Selama
kehamilan, bunda yang sedang mengandung memang sering mengalami perubahan
suasana hati. Nahh.. perubahan suasana hati yang naik turun seperti roller
coaster tersebut tentu saja sangat tidak mengasyikkan, dan bahkan bisa membuat
orang di sekitar bunda dan bunda sendiri menjadi panik dan tidak nyaman. Hmm...
benar-benar membingungkan, ya? Tetapi begitulah bumil, dengan segala perubahan
pada tubuhnya dari minggu ke minggu, termasuk perubahan emosionalnya.
Mengapa mood ibu hamil bisa berubah secepat itu?
Bunda..
perubahan mood pada ibu hamil disebabkan karena perubahan hormonal (yang
berakibat pada level neurotransmitter dan perasaan cemas akan menjadi orang
tua). Level hormonal bunda bergelombang, sedangkan kadar estrogen dan
progesteron dalam darah meningkat. Peningkatan level hormon inilah yang bisa
mempengaruhi mood bunda sehingga bunda sering meneteskan air mata atau mudah
terpancing dan emosi meski hanya karena masalah sepele.
Biasanya mood
bumil menjadi naik turun karena kekhawatiran akan terjadinya perubahan besar
dalam hidupnya. Mungkin bunda menjadi sangat bahagia karena sebentar lagi akan
ada buah hati mungil menemani hari-hari bunda, namun di sisi lain bunda khawatir
tidak bisa menjadi sosok sempurna bagi si kecil. Kekhawatiran lainnya adalah perasaan
cemas nantinya akan menjadi orang tua yang baik atau tidak, bagaimana hubungan
dengan suami kelak ketika bayi sudah lahir, apakah bayi akan lahir sehat, dan
bagaimana finansial keluarga ke depan setelah anak makin dewasa. Selain itu ada
juga perasaan takut akan perubahan tubuh pasca-melahirkan, apakah pasangan
tetap menyayangi dan menganggap diri bunda menarik, khawatir lelah dan kurang
istirahat selama mengandung atau pasca-persalinan. Akan tetapi mood
naik turun ini biasanya mulai terjadi pada 6 minggu usia kehamilan dan
berangsur-angsur menghilang pada trimester kedua, sebelum akhirnya muncul
kembali di trimester akhir kehamilan atau beberapa saat menjelang persalinan.
Lalu bagaimana cara mengendalikan Mood yang naik
turun tersebut??
Meskipun
perubahan mood wajar terjadi pada ibu hamil, namun bukankah lebih baik jika
bunda mencoba untuk mengendalikannya? Sehingga bunda akan merasa lebih santai
dalam menghadapi kehamilan dan persalinan, dan orang-orang di sekitar bunda
juga ikut tenang karena tak lagi mendapat omelan dari bunda. Nihh bunda
beberapa kiatnya:
1. Minta bantuan
Dalam masa
kehamilan memang wajar ketika bunda menginginkan semuanya beres dan sempurna ketika
sang buah hati lahir. Tapi ingat, bunda juga harus menjaga kesehatan. Jangan
sampai kelelahan karena sibuk belanja perlengkapan bayi sendiri sekaligus
mencuci, membersihkan, merapikan, dan merancang kamar bayi sendirian. Bunda
bisa minta bantuan kepada suami, keluarga, atau teman agar beban bunda
berkurang.
2. Istirahat
yang cukup
Banyak-banyaklah
beristirahat yaa bunda. Cobalah tidur siang meski hanya sebentar. Jika merasa
sangat lelah dan bosan, ajak pasangan untuk berlibur.
3. Santai
sejenak
Sesekali bunda
boleh bersantai kok. Nonton bioskop, jalan-jalan ke mall, ngopi, duduk-duduk di
taman, atau apa saja yang bisa membuat bunda merasa santai dan rileks. Kalau
malas keluar, bunda bisa memanjakan diri di rumah dengan menonton televisi atau
membaca.
4. Cari teman
berbagi
Salah satu obat
penawar terbaik untuk yang sedang dirundung kecemasan adalah teman berbagi. So
bunda.. jika merasa benar-benar cemas atau bingung mengendalikan emosi, ada
baiknya bunda berbagi cerita dengan teman atau keluarga. Pastikan teman berbagi
bunda adalah orang yang pengertian dan pendengar yang baik.
5. Berolahraga
Bunda.. Olahraga
telah dikenal sebagai pengangkat mood yang jitu. Jadi jika bunda sedang marah
atau cemas, cobalah berolahraga ringan seperti berenang, jalan-jalan pagi, atau
yoga khusus bumil.
6. Bicarakan
dengan pasangan
Pasangan mungkin
adalah sasaran empuk kemarahan bunda. Bisa jadi dia mencoba memahami kondisi bunda
yang sedang labil, namun ada pula yang merasa terganggu atas sikap emosional bunda
selama hamil. Duduklah berdua dan ceritakan pada pasangan apa yang bunda
rasakan ketika mood sedang naik turun. Selanjutnya, giliran pasangan mengungkapkan
apa yang dirasakannya saat bunda marah-marah tidak jelas. Resolusi memang bukan
tujuan diskusi ini –karena bagaimana pun juga bunda kerap tidak kuasa
mengontrol emosi saat sedang hamil- namun setidaknya bunda dan suami bisa
saling memahami.
7. Saat bunda
sedang tenang, habiskan waktu bermanja-manja dengan pasangan atau menghabiskan quality time hanya berdua. Ini akan membantu
memperkuat ikatan cinta antara bunda dan pasangan sebelum si kecil lahir.
8. Berjanji
untuk bersabar.
Bunda sudah
paham bahwa mood naik turun saat hamil adalah normal kan? Okkey, itu berarti bunda
harus berjuang untuk bisa mengurangi intensitasnya. Cobalah berjanji pada diri
sendiri untuk sabar setiap kali mood akan berubah seperti roller coaster.
9. Stop berpikir
negatif
Kehamilan adalah
momen perubahan hidup yang cukup besar. Jadi tidak heran jika di masa ini bunda
akan merasakan suka cita dan kebahagiaan bercampur aduk dengan ketakutan
dan kecemasan. Tetapi.. berhentilah
berpikir negatif tentang apapun yaa bunda, termasuk tentang ketakutan akan
menjadi ibu yang tidak baik bagi buah hati kelak.
Bagaimana jika mood tetap membandel??
Coba konsultasikan
dengan dokter atau bidan karena sekitar 10% dari bumil mengalami depresi selama
hamil. Jika bunda
merasa terlalu sering atau selalu sedih, cemas, atau marah sepanjang kehamilan,
bisa jadi bunda masuk dalam kategori ini. Mood
swing yang sangat intens, akut, atau ini adalah penanda bipolar disorder (dulu lebih dikenal
sebagai manic depression).

No comments:
Post a Comment