MAINAN ANAK CERDAS

Anak FUN, Bunda Kaya Informasi

LightBlog

Breaking

Thursday, March 2, 2017

Cara Mengatasi Perubahan Mood Pada Ibu Hamil

Selama kehamilan, bunda yang sedang mengandung memang sering mengalami perubahan suasana hati. Nahh.. perubahan suasana hati yang naik turun seperti roller coaster tersebut tentu saja sangat tidak mengasyikkan, dan bahkan bisa membuat orang di sekitar bunda dan bunda sendiri menjadi panik dan tidak nyaman. Hmm... benar-benar membingungkan, ya? Tetapi begitulah bumil, dengan segala perubahan pada tubuhnya dari minggu ke minggu, termasuk perubahan emosionalnya.

Mengapa mood ibu hamil bisa berubah secepat itu?
Bunda.. perubahan mood pada ibu hamil disebabkan karena perubahan hormonal (yang berakibat pada level neurotransmitter dan perasaan cemas akan menjadi orang tua). Level hormonal bunda bergelombang, sedangkan kadar estrogen dan progesteron dalam darah meningkat. Peningkatan level hormon inilah yang bisa mempengaruhi mood bunda sehingga bunda sering meneteskan air mata atau mudah terpancing dan emosi meski hanya karena masalah sepele.


Biasanya mood bumil menjadi naik turun karena kekhawatiran akan terjadinya perubahan besar dalam hidupnya. Mungkin bunda menjadi sangat bahagia karena sebentar lagi akan ada buah hati mungil menemani hari-hari bunda, namun di sisi lain bunda khawatir tidak bisa menjadi sosok sempurna bagi si kecil. Kekhawatiran lainnya adalah perasaan cemas nantinya akan menjadi orang tua yang baik atau tidak, bagaimana hubungan dengan suami kelak ketika bayi sudah lahir, apakah bayi akan lahir sehat, dan bagaimana finansial keluarga ke depan setelah anak makin dewasa. Selain itu ada juga perasaan takut akan perubahan tubuh pasca-melahirkan, apakah pasangan tetap menyayangi dan menganggap diri bunda menarik, khawatir lelah dan kurang istirahat selama mengandung atau pasca-persalinan. Akan tetapi mood naik turun ini biasanya mulai terjadi pada 6 minggu usia kehamilan dan berangsur-angsur menghilang pada trimester kedua, sebelum akhirnya muncul kembali di trimester akhir kehamilan atau beberapa saat menjelang persalinan.

Lalu bagaimana cara mengendalikan Mood yang naik turun tersebut??
Meskipun perubahan mood wajar terjadi pada ibu hamil, namun bukankah lebih baik jika bunda mencoba untuk mengendalikannya? Sehingga bunda akan merasa lebih santai dalam menghadapi kehamilan dan persalinan, dan orang-orang di sekitar bunda juga ikut tenang karena tak lagi mendapat omelan dari bunda. Nihh bunda beberapa kiatnya:
1. Minta bantuan
Dalam masa kehamilan memang wajar ketika bunda menginginkan semuanya beres dan sempurna ketika sang buah hati lahir. Tapi ingat, bunda juga harus menjaga kesehatan. Jangan sampai kelelahan karena sibuk belanja perlengkapan bayi sendiri sekaligus mencuci, membersihkan, merapikan, dan merancang kamar bayi sendirian. Bunda bisa minta bantuan kepada suami, keluarga, atau teman agar beban bunda berkurang.
2. Istirahat yang cukup
Banyak-banyaklah beristirahat yaa bunda. Cobalah tidur siang meski hanya sebentar. Jika merasa sangat lelah dan bosan, ajak pasangan untuk berlibur.
3. Santai sejenak
Sesekali bunda boleh bersantai kok. Nonton bioskop, jalan-jalan ke mall, ngopi, duduk-duduk di taman, atau apa saja yang bisa membuat bunda merasa santai dan rileks. Kalau malas keluar, bunda bisa memanjakan diri di rumah dengan menonton televisi atau membaca.
4. Cari teman berbagi
Salah satu obat penawar terbaik untuk yang sedang dirundung kecemasan adalah teman berbagi. So bunda.. jika merasa benar-benar cemas atau bingung mengendalikan emosi, ada baiknya bunda berbagi cerita dengan teman atau keluarga. Pastikan teman berbagi bunda adalah orang yang pengertian dan pendengar yang baik.
5. Berolahraga
Bunda.. Olahraga telah dikenal sebagai pengangkat mood yang jitu. Jadi jika bunda sedang marah atau cemas, cobalah berolahraga ringan seperti berenang, jalan-jalan pagi, atau yoga khusus bumil.
6. Bicarakan dengan pasangan
Pasangan mungkin adalah sasaran empuk kemarahan bunda. Bisa jadi dia mencoba memahami kondisi bunda yang sedang labil, namun ada pula yang merasa terganggu atas sikap emosional bunda selama hamil. Duduklah berdua dan ceritakan pada pasangan apa yang bunda rasakan ketika mood sedang naik turun. Selanjutnya, giliran pasangan mengungkapkan apa yang dirasakannya saat bunda marah-marah tidak jelas. Resolusi memang bukan tujuan diskusi ini –karena bagaimana pun juga bunda kerap tidak kuasa mengontrol emosi saat sedang hamil- namun setidaknya bunda dan suami bisa saling memahami.
7. Saat bunda sedang tenang, habiskan waktu bermanja-manja dengan pasangan atau menghabiskan quality time hanya berdua. Ini akan membantu memperkuat ikatan cinta antara bunda dan pasangan sebelum si kecil lahir.
8. Berjanji untuk bersabar.
Bunda sudah paham bahwa mood naik turun saat hamil adalah normal kan? Okkey, itu berarti bunda harus berjuang untuk bisa mengurangi intensitasnya. Cobalah berjanji pada diri sendiri untuk sabar setiap kali mood akan berubah seperti roller coaster.
9. Stop berpikir negatif

Kehamilan adalah momen perubahan hidup yang cukup besar. Jadi tidak heran jika di masa ini bunda akan merasakan suka cita dan kebahagiaan bercampur aduk dengan ketakutan dan  kecemasan. Tetapi.. berhentilah berpikir negatif tentang apapun yaa bunda, termasuk tentang ketakutan akan menjadi ibu yang tidak baik bagi buah hati kelak.

Bagaimana jika mood tetap membandel??
Coba konsultasikan dengan dokter atau bidan karena sekitar 10% dari bumil mengalami depresi selama hamil. Jika bunda merasa terlalu sering atau selalu sedih, cemas, atau marah sepanjang kehamilan, bisa jadi bunda masuk dalam kategori ini. Mood swing yang sangat intens, akut, atau ini adalah penanda bipolar disorder (dulu lebih dikenal sebagai manic depression).

No comments:

Post a Comment

Search This Blog

Featured Post

Pasir Kinetik Bandung, Mainan Anak Cerdas