![]() |
| MEMPERSIAPKAN ANAK MASUK SEKOLAH |
MEMPERSIAPKAN ANAK MASUK SEKOLAH
Ketika anak pertama
kali bersekolah, entah playgroup atau TK, tentu saja Bunda diliputi kecemasan sekaligus ekspektasi apakah
anak akan sukses di hari pertamanya bersekolah atau justru sebaliknya. Sebagai
orang tua, pasti Bunda berharap si kecil gembira di sekolah dan dapat
berinteraksi dengan teman maupun pengajar dengan baik. Wajar kok jika Bunda cemas menjelang sang buah hati
masuk sekolah pertama kali. Sebab kesuksesan di hari pertama sekolah sangat
berpengaruh pada hari, bulan, dan tahun-tahun berikutnya. Nah, supaya sang buah hati betah dan semangat pergi ke
sekolah setiap hari, Bunda perlu membekalinya jauh-jauh hari sebelum hari H
sekolah tiba. Bagaimana mempersiapkannya agar sukses bersekolah di hari pertama
dan minggu-minggu pertamanya? Berikut kiat-kiatnya:
- Pastikan si kecil cukup
tidur. Ini penting sekali Bunda, karena anak bisa
tidak mood sekolah karena kelelahan atau kurang tidur.
Mulai biasakan si kecil tidur cukup menjelang hari H sekolah dan terus
lakukan kebiasaan tersebut saat anak sudah bersekolah. Ketika pagi, jangan
membangunkan si kecil pada injury time berangkat sekolah
ya. Bisa-bisa pas bangun dia malah marah-marah karena takut telat. Kalau
sudah marah-marah seperti ini, bisa dipastikan di sekolah dia bete.
- Biasakan sarapan. Ini
juga tak kalah penting. Sarapan yang baik akan membantu anak
berkonsentrasi di sekolah. Kalau si kecil termasuk picky
eater, coba siapkan sarapan yang memang menjadi kesukaannya.
- Bantu ajari si kecil. Di
sekolah nanti anak akan diajari membaca dan menulis. Agar dia tidak
terlalu kaget ketika di sekolah, biasakan belajar di rumah meski tidak
seperti di sekolah. Rutinitas membacakan dongeng sebelum tidur baik untuk
mengasah kemampuannya belajar. Setelah membaca dongeng, cobalah buat
sedikit tanya-jawab yang membutuhkan jawaban lebih dari sekadar “ya” atau
“tidak.” Jika si kecil gemar menyanyi, Bunda bisa juga mengajarinya
bernyanyi.
- Buat permainan yang
mendidik. Di sekolah, si kecil juga akan
belajar berhitung. Karena itu, persiapkan dirinya untuk menghadapi
pelajaran tersebut dengan membuat permainan angka. Misalnya menghitung
jumlah mainannya, bermain percikan air sambil menghitung jumlah
percikannya, dan sebagainya. Bisa pula meminta anak membantu Bunda
memotong kue atau pizza sambil menghitung jumlah potongannya. Atau jika
sedang berbelanja, Bunda bisa meminta si kecil menunjukkan angka-angka
yang ada di daftar harga.
- Beri pujian. Ingat,
meski sudah bersekolah namun anak tetaplah anak-anak. Mereka belajar
melalui permainan. Bersekolah juga bukan berarti dia harus langsung pintar
dan berprestasi. Biarkan dia menikmati proses belajarnya dan ketika dia
berhasil, berikan pujian. Hal ini akan membuatnya merasa dihargai. Namun
jika sekolah membuat anak Bunda gelisah dan tidak nyaman, coba bicarakan
dengan gurunya.
- Latih agar anak bisa duduk
tenang. Bersekolah adalah salah satu pengalaman baru
terbesar bagi anak dan itu tidak mudah. Tidak sedikit anak yang tidak mau
duduk manis selama pelajaran dan memilih lari-larian dan mengacak-acak ruangan
seolah-olah dia masih di rumah atau di playground. Tugas
Bunda adalah menjelaskan kepada si kecil bagaimana duduk tenang dan
mendengarkan instruksi guru. Katakan padanya bahwa dia akan menjadi murid
yang baik jika dia mau mencoba. Coba latih kemampuan duduk tenang anak
dengan sering mengajaknya ke perpustakaan atau museum.
