![]() |
| Flu Singapura menyerang kaki anak |
Flu singapura?
Penyakit apa lagi ini? Apakah flu yang di ekspor dari Singapura? Tentu bukan
bunda. Flu Singapura atau biasa dikenal juga dengan penyakit Kaki, Tangan, dan
Mulut merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini
biasanya menyerang anak kecil tapi bisa juga terjadi pada orang dewasa Pengidap
flu Singapura biasanya mengalami bintil-bintil air dan luka-luka di sekitar
atau di mulut, tangan dan kaki. Tapi, terkadang luka-luka tersebut juga muncul
di siku tangan, bokong, lutut, dan lipatan paha.
Gejala
Flu Singapura
Masa inkubasi flu
Singapura berlangsung kurang lebih satu minggu sebelum munculnya tanda dan
gejalanya, yaitu:
- Demam tinggi.
- Sakit tenggorokan.
- Hilangnya nafsu makan.
- Muncul luka seperti melepuh
berwarna merah di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.
- Ruam merah
- Bayi dan balita akan rewel dan
mudah marah.
- Sakit perut.
- Muntah.
- Batuk.
Umumnya, penyakit flu
Singapura diawali dengan munculnya demam. Setelah itu, sekitar satu atau dua
hari, akan muncul tukak atau luka di sekitar gusi, lidah, dan pipi bagian
dalam. Kondisi inilah yang biasanya membuat si kecil kesakitan saat minum,
makan, atau menelan. Tidak lama setelahnya, ruam muncul di sekitar telapak
tangan dan kaki, serta terkadang pada bokong dan selangkangan.
Kebanyakan kasus flu
Singapura, anak tidak membutuhkan bantuan medis, karena gejala-gejala penyakit
akan mereda dengan sendirinya dalam waktu tujuh hari tanpa penanganan apa pun.
Tapi jika anak mengalami dehidrasi, gejala tidak membaik dalam waktu satu
minggu, dan muncul gejala fisik lainnya, segera berkonsultasi dengan dokter.
Penyebab
Flu Singapura
Kelompok virus
bernama enterovirus A yang menjadi penyebab flu Singapura. Virus coxsackie A16,
A6, A10, dan enterovirus 71 adalah jenis-jenis enterovirus A yang paling sering
menyebabkan munculnya flu Singapura.
Virus jenis ini
menyebar ke jaringan di mulut, sekitar amandel, dan masuk ke dalam sistem
pencernaan. Hingga akhirnya menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Akan tetapi sebelum virus menyebar ke organ-organ vital, sistem imunitas tubuh
akan mengendalikannya.
Sumber utama
penyebaran kelompok virus ini adalah melalui mulut. Penyebaran flu Singapura
dari satu orang ke orang lain adalah kontak langsung dengan penderita, melalui:
- Cairan dari hidung maupun
tenggorokan yang keluar saat bersin.
- Air liur atau ludah yang terlempar
ke udara saat batuk.
- Cairan yang berasal dari luka yang
melepuh.
- Permukaan benda yang sudah
terkontaminasi oleh kotoran penderita (tinja).
Diagnosis Flu
Singapura
Tanda dan gejala flu
Singapura bisa disebabkan oleh berbagai macam virus. Terdapat beberapa hal yang
bisa membedakan gejala flu Singapura dengan penyakit lainnya, yaitu:
- Pola dari gejala yang terjadi. Urutan terjadinya gejala-gejala
bisa menentukan apakah anak menderita flu Singapura atau tidak. Gejala flu
Singapura biasanya dimulai dengan demam dan sakit tenggorokan. Kemudian
diikuti munculnya luka-luka di mulut, serta ruam pada tangan dan kaki.
- Usia pasien. Flu Singapura umumnya terjadi
pada anak berusia di bawah 10 tahun.
- Bentuk dan ukuran luka. Ukuran luka bisa membedakan flu
Singapura dari penyakit lainnya. Flu Singapura punya ukuran luka lebih
kecil dari cacar.
Hasil evaluasi
beberapa hal di atas biasanya cukup untuk menjadi bahan diagnosis dokter. Namun
jika masih belum yakin, dokter biasanya akan mengambil sampel cairan (dari
kulit, tenggorokan, atau rektum), darah, atau tinja untuk diteliti di
laboratorium.
Pengobatan
dan Pencegahan Flu Singapura
Umumnya, flu
Singapura tidak membutuhkan pengobatan. Kondisi ini biasanya pulih dengan
sendiri setelah kurang lebih satu minggu. Flu Singapura disebabkan oleh virus,
jadi anak tidak bisa mengonsumsi antibiotik untuk meredakannya. Namun, Ayah dan
bunda bisa melakukan beberapa perawatan sendiri untuk meredakan gejala-gejalanya
yang dialami si kecil:
- Untuk meredakan rasa nyeri dan
demam, berikan asetaminofen atau ibuprofen. Jangan berikan aspirin pada
penderita anak-anak dan remaja di bawah usia 16 tahun, karena berisiko
menimbulkan penyakit sindrom Reye.
- Beristirahat secukupnya dan
berikan banyak minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit pada
tenggorokan.
- Jangan memberikan makanan atau
minuman asam dan pedas, karena bisa membuat luka di mulut dan akan terasa
lebih perih. Berikan makanan lunak dan juga sup agar anak mudah menelan
makanan.
Untuk mengurangi resiko penyebaran flu Singapura, ada
beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Mengisolasi penderita flu
Singapura.
Flu Singapura sangat mudah menular, oleh karena itu anak disarankan untuk
diisolasi hingga sembuh atau dijauhkan dari lingkungan biasanya anak
bermain. Harus benar-benar bebas agar segera pulih.
- Membersihkan area-area yang
dicurigai terkontaminasi virus. Bersihkan area-area yang dicurigai terkjontaminasi
virus (pakaian, seprei, meja, peralatan makan, mainan anak) menggunakan
air dan sabun, kemudian bersihkan lagi dengan pemutih klorin.
- Cucilah tangan dengan bersih. Biasakan anak untuk selalu
mencuci tangan jika sebelum dan sesudah melakukan kegiatan yang
menggunakan banyak benda. Ayah dan bunda pun juga harus rajin untuk
mencuci tangan.
- Ajarkan cara menjaga kebersihan. Ajarkan pada anak bagaimana
menjaga kebersihan anggota tubuhnya sendiri, sebab anak-anak di bawah 10
tahun rawan tertular flu Singapura.
- Hindari
berbagi peralatan teman atau orang dewasa yang sedang menderita flu
Singapura.
Komplikasi
Flu Singapura
Ada beberapa
komplikasi flu Singapura, tapi memang jarang terjadi. Beberapa komplikasi flu
Singapura adalah:
- Dehidrasi. Luka yang muncul pada rongga
mulut dan tenggorokan bisa membuat anak sulit untuk minum cairan, yang
bisa membuatnya mengalami dehidrasi.
- Meningitis virus. Virus penyebab flu Singapura bisa
mengakibatkan meningitis virus, jika virus tersebut bisa masuk ke otak.
Meningitis virus adalah infeksi selaput yang mengelilingi otak dan saraf
tulang belakang. Akan tetapi, komplikasi ini jarang terjadi.
- Ensefalitis. Ini adalah komplikasi paling
serius dan paling jarang terjadi dari flu Singapura. Ensefalitis merupakan
infeksi virus yang menyebabkan jaringan otak membengkak dan meradang. Ensefalitis
juga bisa menyebabkan kerusakan otak cukup parah, dan akhirnya berujung
pada kematian.


No comments:
Post a Comment