![]() |
| BAIKKAH MARAH PADA ANAK |
BAIKKAH MARAH PADA ANAK?
Orang tua dengan anak memiliki hubungan yang begitu
unik, dimana keduanya akan dapat saling memicu amarah bahkan karena hal-hal
yang sepele. Sebagai orang dewasa, tak jarang kita akan dapat bertindak
irasional saat sudah berhadapan dengan anak-anak. Dan bahkan kita pun bisa
bertingkah begitu kenak-kanakan mengadapi mereka. Begitu pula sebaliknya dengan
anak. Mungkin memang benar, buah hati bisa sangat menyebalkan dan begitu
menguji kesabaran ayah dan bunda, akan tetapi sadari bahwa mereka adalah buah
cinta yang begitu ayah dan bunda sayangi.
Seorang psikolog menyebutkan bahwa kondisi diatas
adalah fenomena yang juga dikenal dengan sebutan “ghosts in the nusery”, adalah
keadaan dimana si anak bisa membangkitkan perasaan marah yang terpendam dari
masa kanak-kanak orangtuanya. Dan hal ini secara tidak sadar membuat orangtua
menujukan respon sedemikian rupa untuk “melawan” kemarahan tersebut. Amarah dan
rasa takut dari masa kanak-kanak ini sedemikian kuatnya membuat si orangtua
mendapatkan tantangan tersendiri untuk bisa melupakannya. Nah, dengan memahami
semua hal ini, maka akan dapat membantu orang tua untuk mengendalikan amarahnya.
Dengan memahami bahwa marah dari orangtua bisa sangat “melukai” psikologis
anak-anaknya, maka akan dapt membantu ayah dan bunda mengendalikan emosi ayah
dan bunda pada mereka.
Berikut adalah cara untuk mengatasi dan menahan amarah kepada anak:
1. Sadari betul akibat yang akan timbul
nantinya
Ketika si anak terus membangkan dengan nasihat yang ayah dan
bunda berikan pada mereka, maka mundurlah sejenak dari “pertarungan” yang ayah
dan bunda hadapi bersama dengan si anak. Ambil langkah ke luar rumah atau
menjauh dari si anak, tarik nafas dalam-dalam dan usahakan untuk memfokuskan
diri pada bagaimana meredam amarah ayah dan bunda yang akan meledak. Sadari
betul dampak dan akibat yang akan ditimbulkan jika amarah ayah dan bunda
meledak pada si kecil. Pada intinya jangan pernah terpengaruh dengan rengekan
atau tangisan si buah hati yang akan membuat amarah ayah dan bunda semakin
parah. Ingat kembali bahwa mereka adalah buah cinta ayah dan bunda yang sudah
seharusnya ayah dan bunda lindungi. Jika ayah dan bunda sudah merasa lebih
tenang, maka barulah ayah dan bunda bisa kembali keluar dan bicarakan kembali
bersama dengan si buah hati.
2.
Temukan alas an marah dari ayah dan bunda
Ketika muncul kekesalan dan amarah dalam hati, segera ambil
waktu ayah dan bunda untuk mencari alasan penyebab ayah dan bunda marah saat
ini. Terkadang, saat seseorang merasa tertekan dengan pekerjaannya di tempat
kerjanya, membuat mereka lebih mudah bergejolak dan pada akhirnya mereka akan
melepaskan stres dan depresi yang dirasakannya pada si buah hati.
3.
Minta bantuan dari orang lain
Umumnya, seseorang akan merasa lebih tertekan dan akan mudah
marah saat mereka tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Dalam hal ini
misalkan, seorang ibu pekerja yang lelah bekerja di kantor dan belum
mendapatkan istirahat sementara dirumah mereka memiliki balita berusia 3 tahun
yang seringkali rewel. Dengan demikian, untuk menghindari amarah ayah dan bunda
meledak pada si buah hati, jangan ragu untuk meminta bantuan orang lain seperti
ibu, adik atau mungkin tetangga yang memiliki waktu luang untuk mengasuh si
buah hati dirumah. Akan tetapi, jangan pernah menitipkan buah hati pada
anak-anak yang masih kecil. Hal ini tentu saja akan membuat keselamatan si buah
hati beresiko.
4.
Refreshing/ liburan
Keadaan stres, beban pikiran dan tekanan adalah beberapa
sumber yang akan membuat amarah mudah meledak. Saat ayah dan bunda terlalu
sibuk bekerja di tempat kerja atau di rumah, mungkin ayah dan bunda butuh
refreshing atau rehat sebentar. Dalam hal ini, liburan yang bisa ayah dan bunda
dapatkan tidak usah berbentuk liburan mahal dengan mengunjungi tempat-tempat
mewah. Dengan duduk rileks di tempat yang berbau alam dengan pepohonan rindang,
udara yang segar akan membuat ayah dan bunda merasa lebih rileks dan lebih
tenang sehingga amarah akan bisa diredam.
Sangat tidak bijak tentunya saat tekanan dan stress menyerang dalam diri
dan membuat kita melampiaskan kekesalan pada kesalahan kecil yang dilakukan
oleh anak. Untuk itulah, beberapa hal diatas diharapkan mampu membantu untuk
menemukan solusi mengatasi amarah kita sebagai orang tua. Karena pada dasarnya
kasar dan marah pada anak tidak baik karena akan membuat psikis anak terganggu
dan jika anak trauma, anak ketika sudah dewasa akan mengalami keterbelakangan
atau cacat mental.


No comments:
Post a Comment