- Latih anak memahami
instruksi. Agar si kecil terbiasa dengan
instruksi dari gurunya, Bunda perlu mengajarinya soal ini. Cobalah membuat
permainan instruksi, di mana jika anak mengerti instruksinya akan ada
hadiah. Misalnya dengan membuat permainan mencari harta karun. Minta anak
mendengar baik-baik petunjuk dari Bunda, lalu anak mencari “harta karun”
yang telah Bunda siapkan.
- Jangan terlambat. Anak
butuh waktu untuk masuk ke kelas sendiri dari pintu gerbang sekolah.
Karena itu, usahakan datang lebih awal sehingga anak tidak terburu-buru
masuk ke kelas.
- Jangan emosi ketika anak nakal. Bunda
tentu gemas jika anak bertingkah di dalam kelas, menjahili temannya, dan
melakukan tindakan nakal lainnya. Tapi jangan emosi, ya Bunda. Justru Bunda
perlu membantunya memahami mengapa tidak boleh melanggar peraturan
sekolah. Jelaskan pada si kecil bahwa peraturan dibuat agar anak-anak di
sekolah aman dan tenang dalam belajar. Gunakan kata-kata yang positif
daripada larangan. Misalnya, kata “Ayo jalan” lebih enak didengar daripada
“Jangan lari.” Biasakan mengatakan hal-hal positif seperti ini di rumah.
- Jangan mempermalukan
anak. Ketika anak tidak mau masuk ke dalam kelas atau
berbuat masalah di pintu gerbang, hindari berteriak dan marah-marah saat
itu juga. Anak akan merasa dipermalukan di depan teman-temannya, lho,
Bunda. Jadi sebaiknya Bunda membawanya ke pojokan lalu bicaralah dengan
pelan.
- Minta bantuan guru jika si
kecil di-bully. Ini penting lho Bun, Bullying adalah
salah satu masalah terbesar yang kerap dialami anak sekolah. Coba Bunda
perhatikan ketika anak pulang sekolah. Jika dia tampak gelisah, tidak
nyaman, malas bersekolah keesokan harinya, bisa jadi ia di-bully temannya.
Jika ini terjadi, segera diskusikan dengan guru kelasnya. Nantinya, guru
si anak akan mengingatkan kepada murid-murid sekelas bahayanya mem-bully dan
di-bully. Bullying sangat tidak dibenarkan dan harus segera
dihentikan.
- Mengulang pelajaran di rumah
lewat permainan. Terkadang anak tidak suka
salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, atau bisa jadi dia
merasa terlalu banyak informasi yang dia terima di kelas sehingga dia
bingung. Misalnya, dia benci pelajaran menggambar atau berhitung.
Bagaimana menghadapi masalah anak seperti ini? Coba cari tahu mengapa si
kecil tidak suka pelajaran-pelajaran tersebut. Bisa jadi alasannya karena
dia tidak sebagus teman-temannya. Jika itu alasannya, coba ulangi
pelajaran tersebut di rumah, namun dengan konsep fun. Tidak
usah lama-lama, lima menit sehari saja cukup. Tentu saja Bunda baru bisa
melakukannya jika dia tidak sedang lelah.
- Beri tantangan bagi si
pintar. Terkadang anak terlampau pintar untuk
pelajaran-pelajaran yang diberikan di sekolah. Dia merasa apa yang
diajarkan sudah sangat dikuasainya. Jika anak seperti itu, bicarakan dengan
gurunya. Minta agar anak diberikan tantangan lebih di kelas. Begitu di
rumah, Bunda bisa memberinya buku-buku yang tingkat kesulitannya lebih
tinggi dari yang dia pelajari di sekolah.
- Jadikan guru anak Anda sahabat. Guru
adalah orang tua bagi si kecil di sekolah. Karena itu jalinlah hubungan
baik dengan guru si anak. Selalu berdiskusi dengan guru si kecil tentang
apa saja yang terjadi di sekolah dan bagaimana perkembangan anak dari hari ke hari. Sebaliknya, Bunda juga
harus bisa bekerja sama dengan guru si kecil. Jika sang guru meminta Bunda
selalu menulis diary sekolah si kecil, lakukanlah. Jika
guru meminta Bunda membantunya membacakan buku setiap malam, kerjakanlah.
Hubungan sekolah-rumah yang konstruktif akan membantu anak lebih baik lagi
di sekolah. Setuju, kan, Bunda?


No comments:
Post a Comment