekali ditularkan dari orang ke orang. Bakteri ini ini akan masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi olehnya. Bakteri vibrio cholerae sering mengontaminasi:
·       Pasokan air massal
·       Es yang terbuat dari sumber air massal
·       Makanan dan minuman yang diproduksi dengan higiene yang buruk
·       Sayuran yang tumbuh dengan diairi limbah
·       Kerang dan ikan mentah dan makanan laut lainnya yang diperoleh dari perairan yang tercemar limbah.
Bagaimana bakteri vibrio cholerae mempengaruhi tubuh?
Bakteri vibrio cholerae umumnya sangat sensitif terhadap keberadaan asam di lambung dan saluran pencernaan. Asam lambung akan membunuh sejumlah kecil bakteri sebelum mereka berkembang biak di dalam tubuh. Tapi, ketika bakteri dalam jumlah besar mengeroyok sistem pertahanan alami tubuh, mereka akan tumbuh di usus kecil dan turut keluar melalui kotoran orang yang terinfeksi. Anak yang terinfeksi kolera ringan atau tidak menunjukkan gejalanya terutama bagi mereka yang personal higiene-nya buruk akan menyebarkan infeksi dengan mengontaminasi makanan langung dengan kotoran yang terinfeksi.
3.        Mencegah kolera
Langkah terbaik untuk mencegah kolera adalah:
a.         Hanya menggunakan air yang telah dimasak atau bahan kimia yang didesinfeksi untuk:
·       Minum atau menyiapkan minuman seperti susu untuk anak
·       Menyikat gigi
·       Mencuci wajah dan tangan
·       Mencuci buah-buahan, sayuran, dan bahan makanan anak sampai bersih
·       Mencuci peralatan makan anak
·       Mencuci wadah, kaleng, dan botol-botol yang akan diisi makanan atau minuman.
b.        Menghindari makan atau minum dari sumber yang tidak diketahui. Setiap makan mentah bisa terkontaminasi, termasuk:
·       Buah-buahan dan sayuran
·       Susu dan produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi
·       Daging mentah
·       Kerang-kerangan
·       Ikan yang ditangkap dari daerah karang tropis (bukan laut terbuka).
Vaksin kolera tersedia untuk usia minimal dua tahun, dan telah terbukti aman dan efektif. Menurut WHO, enam bulan setelah vaksin kolera diberikan, tingkat keberhasilan di semua kelompok usia adalah 85%-90%, dan menurun menjadi 62% pada orang dewasa dalam waktu satu tahun.
4.        Pengobatan kolera
Untuk keadaan diare yang lebih buruk dari biasanya, lebih baik segera minta pertolongan medis daripada mencoba menanganinya sendiri. Segeralah minta pertolongan medis apabila terjadi diare yang terus menerus atau jika terjadi muntah.
Pengobatan untuk kolera akan ditentukan berdasarkan:
·       Kesehatan dan sejarah medis anak
·       Tingkat keparahan
·       Toleransi terhadap obat-obatan, prosedur atau terapi tertentu
·       Keluhan
·       Kemungkinan penyebarannya.
Pengobatan untuk kolera biasanya melibatkan proses rehidrasi, yaitu dengan:
·       Solusi rehidrasi melalui oral (oralit).
·       Solusi rehidrasi dengan intravena (infus) untuk kasus kolera berat.
Rehidrasi yang direkomendasikan WHO
Kondisi Pasien
Pengobatan
Pedoman; usia dan berat badan
Non dehidrasi
Oralit
Anak-anak < 2 tahun: 50 mL-100 mL, hingga 500 mL/hari
Anak-anak 2-9 tahun: 100 mL-200 mL, hingga 1.000 mL/hari
Anak-anak > 9 tahun: sebanyak mungkin, hingga 2.000 mL/hari
Dehidrasi sedang
Oralit (dalam 4 jam pertama)
Bayi < 4 bulan (< 5 kg): 200-400 mL
Bayi 4 bulan-11 bulan (5 kg-7,9 kg): 400-600 mL
Anak-anak 1-2 tahun (8 kg-10,9 kg): 600-800 mL
Anak-anak 2-4 tahun (11 kg-15,9 kg): 800-1.200 mL
Anak-anak 5-14 tahun (16 kg-29,9 kg): 1.200-2.200 mL
Pasien > 14 tahun (30 kg atau lebih): 2.200-4.000 mL
Dehidrasi berat
IV drip Ringer Lactate, atau jika tidak tersedia,
oralit seperti uraian diatas
Usia < 12 bulan: 30 mL/kg dalam satu jam*, kemudian 70 mL/kg selama 5 jam
Usia > 1 tahun: 30 mL/kg dalam 30 menit*, kemudian 70 mL/kg selama dua setengah jam
* Ulangi sekali lagi jika nadi masih sangat lemah atau tidak terdeteksi
·       Pantau terus keadaan anak selama satu sampai dua jam dan terus lakukan rehidrasi. Jika dengan rehidrasi kondisi tidak membaik, berikan infus. 200 ml/kg atau lebih mungkin akan dibutuhkan dalam 24 jam pertama.
·       Setelah enam jam (bayi dan anak-anak) lakukan observasi penuh. Beralih ke oralit jika rehidrasi berhasil dan pasien dapat minum.
Pengobatan dengan antiobiotik terkadang juga diterapkan untuk mempercepat durasi penyakit, meskipun bukan dianggap hal utama untuk keberhasilan pengobatan kolera.

Uraian diatas merupakan pengertian, penyebab, gejala, cara mencegah dan cara mengobati penyakit kolera yang terjadi pada anak. Semoga artikel ini bermanfaat bagi ayah dan bunda dan semoga si kecil terhindar dari penyakit ya ayah bunda. Tetap selalu jaga kesehatan si kecil dengan cara memberikan makanan yang sehat dan higienis serta pastikan apapun yang berada di dekat anak adalah bersih dan aman agar tidak terjadi hal-hal yang buruk kepada buah hati kita. Salam sehat untuk semua anak Indonesia.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas