![]() |
| MENDIDIK DENGAN MEMAKSIMALKAN POTENSI ANAK |
MENDIDIK DENGAN MEMAKSIMALKAN
POTENSI ANAK
Islam adalah agama yang kaamil dan
syaamil. Agama yang sempurna dan menyeluruh. Karena Islam memiliki aturan yang
mengatur segala aspek kehidupan manusia, mulai dari kita bangun tidur sampai
tidur kembali, serta aturan dalam melakukan kegiatan apapun, sekecil apapun
itu.
Dalam Islam pula, Allah telah
mengatur masalah pendidikan anak. Sebab anak adalah amanah Allah. Dan hanya
dengan aturan-Nya lah kita mampu mencetak generasi-generasi penerus yang
rabbani.
Aturan itu dimulai sejak sebelum
kita bertemu dengan pasangan kita. Islam mengatur tata cara ta’aruf yang benar,
nazhor (melihat calon pasangan hidup), proses khitbah atau lamaran, proses
pernikahan, bahkan hingga adab-adab berhubungan suami istri.
Lalu kemudian kita hamil, Allah
mempercayakan benih baru dalam rahim kita. Dan selama kehamilan, kita merasakan
banyak keanehan-keanehan yang terjadi. Perut yang membuncit, senang yang
asem-asem, doyan tidur, ada yang suka berdandan, ada yang benci berdandan,
manja pada suami, malas mandi, dsb. Itu adalah sebuah proses, dan banyak dari
kita yang telah melaluinya.
Kemudian anak lahir, dan menjadi
permata hati kita. Apakah lantas kita menyia-nyiakannya? Tentu tidak. Amanah
yang telah dititipkan itu haruslah kita jaga, kita didik, agar kelak mereka
tumbuh menjadi manusia-manusia terbaik.
Beberapa kewajiban kita sebagai
orangtua terhadap anak-anak kita adalah:
- Memelihara sejak dalam kandungan. Dengan makan yang
bergizi, menjaga kebersihan dan kesehatan, selalu berdoa kepada Allah agar
anak lahir dengan lancar dan menjadi anak yang sholeh dan sholihah.
- Menjaga dan mengasuh anak dengan penuh kasih sayang.
Setelah lahir, kewajiban kita adalah menjaga dan mengasuhnya dengan penuh
cinta. Setiap anak memiliki hak untuk dicintai oleh orangtuanya serta
mendapatkan pengasuhan yang terbaik. Untuk itulah kita dituntut untuk
menjadi orangtua yang baik.
- Mendidik anak. Pendidikan anak yang pertama dan utama
adalah dari rumahnya, yakni bersama dengan orangtuanya. Dan ini kewajiban
yang sangat mutlak. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang
terbaik sejak usia dini dari kedua orangtuanya.
- Mengajarinya berdoa sejak dini usia. Setelah anak mampu
berbicara, kita dapat mengajarinya berdoa. Dan kita juga perlu
memberitahunya bahwa dengan berdoa Allah akan mengabulkan semua permohonan
hambaNya. Mengajari anak berdoa juga merupana salah satu cara mendidik
anak untuk mendekatkan diri pada Allah.
- dll
Mendidik anak adalah bagian dari
dakwah dan ini merupakan investasi jangka panjang. Mengapa? Karena kita tahu
bahwa setelah kita mati, hanya ada 3 perkara yang tidak terputus dari kita,
salah satunya adalah do’a anak yang sholeh. Bagaimana agar kita
mendapatkan do’a dari anak yang sholeh? Ya, tentunya dengan mendidik anak-anak
kita dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Mengapa kita diperintahkan untuk
mendidik anak sejak usia dini?
- Anak adalah nikmat yang Allah titipkan sekaligus
sebagai ujian bagi kedua orangtuanya.
- Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan
dan kasih sayang dari kedua orangtuanya.
- Karena setiap orangtua mendambakan anak yang sholeh dan
berbakti kepadanya.
- Mendidik anak sejak dini usia melatih mereka untuk
terbiasa dengan hal-hal yang baik hingga ia dewasa.
- Mendekatkan anak kepada Allah.
- Mendidik anak adalah salah satu bentuk amalan yang
diajarkan oleh Rosulullah.
- Investasi jangka panjang untuk kehidupan dunia dan
akhirat.
Namun, patut diingat, dalam mendidik
anak, kita membutuhkan KESABARAN. Dan tidak ada kata TERLAMBAT atau
TAKUT GAGAL dalam mendidik anak. Kita semua belajar dan akan terus belajar.
Bagaimana dengan larangan dan
hukuman?
Larangan dan hukuman adalah salah
satu cara mendidik anak. Yaitu dengan meminta anak untuk tidak melakukan
sesuatu dan mberikan sangsi atas kesalahan atau pelanggaran yang telah
dilakukan oleh seorang anak. Namun, hukuman tentu tidak bisa dilakukan secara
sembarangan, karena hukuman sendiri memiliki aturan pelaksanaannya.
Biasanya hukuman ini dilakukan
terhadap anak yang menyalahi aturan syar’i dan melanggar adab-adab yang telah
ditentukan.
Lain anak, lain penanganannya
Antara anak satu dengan anak yang
lain tentu berbeda karakternya. Oleh karena itu, penanganannya pun berbeda
pula. Sebagai orangtua kita dituntut untuk pintar-pintar memahami setiap anak
dan memahami setiap permasalahan pada diri mereka masing-masing.
Sekolah bakat
Berdasarkan pengalaman saya sebagai
seorang ibu dan seorang pendidik, saya pribadi cenderung memilih sekolah yang
mengembangkan bakat dan keterampilan anak. Sehingga anak mampu mencapai apa
yang mereka inginkan dengan menggali potensi mereka sedalam-dalamnya.
Apa saja yang bisa dilakukan
orangtua untuk memaksimalkan potensi anak?
Contoh:
–
Anak pintar menggambar. Buatkan pameran gambar anak tersebut.
–
Anak senang bergaya atau berpose. Buat butik atau salon kecantikan dengan
memintanya untuk memperagakannya.
–
Anak senang memasak. Ajari mereka berbagai resep masakan yang mudah, latih dia
untuk memasak sendiri untuk acaranya sendiri, dsb.
–
Anak senang berkebun. Buatkan ia taman atau kebun kecil tempatnya bercocok
tanam.
–
Anak senang beternak. Buatkan kandang ayam, atau kandang kambing, atau kolam
ikan, dsb.
Dengan memaksimalkan potensi anak,
sebenarnya kita sendiri juga membuat sebuah investasi yang sangat besar. Dapat
juga untuk mencari prospek bisnis atau home industri dengan anak-anak kita
sendiri. Kita dapat melatihnya menjadi usahawan-usahawan atau bos-bos kecil
untuk usaha mandiri di masa depannya.


No comments:
Post a Comment