MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Wednesday, March 1, 2017

Manfaat Mainan Anak Usia 4-5 Tahun Untuk Perkembangan Otak Anak

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa perkembangan otak anak juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitarnya, alat permainan yang diberikan kepada anak sebagai stimulan perkembangan otak anak. Berikut jenis perkembangan otak anak dan manfaat mainan bagi perkembangan otak anak;

Perkembangan otak anak anak usia 4-5 tahun
Anak usia 4-5 tahun sedang mengalami percepatan perkembangan otak. Percepatan perkembangan otak tersebut berpengaruh pada aspek-aspek perkembangan anak. Aspek perkembangan tersebut meliputi:

Perkembangan bahasa  anak umur 4-5 tahun
Perkembangan bahasa berkaitan dengan kemampuan anak untuk berkomunikasi. Keterampilan komunikasi anak dalam usia 4-5tahun mengalami perkembangan yang drastis. Ia menjadi pendengar yang lebih baik dan merespon dengan lebih siap ketika diajak bicara. Tidak hanya kalimat yang ia ucapkan semakin panjang dan kompleks, misalnya ia dapat mengikuti petunjuk dengan lebih dari satu langkah dan ia dapat menggambarkan urutan kejadian dalam urutan yang sesuai. Ia bahkan mulai mengutarakan pikirannya dan berbicara menurut situasi dan perasaan.

Perkembangan kognitif anak umur 4-5 tahun
Antara usia 4-5 tahun anak belajar mengenal huruf dan menghubungkannya dengan suara. Menunjukkan abjad ABC kepada si kecil sambil mengeja huruf keras-keras akan mendorongnya untuk menggunakan tiga wilayah korteks yang berbeda untuk mengolah informasi tersebut. Secara khusus, visual cortex memilah simbol yang dilihat si kecil, sebuah bagian yang disebut angular gyrus menghubungkan simbol tersebut dengan suara huruf dan area Wernicke adalah bagian dimana proses pemahaman berlangsung.

Perkembangan sosial anak umur 4-5 tahun
Penelitian menunjukkan perbedaan dramatis antara anak-anak yang sering berinteraksi dengan orangtua dan pengasuh lain dibandingkan anak-anak yang kurang mendapatkan stimulasi. Hingga usia 3 tahun, otak si kecil menghasilkan koneksi sinapsis lebih banyak dari yang ia butuhkan. Interaksi sosial memperkuat koneksi sinapsis dalam bahasa serta bentuk komunikasi dan ekspresi sosial lain. Sedangkan koneksi yang tidak digunakan akan melemah dan menghilang. Dengan cara ini lingkungan sosial si kecil akan membentuk otaknya. Proses ini disebut plasticity. Ibu akan melihat perubahan serupa pada aspek interaksi sosial lainnya, terutama karena si kecil mulai membangun hubungan dengan teman-temannya. Antara usia 3 dan 5 tahun, didorong oleh perkembangan cerebral cortex, si kecil berkembang dari pemikiran bahwa setiap orang memandang dunia dengan cara yang sama ke pemahaman bahwa bisa ada berbagai sudut pandang yang berbeda. Bahkan pada sekitar usia 4 tahun, si kecil menyadari jika hal yang ia ingin mainkan sekarang (mainan kereta api itu) mungkin berlawanan dengan hal yang anak lain ingin mainkan (bola itu). Sebagian besar pembelajaran dan pemahaman ini terjadi melalui aktivitas bermain, yang para ahli tekankan adalah serangkaian keterampilan kompleks yang membutuhkan waktu untuk berkembang. Ketika si kecil mulai bermain dengan anak lain, ia akan belajar, melalui proses trial and error, untuk bekerja sama dan berunding dengan anak-anak lain melalui konsep berbagi dan bergiliran.

Permainan yang sesuai
Mainan yang dianjurkan untuk anak usia 4-5 tahun diantaranya :
1. Ular Tangga Mainan yang sederhana dan mudah didapatkan akan tetapi memiliki nilai edukasi pada anak usia 4-5 tahun. Peranan media mainan seperti ular dapat menjadi mainan yang meningkatkan daya imajinasi dan juga belajar berhitung bagi anak anda. Bahkan dengan permainan ular tangga anak anda mampu mempertajam memori anak dan kemampuan visualisasi.
ilustrasi,mainan ular tangga,mainan anak edukatif
2. Monopoli: Permainan ke dua yang dapat mengasah memori dan kemampuan visualisasi adalah permainan monopoli. Bahkan permainan yang dilakukan secara berkelompok ini mampu meningkatkan sosialisasi yang tinggi dengan teman sebaya. Anak anda dapat bermain berkelompok dan belajar bermain strategi. Meskipun kini permainan monopoli dan ular tangga sudah teralihkan oleh permainan game online.
ilustrasi, monopoli, mainan anak edukatif
3. Sepeda: Sepeda roda tiga adalah salah satu mainan sikecil yang menyenangkan. Selain bermain anak juga dapat sambil berolahraga. Dengan mainan sepeda akan dapat dilatih keseimbangan bahkan ketika anak sudah pandai dalam menjaga keseimbangan dan mengayuh sepeda maka anak anda dapat dilatih menggunakan sepeda roda dua. Dengan bermain sepeda anak anda akan dilatih menyempurnakan kemampuan keseimbangannya.
ilustrasi, sepeda anak, mainan anak edukatif
4. Mewarnai dan Menggambar Permainan yang dapat diajarkan pada anak anda adalah media dengan menggunakan buka gambar. Beberapa gambar yang sudah jadi dan siap diwarnai tersedia di toko buku. Permainan ini menyenangkan karena anak senang mengenal warna dan bermain dengan tokoh idolanya. Anak anda juga sudah mampu menggambar pemandangan alam. Selain itu peranan orang tua sangat dibutuhkan karena dapat mengajarkan anak anda mengenai lingkungan, misalnya mewarnai gunung hijau, awan berwarna putih, rambut berwarna hitam. Meskipun demikian jangan paksakan anak anda dalam memilih warna biarkan dia berimajinasi dan berikan pengertian secara bertahap.
ilustrasi, mewarnai, mainan anak edukatif

Bermain Peran: Anak usia 4-5 tahun sangat senang bermain peran. Apalagi anak perempuan yang memainkan peranan bersama dengan boneka kesukaannya. Dengan bermain peran anak belajar berimajinasi, belajar kreatif dan memecahkan masalah. Usia anak 4-5 tahun masih senang berbicara sendiri , hal itu dianggap wajar karena anak masih sedang berkhayal dan mencoba menirukan apa yang anak lihat disekitarnya. Inilah pentingnya peran orang tua dalam mengarahkan anak ketika sedang berada di lingkungan apalagi kini pengaruh media dan pertemanan anak di lingkungan harus disikapi bijak sehingga tidak memiliki efek negatif pada anak.

ilustrasi, bermain peran, mainan anak edukatif
Sehingga permainan yang memang dibutuhkan pada usia 4-5 tahun adalah permainan yang memiliki asfek kognitif. Anak sudah dipersiapkan untuk belajar. Dengan mengenal angka, huruf, menulis dan kejadian di lingkungan sekitarnya. Alat bantu yang bisa anda gunakan seperti papan tulis kecil, buku dogeng, puzzle, kitchen set anak-anak khusus untuk anak perempuan yang bermain peran.

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas